Infomalangcom – Upaya memperkuat arah pembangunan daerah berbasis kajian ilmiah terus dilakukan DPRD Kota Malang. Wakil Ketua DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono bersama anggota DPRD Kota Malang Rendra Masdrajad Safaat melakukan silaturahmi dan kunjungan kerja ke Universitas Brawijaya. Rombongan diterima langsung oleh Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo SSi MSi PhD Med Sc dalam suasana diskusi yang hangat dan konstruktif membahas masa depan Kota Malang.
Pertemuan tersebut menjadi ruang strategis untuk mempertemukan perspektif legislatif daerah dengan pandangan akademik. Kedua pihak sepakat bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan civitas akademika memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan kota yang berkelanjutan inklusif dan berbasis data.
Silaturahmi Trio Agus Purwono dan Rendra Masdrajad Safaat untuk Serap Dialog Rektor UB Rencana Strategis Pembangunan Kota
Wakil Ketua DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari ikhtiar dewan untuk membuka ruang dialog seluas luasnya dengan perguruan tinggi. Menurutnya Universitas Brawijaya memiliki posisi strategis sebagai pusat keilmuan yang dapat memberikan masukan objektif bagi perencanaan pembangunan daerah.
Dalam pertemuan tersebut Rektor UB Prof Widodo menyampaikan sejumlah pandangan kritis terkait kondisi Kota Malang. Salah satu sorotan utama adalah penataan pedestrian atau trotoar yang dinilai masih kurang ramah bagi pejalan kaki. Penataan ruang publik yang berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan warga menjadi prasyarat penting bagi kota yang berkelas.
Kolaborasi Mahasiswa dan UMKM untuk Kesejahteraan Warga
Selain isu infrastruktur Rektor UB juga mendorong dibukanya peluang kerja sama antara pemerintah daerah dengan mahasiswa. Kolaborasi tersebut dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Program berbasis pengabdian masyarakat riset terapan hingga inkubasi UMKM dapat menjadi jembatan antara kampus dan kebutuhan riil warga Kota Malang.
Menurut Prof Widodo potensi mahasiswa sebagai agen perubahan sangat besar apabila difasilitasi secara sistematis. Sinergi ini tidak hanya berdampak pada penguatan UMKM lokal tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Peran Akademisi dalam Solusi Layanan Publik
Masukan penting lainnya adalah perlunya keterlibatan civitas akademika dalam memetakan persoalan kota secara komprehensif. Isu layanan publik seperti kesehatan pendidikan kemacetan banjir dan parkir liar memerlukan solusi yang tepat sasaran dan berbasis kajian ilmiah. Pendekatan berbasis data dinilai dapat membantu pemerintah daerah merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan efisien.
Menanggapi hal tersebut DPRD Kota Malang menyatakan komitmennya untuk membuka ruang partisipasi akademisi dalam proses perencanaan dan pengawasan pembangunan. Trio Agus Purwono menegaskan bahwa dewan siap mendengarkan masukan serta saran perbaikan demi mewujudkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Menuju Kota Malang Mbois Berkelas
Sinergi antara DPRD Kota Malang dan Universitas Brawijaya ini sejalan dengan visi Kota Malang sebagai kota mbois berkelas. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu mengawal aspirasi warga sekaligus memastikan pembangunan berjalan selaras dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Melalui dialog yang berkelanjutan DPRD Kota Malang optimistis perencanaan pembangunan ke depan akan semakin berkualitas. Dukungan akademik menjadi fondasi penting dalam menciptakan Kota Malang yang nyaman berdaya saing dan berorientasi pada kesejahteraan warganya.
Ke depan DPRD Kota Malang juga mendorong agar hasil diskusi semacam ini tidak berhenti pada tataran wacana. Diperlukan tindak lanjut dalam bentuk program konkret regulasi pendukung serta mekanisme kerja sama yang terukur. Dengan demikian kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Malang secara berkelanjutan dan berkeadilan sosial.
Langkah ini sekaligus menegaskan fungsi DPRD sebagai representasi rakyat yang aktif menjaring aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan. Sinergi yang terbangun diharapkan menjadi contoh praktik kolaboratif dalam tata kelola pemerintahan daerah yang modern adaptif dan responsif terhadap tantangan perkotaan.
Dengan semangat kebersamaan seluruh pihak diharapkan terus menjaga komunikasi demi kemajuan Kota Malang. Komitmen ini menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berorientasi masa depan bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Malang bersama.
Baca Juga :
Antisipasi Risiko, Pemkot Malang Usulkan Pembangunan Ulang Tiga Jembatan Lama














