Breaking

Tikungan di Pujon Kembali Rawan Setelah Hujan, Pengendara Diminta Hati-hati

Ahnaf muafa

15 January 2026

Tikungan di Pujon Kembali Rawan Setelah Hujan, Pengendara Diminta Hati-hati
Infomalang.com - Tikungan di Pujon kembali menjadi titik perhatian bagi para pengguna jalan yang melintasi jalur penghubung antara Kabupaten Malang dan Kota Batu, menyusul meningkatnya intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Infomalang.com – Tikungan di Pujon kembali menjadi titik perhatian bagi para pengguna jalan yang melintasi jalur penghubung antara Kabupaten Malang dan Kota Batu, menyusul meningkatnya intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi geografis yang didominasi oleh perbukitan serta tikungan tajam membuat lintasan ini memiliki risiko kecelakaan yang cukup tinggi apabila permukaan aspal dalam keadaan basah atau tertutup material sisa hujan.

Dengan 1 peringatan serius dari pihak berwenang bagi seluruh masyarakat yang melintas, diharapkan tingkat kecelakaan lalu lintas dapat ditekan melalui peningkatan kewaspadaan individu.

Cuaca ekstrem yang sering terjadi di wilayah dataran tinggi seperti Pujon sering kali menyisakan lapisan licin berupa ceceran oli maupun sisa tanah longsor kecil yang sangat membahayakan stabilitas kendaraan, terutama bagi pengendara roda dua yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Anatomi Jalur Pujon dan Risiko Aspal Licin

Karakteristik utama dari tikungan di Pujon adalah kemiringan jalan yang ekstrem dan radius belokan yang sempit, yang menuntut performa pengereman dan kendali kendaraan yang prima.

Saat hujan turun, air sering kali bercampur dengan debu jalanan dan residu pelumas kendaraan, menciptakan lapisan tipis yang mengurangi traksi ban secara signifikan.

Fenomena ini sering disebut sebagai hydroplaning atau aquaplaning, di mana ban kendaraan kehilangan kontak langsung dengan permukaan jalan.

Hal inilah yang menjadi pemicu utama mengapa banyak kendaraan sering tergelincir meskipun pengemudi merasa sudah berkendara dengan cukup pelan di area tersebut.

Selain faktor permukaan aspal, faktor lingkungan seperti kabut tebal yang sering turun mendadak di kawasan Pujon juga memperpendek jarak pandang pengemudi.

Kurangnya visibilitas yang dikombinasikan dengan jalanan licin menciptakan situasi yang sangat berbahaya bagi pengendara yang tidak terbiasa dengan medan pegunungan.

Masyarakat dihimbau untuk memastikan kondisi ban kendaraan dalam keadaan baik, tidak gundul, dan memiliki tekanan udara yang sesuai agar daya cengkeram tetap optimal saat harus melakukan manuver di tikungan yang menantang tersebut.

Titik Rawan Kecelakaan dan Area Bahaya Longsor

Pihak kepolisian dan relawan penanggulangan bencana telah memetakan beberapa titik paling krusial di sepanjang tikungan di Pujon yang kerap memakan korban jiwa maupun luka-luka.

Selain masalah licinnya aspal, beberapa titik juga dilaporkan rawan akan guguran material tanah dari tebing di sisi jalan. Material tanah yang terbawa air hujan ke badan jalan sering kali menutupi marka jalan, sehingga pengendara sering kali kehilangan arah atau salah dalam mengambil ancang-ancang saat berbelok.

Keberadaan kerikil kecil yang berserakan di aspal basah juga sering menjadi jebakan bagi pengendara sepeda motor. Patroli rutin kini lebih diintensifkan di area-area tersebut, terutama saat memasuki jam-jam rawan di sore dan malam hari.

Penggunaan lampu kendaraan yang berfungsi dengan baik menjadi syarat mutlak bagi siapa pun yang ingin melintasi jalur ini dengan selamat.

Para petugas di lapangan juga sering memasang rambu-rambu peringatan tambahan berupa bendera atau papan imbauan di titik-titik yang dianggap memiliki tingkat kerawanan paling tinggi.

Pengguna jalan diminta untuk tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan apabila hujan turun terlalu deras disertai angin kencang di kawasan hutan Pujon.

