Breaking

Tentang Puasa Ramadhan, Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Berpuasa

Ahnaf muafa

26 February 2026

Tentang Puasa Ramadhan, Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Berpuasa
Infomalangcom - Puasa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ibadah wajib yang memiliki dimensi spiritual, sosial, dan kesehatan.

Infomalangcom – Puasa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ibadah wajib yang memiliki dimensi spiritual, sosial, dan kesehatan.

Namun dalam praktiknya, masih banyak umat Muslim yang menjalankannya tanpa pemahaman mendalam. Akibatnya, muncul berbagai kesalahan yang membuat puasa kehilangan makna dan kualitasnya.

Makna dan Tujuan Puasa Ramadhan

Secara syariat, puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat karena Allah.

Kewajiban ini ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183 yang menyebutkan bahwa puasa diwajibkan agar umat Islam menjadi bertakwa.

Artinya, tujuan utama puasa bukan sekadar lapar dan haus, tetapi pembentukan karakter yang lebih disiplin, sabar, dan sadar akan pengawasan Tuhan.

Puasa juga memiliki dimensi fisik dan sosial. Sejumlah studi ilmiah menunjukkan adanya perubahan pola makan dan komposisi tubuh selama Ramadhan, termasuk pergeseran asupan kalori dan waktu konsumsi makanan.

Hal ini menandakan bahwa puasa menyentuh aspek biologis sekaligus kebiasaan hidup.

Kesalahan Niat dan Pemahaman tentang Puasa

Kesalahan paling mendasar adalah menjalankan puasa hanya karena tradisi keluarga atau tekanan lingkungan. Tanpa pemahaman yang benar, puasa berubah menjadi formalitas.

Sebagian orang menganggap puasa hanya sebatas menahan lapar dan haus, padahal inti ibadah ini adalah pengendalian diri secara menyeluruh.

Kurangnya pemahaman tentang rukun dan syarat sah puasa juga sering terjadi. Ada yang lalai memperbarui niat pada malam hari atau tidak memahami perbedaan antara hal yang membatalkan dan yang hanya mengurangi pahala.

Ketidaktahuan ini menunjukkan pentingnya literasi keagamaan yang lebih serius, bukan sekadar mengikuti kebiasaan.

Kesalahan Saat Sahur dan Berbuka

Sahur sering diremehkan. Padahal, secara kesehatan dan anjuran agama, sahur memiliki peran penting dalam menjaga energi sepanjang hari.

Penelitian tentang pola makan selama Ramadhan menunjukkan perubahan signifikan dalam konsumsi gula dan lemak saat berbuka. Banyak orang justru berbuka secara berlebihan, seolah membalas rasa lapar sepanjang hari.

Mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak berlebih dapat menyebabkan lonjakan energi sesaat lalu penurunan drastis.

Selain itu, melewatkan sahur tanpa alasan jelas dapat memengaruhi konsentrasi dan produktivitas. Kesalahan lain adalah mengabaikan doa saat berbuka, padahal momen tersebut memiliki nilai spiritual yang tinggi.

Baca Juga: Hubungan Agama dan Politik, Ketika Nilai Spiritual Bertemu Strategi Kekuasaan

Tidak Menjaga Lisan dan Perilaku

Puasa bukan hanya ibadah fisik, tetapi juga pengendalian emosi dan perilaku. Ghibah, berkata kasar, berbohong dalam transaksi, atau mudah marah dapat mengurangi nilai puasa. Dalam konteks sosial modern, menghabiskan waktu dengan konten yang tidak bermanfaat di media sosial juga termasuk bentuk kelalaian.

Jika seseorang menahan lapar tetapi tetap menyakiti orang lain dengan ucapannya, maka esensi puasa tidak tercapai. Pengendalian diri harus mencakup sikap dan interaksi sosial.

Lalai dalam Ibadah Pendukung

Ramadhan identik dengan peningkatan ibadah seperti membaca Al-Qur’an dan shalat tarawih. Namun sebagian orang tetap menjalani rutinitas biasa tanpa peningkatan kualitas ibadah.

Tidak menjaga shalat tepat waktu atau mengabaikan sepuluh malam terakhir Ramadhan berarti melewatkan kesempatan besar untuk refleksi spiritual. Ramadhan seharusnya menjadi momentum perbaikan diri, bukan sekadar pergantian jadwal makan.

Kesalahan dalam Manajemen Waktu

Perubahan pola tidur sering menyebabkan produktivitas menurun. Ada yang menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan.

Padahal banyak penelitian menunjukkan bahwa tubuh mampu beradaptasi jika pola makan dan istirahat diatur dengan baik.

Menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial tanpa tujuan jelas juga menjadi bentuk pemborosan waktu. Tanpa manajemen yang baik, Ramadhan berlalu tanpa pencapaian berarti.

Kurang Memahami Hal yang Membatalkan dan Mengurangi Pahala

Sebagian orang tidak membedakan antara hal yang membatalkan puasa dan yang hanya mengurangi pahala. Melakukan perbuatan maksiat sambil merasa puasanya tetap aman adalah bentuk kesalahpahaman serius. Ibadah tidak berdiri sendiri; ia berkaitan dengan akhlak dan perilaku sehari-hari.

Mengabaikan Aspek Kesehatan Saat Berpuasa

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pola konsumsi selama Ramadhan sangat menentukan kondisi tubuh. Kurang minum air pada malam hari dan konsumsi nutrisi tidak seimbang dapat menyebabkan dehidrasi dan kelelahan.

Bagi individu dengan kondisi medis tertentu, konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat dianjurkan agar puasa tetap aman dan sesuai syariat.

Minim Evaluasi Diri Selama Ramadhan

Banyak orang menjalani Ramadhan tanpa muhasabah harian atau target ibadah yang jelas. Akibatnya, bulan suci berlalu tanpa perubahan sikap dan kebiasaan. Padahal tujuan utama puasa adalah peningkatan ketakwaan dan kualitas diri.

Baca Juga: 10 Adab Puasa dalam Islam yang Sering Dilupakan Umat Muslim

Author Image

Author

Ahnaf muafa