Infomalangcom – Memasuki triwulan pertama tahun 2026, kekhawatiran masyarakat mengenai fluktuasi harga bahan pokok, khususnya beras, mulai terjawab dengan data yang menggembirakan dari wilayah selatan Jawa Timur. Kabupaten Malang kembali membuktikan posisinya sebagai lumbung pangan strategis.
Berdasarkan koordinasi intensif antara Dinas Ketahanan Pangan (DKP) dan pemangku kepentingan terkait, wilayah ini mencatatkan angka surplus yang cukup fantastis, memberikan rasa aman bagi jutaan warga di tengah dinamika ekonomi nasional.
Strategi penguatan Stok Beras di Kabupaten Malang ini tidak hanya bersandar pada melimpahnya hasil panen, tetapi juga didorong oleh sinergi solid antara petani lokal yang produktif, sistem distribusi yang efisien, serta pengawasan ketat dari Satgas Pangan untuk memastikan harga di pasar tetap terjangkau dan bebas dari praktik penimbunan.
Keberhasilan mencetak surplus hingga 31.282 ton ini menjadi bukti nyata bahwa kedaulatan pangan di wilayah ini berada pada jalur yang tepat, memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa kebutuhan pokok harian mereka akan terpenuhi secara berkelanjutan hingga melewati masa puncak hari besar keagamaan mendatang.
Analisis Data Neraca Pangan Kabupaten Malang 2026
Kepercayaan publik terhadap stabilitas pangan harus dibangun di atas fondasi data yang akurat. Berdasarkan laporan neraca pangan periode Januari hingga Februari 2026, Stok Beras di Kabupaten Malang menunjukkan angka ketersediaan total mencapai 75.970 ton. Angka ini merupakan akumulasi dari hasil panen petani lokal yang tersebar di berbagai kecamatan produktif.
Jika dikalkulasikan dengan jumlah penduduk Kabupaten Malang yang mencapai 2,77 juta jiwa, total kebutuhan konsumsi (baik rumah tangga maupun industri kecil) berada di angka 44.688,28 ton. Dengan demikian, terdapat selisih positif atau surplus sebesar 31.282 ton.
Kelebihan pasokan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan jaminan bahwa ketahanan stok pangan di wilayah ini aman untuk durasi minimal 1,5 bulan ke depan, menjangkau hingga masa awal Ramadan 2026.
Strategi Panen Bergilir: Kunci Konsistensi Produksi
Salah satu faktor utama yang membuat Stok Beras di Kabupaten Malang tetap terjaga adalah penerapan sistem panen bergilir (Siklus Panen Kontinu).
Pemerintah daerah melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) berhasil memetakan masa tanam sehingga tidak terjadi kekosongan pasokan secara serentak.
Sebagai contoh, ketika lahan pertanian di wilayah Kepanjen atau Pakisaji belum memasuki masa panen, pasokan pasar tetap terisi oleh hasil panen dari wilayah Gondanglegi, Turen, atau Singosari.
Distribusi yang merata dari penggilingan padi ke pasar-pasar tradisional setiap hari memastikan bahwa kategori beras premium tetap tersedia dengan harga yang kompetitif bagi konsumen.
Baca Juga : Swasembada Beras Tercapai, Prabowo Nilai Ada Ketidakadilan dalam Pengelolaan Kekayaan
Peran Cadangan Beras Pemerintah dan Intervensi Pasar
Selain mengandalkan produksi petani mandiri, stabilitas Stok Beras di Kabupaten Malang juga diperkuat oleh intervensi dari Bulog Cabang Malang.
Saat ini, terdapat cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 51.383 ton yang disiagakan untuk wilayah Malang Raya.
Cadangan ini berfungsi sebagai jaring pengaman apabila terjadi lonjakan permintaan mendadak menjelang Idul Fitri.
Pemerintah juga proaktif dalam melakukan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Melalui operasi pasar di titik-titik krusial seperti Pasar Kepanjen, masyarakat dapat mengakses beras berkualitas dengan harga terjangkau, yakni kisaran Rp60.000 per kemasan 5 kg.
Langkah preventif ini terbukti efektif menekan laju inflasi daerah dan menutup celah bagi spekulan pasar yang mencoba memainkan harga.
Rekam Jejak Prestasi Lumbung Pangan Jawa Timur
Keberhasilan surplus di awal tahun 2026 merupakan kelanjutan dari tren positif yang dicapai pada tahun 2025. Tahun lalu, Kabupaten Malang sukses mencatatkan surplus padi hingga 80.000 ton dengan total produksi gabah mencapai 480.000 ton.
Konsistensi ini menempatkan Kabupaten Malang sebagai salah satu penyokong utama kebutuhan beras di Provinsi Jawa Timur.
Sinergi antara petani, pemerintah, dan Satgas Pangan Polres Malang dalam mengawasi jalur distribusi memastikan bahwa surplus yang dihasilkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Pengawasan ketat dilakukan untuk mencegah praktik penimbunan yang dapat merusak ekosistem harga di tingkat eceran.
Referensi Sumber Terpercaya:
- Laporan Ketersediaan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang.
- Data Neraca Pangan Strategis – Badan Pangan Nasional (Bapanas).
- Informasi Publik Pemerintah Kabupaten Malang – Malangkab.go.id.
- Pantauan Stok Bulog – YouTube Resmi Bulog.
Baca Juga : Viral Malang Hari Ini, Harga Ayam dan Beras Jadi Sorotan Jelang Ramadan














