Breaking

Sekolah Kota Batu Masuk Tiga Besar Teladan Penerapan Religious Culture

Sekolah Kota Batu Masuk Tiga Besar Teladan Penerapan Religious Culture
Sekolah Kota Batu Masuk Tiga Besar Teladan Penerapan Religious Culture

Infomalang.com – Sekolah-sekolah di Kota Batu kembali menunjukkan kualitasnya dalam bidang pendidikan karakter.

Salah satu sekolah berhasil meraih prestasi luar biasa dengan lolos tiga besar pada ajang Role Model School Religious Culture (SRC) tingkat Provinsi Jawa Timur.

Pengakuan ini menggarisbawahi keberhasilan sekolah dalam menerapkan budaya religius secara konsisten dan sistematis dalam proses belajar mengajar serta kehidupan sekolah sehari-hari.

Prestasi Menonjol Sekolah Kota Batu

Dalam kompetisi SRC yang digelar oleh Kementerian Agama Jawa Timur, sekolah dari Kota Batu berhasil menembus tiga besar setelah melalui beberapa tahapan seleksi ketat.

Presentasi publik menjadi momen penting dimana tim sekolah memaparkan program unggulan mereka di hadapan juri dan pengamat pendidikan provinsi. Presentasi ini dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom pada akhir Desember 2025 lalu.

Program yang dibawa sekolah tersebut dikenal dengan nama Pejuang Subuh. Program ini dijadikan sebagai ikon budaya religius yang diterapkan oleh sekolah.

Melalui program tersebut, siswa didorong untuk membiasakan kegiatan keagamaan seperti salat subuh berjamaah, doa pagi, dan kegiatan pembiasaan nilai nilai keagamaan lainnya secara terstruktur.

Baca Juga :

Dorong Budaya Membaca, Toko Buku Perguruan Tinggi Luncurkan Reading Center

Implementasi Budaya Religius di Lingkungan Sekolah

Penerapan nilai nilai religius bukan hanya sekadar ritual semata. Budaya religius di sekolah Kota Batu digagas sebagai bagian dari pendidikan karakter yang menyatu dalam kurikulum dan kegiatan ekstra kurikuler.

Dilakukan secara terencana, program seperti “Pejuang Subuh” dirancang untuk membentuk disiplin, kepedulian, dan rasa tanggung jawab spiritual siswa. Dukungan guru, tenaga kependidikan, dan orang tua menjadi faktor utama keberhasilan kegiatan ini.

Budaya religius juga membentuk lingkungan sekolah agar menjadi tempat yang nyaman dan akomodatif bagi siswa dari berbagai latar belakang.

Hal ini mencakup pembiasaan nilai menghormati perbedaan iman dan penguatan moral dalam setiap aktivitas sekolah, sehingga tercipta atmosfer belajar yang seimbang antara akademik dan karakter. Pendekatan seperti ini penting untuk generasi muda yang dihadapkan pada tantangan moral di era modern.

Peran Dukungan Pemerintah dan Tokoh Pendidikan

Partisipasi aktif dari berbagai pihak turut memperkuat langkah sekolah Kota Batu dalam ajang SRC. Selama presentasi publik, sekolah didampingi langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu, pengawas pembina sekolah, dan pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI).

Dukungan ini memperlihatkan kolaborasi antara lembaga pendidikan dan instansi pemerintah dalam penguatan budaya religius di sekolah.

Selain itu, dukungan moral juga datang dari tokoh tokoh nasional seperti ustaz dan pemuka agama terkemuka, yang memberikan semangat serta legitimasi atas upaya pendidikan berkarakter yang dijalankan.

Keterlibatan tokoh publik ini tidak hanya bermanfaat sebagai penghargaan, tetapi juga sebagai inspirasi dan motivasi bagi siswa serta warga sekolah.

Dampak Positif bagi Pendidikan Karakter

Pencapaian tiga besar dalam SRC bukan sekadar prestasi formal. Pengakuan tersebut mencerminkan dampak nyata dari penerapan budaya religius terhadap kualitas pendidikan di Kota Batu.

Siswa yang tumbuh dalam lingkungan pendidikan berlandaskan nilai nilai religius cenderung memiliki kesadaran etika yang lebih tinggi, rasa empati yang kuat, serta kemampuan untuk mengendalikan diri dalam berbagai situasi sosial.

Budaya religius juga menjadi landasan kuat bagi sekolah untuk menjalin hubungan harmonis antara siswa, guru, dan masyarakat. Pendidikan yang tidak hanya memfokuskan pada kemampuan akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter, sangat penting bagi pembentukan generasi yang berintegritas dan bertanggung jawab.

Menuju Pendidikan Berkelanjutan

Kesuksesan sekolah Kota Batu dalam ajang Role Model School Religious Culture menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Jawa Timur.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa komitmen terhadap pendidikan karakter religius dapat membawa dampak signifikan terhadap kualitas pendidikan pada level yang lebih luas. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi institusi pembentuk karakter moral yang kuat.

Ke depan, implementasi budaya religius di sekolah akan terus perlu disempurnakan melalui evaluasi program secara berkala dan kolaborasi yang lebih kuat antar pihak. Harapannya, lebih banyak sekolah di Indonesia dapat mencontoh langkah ini untuk menghadirkan pendidikan berkarakter yang holistik.

Dengan langkah berkelanjutan, pendidikan bukan hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga membentuk generasi yang beriman, cerdas, dan bertanggung jawab secara sosial dan spiritual.

Baca Juga :

PPDB SMA Kemala Taruna Bhayangkara 2025: Jadwal, Syarat, dan Cara Pendaftaran