Baca Juga:

Insinyur Indonesia Stephanus Widjanarko Jadi Bagian Proyek Mobil Cadillac Formula 1

Panduan Keselamatan Berkendara di Medan Pegunungan

Menanggapi kondisi tikungan di Pujon yang kian tidak menentu, para ahli keselamatan berkendara menyarankan beberapa langkah preventif yang sangat krusial untuk dilakukan.

Pertama, pengemudi dilarang keras melakukan pengereman mendadak saat berada tepat di tengah tikungan yang licin, karena hal ini akan memicu hilangnya keseimbangan kendaraan.

Sebaiknya, pengurangan kecepatan dilakukan jauh sebelum memasuki area belokan dengan memanfaatkan teknik engine brake untuk menjaga stabilitas mesin dan ban.

Penggunaan rem secara halus dan bertahap sangat disarankan untuk menghindari penguncian roda. Kedua, penting bagi pengendara untuk menjaga jarak aman yang lebih jauh dari biasanya dengan kendaraan di depannya.

Di jalur licin seperti Pujon, jarak pengereman yang dibutuhkan akan jauh lebih panjang dibandingkan saat jalanan kering.

Memberikan ruang yang cukup akan memberikan waktu bereaksi yang lebih lama apabila kendaraan di depan mengalami kendala atau slip.

Kesabaran adalah kunci utama; tidak perlu terburu-buru menyalip kendaraan besar seperti bus atau truk di area tikungan, mengingat dimensi kendaraan yang lebar dan potensi titik buta (blind spot) yang meningkat saat cuaca buruk.

Peran Masyarakat dan Langkah Antisipasi Pemerintah

Penanganan risiko di tikungan di Pujon tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga memerlukan peran aktif dari masyarakat sekitar.

Relawan dari komunitas motor dan warga lokal sering kali menjadi pihak pertama yang memberikan bantuan saat terjadi insiden di jalur tersebut.

Mereka secara swadaya sering membersihkan sisa tanah atau kerikil yang menutupi jalan pasca-hujan sebagai langkah preventif sederhana namun berdampak besar.

Solidaritas warga Pujon dalam menjaga keamanan jalurnya telah banyak membantu mengurangi angka kecelakaan yang lebih fatal.

Di sisi lain, pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pemeliharaan infrastruktur secara berkala, seperti pengecekan lampu penerangan jalan umum (PJU) dan pembersihan drainase di sepanjang jalur pegunungan tersebut.

Saluran air yang tersumbat akan menyebabkan luapan air ke badan jalan yang memperparah tingkat kelicinan aspal. Pemasangan pagar pengaman (guardrail) di sisi jurang juga perlu diperkuat di titik-titik yang baru teridentifikasi rawan longsor.

Sinergi antara pemeliharaan fisik jalan dan kesadaran pengguna adalah solusi jangka panjang terbaik bagi keamanan transportasi di Malang Barat.

Utamakan Keselamatan di Atas Kecepatan

Fenomena berulangnya kerawanan di tikungan di Pujon setiap kali musim hujan tiba harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa alam memiliki dinamika yang harus dihormati.

Keinginan untuk sampai tepat waktu tidak boleh mengalahkan pertimbangan akan keselamatan nyawa. Jalur Pujon memang menawarkan pemandangan yang indah, namun ia juga menyimpan potensi bahaya bagi mereka yang meremehkan kondisi jalanannya yang licin dan berkelok.

Tetaplah waspada dan berhati-hati dalam setiap perjalanan. Mari kita jadikan keselamatan lalu lintas sebagai budaya, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem di jalur rawan.

Dengan mempersiapkan kondisi kendaraan secara optimal dan mengendalikan emosi saat berkendara, kita telah berkontribusi dalam menjaga keamanan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Semoga informasi mengenai tingkat kerawanan di kawasan Pujon ini dapat meningkatkan kesadaran bersama agar tidak ada lagi berita duka yang muncul dari jalur eksotis penghubung Malang dan Batu tersebut di masa mendatang.

Baca Juga:

Program Kesehatan di Pasar Madyopuro Malang Diminati 80 Peserta

Author Image

Author

Ahnaf muafa