Breaking

Tabrakan Dua Sepeda Motor di Asrikaton Pakis, Satu Korban Meninggal Dunia

Ahnaf muafa

12 January 2026

Tabrakan Dua Sepeda Motor di Asrikaton Pakis, Satu Korban Meninggal Dunia
Infomalang.com - Tragedi memilukan kembali mewarnai jalanan Kabupaten Malang pada awal tahun ini. Insiden kecelakaan lalu lintas dengan tingkat fatalitas tinggi dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Raya Asrikaton, Kecamatan Pakis.

Infomalang.com – Tragedi memilukan kembali mewarnai jalanan Kabupaten Malang pada awal tahun ini. Insiden kecelakaan lalu lintas dengan tingkat fatalitas tinggi dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Raya Asrikaton, Kecamatan Pakis.

Peristiwa yang melibatkan adu banteng antara dua sepeda motor tersebut mengakibatkan satu orang pengendara dilaporkan tewas di lokasi kejadian setelah mengalami luka serius.

Kejadian ini menambah daftar panjang kecelakaan maut di jalur poros yang menghubungkan wilayah Pakis dengan pusat kota, sekaligus menjadi peringatan keras bagi publik mengenai pentingnya disiplin berkendara di titik-titik rawan kecelakaan.

Kronologi Tabrakan Maut di Jalur Padat Asrikaton

Peristiwa kecelakaan maut ini terjadi di jalan raya Desa Asrikaton, sebuah jalur yang dikenal memiliki volume kendaraan sangat tinggi, terutama pada jam keberangkatan kerja.

Menurut keterangan saksi mata dan data awal di lapangan, insiden bermula ketika salah satu sepeda motor melaju dengan kecepatan cukup tinggi.

Kondisi jalan yang lurus seringkali memicu pengendara untuk memacu kendaraan tanpa menyadari adanya risiko dari arah berlawanan.

Tabrakan “adu banteng” atau tabrakan depan-lawan-depan ini terjadi saat salah satu kendaraan diduga mencoba mendahului kendaraan lain namun melampaui marka tengah jalan.

Karena jarak yang sudah terlalu dekat, kedua pengendara tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan pengereman darurat maupun manuver menghindar. Benturan keras pun tak terhindarkan, mengakibatkan kedua kendaraan mengalami kerusakan parah pada bagian shockbreaker depan dan kemudi.

Evakuasi Korban dan Olah TKP Kepolisian

Sesaat setelah kejadian, warga sekitar dan pengguna jalan lainnya segera berupaya memberikan pertolongan. Namun, kondisi salah satu korban yang mengalami benturan hebat di bagian kepala membuat nyawanya tidak tertolong meskipun upaya medis darurat telah diupayakan.

Petugas dari Unit Laka Lantas Polresta Malang yang tiba di lokasi segera melakukan pengamanan area guna mencegah kemacetan total di jalur penghubung menuju Bandara Abdulrachman Saleh tersebut.

Identitas korban meninggal dunia telah dikonfirmasi oleh pihak berwajib dan segera dievakuasi ke kamar jenazah rumah sakit terdekat untuk proses visum.

Sementara itu, pengendara lainnya yang mengalami luka-luka langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kepolisian juga melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara detail, mengumpulkan bukti goresan di aspal, serta mengamankan kedua kendaraan sebagai barang bukti utama dalam penyelidikan penyebab pasti kecelakaan.

Baca Juga:

Drama 3 Menit Terakhir Derbi Jatim, Arema FC Bangkit dan Tumbangkan Persik Kediri

Mengapa Asrikaton Pakis Berbahaya?

Jalan Raya Asrikaton memang menjadi perhatian khusus bagi para pengamat keselamatan jalan raya di Malang Raya. Terdapat beberapa faktor yang menjadikan wilayah ini sebagai titik merah kecelakaan:

  1. Lebar Jalan yang Terbatas: Meskipun merupakan jalur poros, lebar jalan di beberapa titik Asrikaton dinilai kurang ideal untuk menampung papasan kendaraan besar dan motor secara bersamaan.
  2. Kecepatan Tinggi: Tekstur jalan yang lurus sering membuat pengendara mengabaikan batas kecepatan 40-50 km/jam yang dianjurkan untuk kawasan pemukiman.
  3. Penerangan dan Marka: Pada kondisi tertentu, kejelasan marka jalan dan penerangan saat malam atau subuh menjadi faktor krusial yang sering terabaikan.

Langkah preventif seperti penambahan pita penggaduh (rumble strips) atau pengetatan patroli lantas pada jam rawan dianggap perlu dievaluasi kembali oleh dinas terkait untuk menekan angka fatalitas di wilayah Pakis.

Pesan Keselamatan: Helm dan Konsentrasi adalah Kunci

Kehilangan satu nyawa di jalan raya adalah tragedi yang seharusnya bisa dicegah. Kejadian di Asrikaton ini menegaskan bahwa penggunaan helm standar yang terkunci dengan benar bukan sekadar formalitas belaka, melainkan pelindung terakhir nyawa saat terjadi benturan.

Selain itu, konsentrasi penuh saat berkendara—terutama saat akan mendahului kendaraan lain—adalah hal yang mutlak.

Publik diimbau untuk tidak terburu-buru saat melintasi jalur padat. Memperhitungkan jarak aman dan mematuhi marka jalan tidak terputus adalah aturan dasar yang seringkali dilanggar demi memangkas waktu beberapa menit, namun berisiko kehilangan masa depan.

Kesadaran kolektif untuk saling menghormati hak sesama pengguna jalan menjadi modal utama dalam menciptakan ekosistem transportasi yang aman di Kabupaten Malang.

Langkah Hukum Selanjutnya

Saat ini, penyelidikan atas kasus tabrakan maut di Asrikaton tetap berjalan di bawah penanganan Unit Laka Lantas. Pihak kepolisian berkomitmen untuk memproses kejadian ini secara transparan guna menentukan unsur kelalaian yang terjadi.

Di sisi lain, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak memberikan spekulasi yang bisa menambah duka keluarga korban di media sosial.

Mari kita jadikan tragedi ini sebagai momentum untuk melakukan refleksi diri setiap kali memegang kemudi. Keamanan jalan raya adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas kepolisian.

Ingatlah bahwa keselamatan adalah tujuan utama dari setiap perjalanan, agar kita semua bisa kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarga tercinta dengan selamat.

Baca Juga:

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Karpet di Pasaran

Author Image

Author

Ahnaf muafa