Breaking

Tips Kesehatan Saat Cuaca Ekstrem di Musim Hujan

Tips Kesehatan Saat Cuaca Ekstrem di Musim Hujan
Tips Kesehatan Saat Cuaca Ekstrem di Musim Hujan

InfomalangcomCuaca ekstrem saat musim hujan menjadi perhatian serius dalam beberapa waktu terakhir. Intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang serta perubahan suhu yang drastis membuat tubuh harus beradaptasi lebih cepat.

Berdasarkan laporan kesehatan yang dimuat dalam pemberitaan media lokal, fasilitas layanan kesehatan kerap mencatat peningkatan kasus flu, batuk, demam, hingga infeksi saluran pernapasan ketika musim hujan mencapai puncaknya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa cuaca tidak menentu berpengaruh langsung terhadap daya tahan tubuh masyarakat.

Perubahan suhu dari panas ke dingin dalam waktu singkat dapat menurunkan imunitas jika tubuh tidak dalam kondisi prima.

Selain itu, kelembapan udara yang meningkat juga mendukung pertumbuhan bakteri dan virus. Oleh sebab itu, langkah pencegahan perlu diterapkan secara konsisten agar risiko sakit dapat ditekan sejak dini.

Perkuat Imunitas dengan Asupan Bergizi

Menjaga daya tahan tubuh adalah langkah utama menghadapi cuaca ekstrem. Konsumsi makanan bergizi seimbang menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem imun.

Perbanyak asupan sayur dan buah yang kaya vitamin C seperti jeruk, kiwi, dan jambu biji. Vitamin tersebut dikenal membantu meningkatkan kemampuan tubuh melawan infeksi.

Selain vitamin C, vitamin D juga penting untuk menjaga sistem kekebalan. Paparan sinar matahari pagi selama beberapa menit dapat membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami ketika cuaca memungkinkan. Sumber makanan seperti telur, ikan, dan susu juga dapat melengkapi kebutuhan nutrisi harian.

Protein tidak kalah penting karena berperan dalam memperbaiki jaringan tubuh yang rusak dan membentuk antibodi.

Pastikan konsumsi lauk berprotein seperti ayam, tahu, tempe, atau kacang-kacangan setiap hari. Jangan lupa memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang cukup, meskipun udara terasa dingin. Hidrasi yang baik membantu metabolisme tetap optimal.

Istirahat yang Cukup dan Aktivitas Fisik Teratur

Kurang tidur dapat melemahkan daya tahan tubuh dan membuat seseorang lebih rentan terserang penyakit. Selama musim hujan, pastikan waktu tidur terpenuhi antara tujuh hingga delapan jam setiap malam. Saat tidur, tubuh melakukan proses regenerasi sel dan memperkuat sistem kekebalan.

Selain istirahat cukup, lakukan aktivitas fisik secara teratur. Jika hujan membuat aktivitas luar ruangan terbatas, olahraga ringan dapat dilakukan di dalam rumah, seperti senam peregangan, yoga, atau latihan kardio sederhana. Aktivitas fisik membantu melancarkan peredaran darah serta menjaga kebugaran tubuh.

Olahraga juga berperan dalam mengurangi stres. Cuaca yang sering berubah dan aktivitas yang terganggu terkadang memicu tekanan mental. Mengelola stres dengan baik penting agar kondisi fisik dan mental tetap seimbang.

Baca Juga : Indra Kusuma Priyadi Resmi Pimpin BI Malang, Siap Kawal Stabilitas Ekonomi Daerah

Jaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

Musim hujan identik dengan genangan air dan lingkungan lembap yang dapat menjadi sarang penyakit. Menjaga kebersihan diri merupakan langkah sederhana namun efektif dalam mencegah penularan virus dan bakteri. Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun setelah beraktivitas di luar rumah.

Segera ganti pakaian yang basah karena hujan agar tubuh tidak kedinginan terlalu lama. Mandi air hangat setelah kehujanan dapat membantu mengembalikan suhu tubuh dan membersihkan kotoran yang menempel. Pastikan juga rumah memiliki ventilasi yang baik agar sirkulasi udara lancar dan kelembapan tidak berlebihan.

Membersihkan saluran air serta menutup tempat penampungan air dapat mencegah berkembangnya nyamuk penyebab penyakit seperti demam berdarah. Kebersihan lingkungan sekitar rumah turut berperan dalam menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.

Gunakan Perlengkapan yang Tepat Saat Beraktivitas

Ketika harus beraktivitas di luar ruangan saat hujan, gunakan perlengkapan pelindung seperti jas hujan, payung, dan alas kaki yang tidak licin.

Pakaian hangat juga membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Bagi pengendara sepeda motor, pastikan helm dan perlengkapan lain dalam kondisi baik untuk menghindari risiko kecelakaan akibat jalan licin.

Cuaca ekstrem di musim hujan memang tidak dapat dihindari, tetapi risiko kesehatannya bisa diminimalkan melalui pola hidup sehat, kebersihan yang terjaga, serta kesiapan menghadapi perubahan cuaca.

Dengan disiplin menerapkan langkah pencegahan, tubuh akan lebih siap menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu setiap harinya.

Baca Juga : Polresta Malang kota Tegaskan Kesiapan Pengamanan Ramadan dan Ketupat Semeru 2026