Breaking

Urutan Minuman Kopi Terbaik untuk Kesehatan Versi Ahli Gizi

Muhamad Dzaki

26 February 2026

Urutan Minuman Kopi Terbaik untuk Kesehatan Versi Ahli Gizi
Urutan Minuman Kopi Terbaik untuk Kesehatan Versi Ahli Gizi

Infomalangcom – Kopi merupakan salah satu minuman paling populer di dunia, termasuk di Indonesia. Data dari International Coffee Organization menyebutkan bahwa konsumsi kopi global mencapai lebih dari 170 juta kantong per tahun, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap minuman ini.

Namun, tidak semua jenis kopi memiliki dampak kesehatan yang sama. Berdasarkan pandangan ahli gizi dan penelitian ilmiah, terdapat urutan minuman kopi terbaik untuk kesehatan, mulai dari yang paling direkomendasikan hingga yang sebaiknya dibatasi konsumsinya.

Kandungan utama dalam kopi adalah kafein dan antioksidan seperti asam klorogenat yang berperan dalam melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, konsumsi kopi dalam jumlah moderat, sekitar tiga hingga lima cangkir per hari, dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2 pada sebagian besar orang dewasa sehat.

1. Black Coffee Tanpa Gula

Posisi pertama dalam urutan minuman kopi terbaik untuk kesehatan adalah black coffee tanpa tambahan gula, susu, atau krimer.

Kopi hitam murni rendah kalori dan kaya antioksidan. Satu cangkir kopi hitam hanya mengandung sekitar dua kalori, sehingga aman dikonsumsi bagi mereka yang menjaga berat badan.

Menurut Mayo Clinic, konsumsi kafein hingga 400 miligram per hari masih tergolong aman bagi kebanyakan orang dewasa sehat.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar empat cangkir kopi seduh. Tanpa tambahan pemanis, kopi hitam membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil serta tidak menambah asupan kalori berlebih.

Baca Juga : 10 Cafe Malang Buka 24 Jam yang Selalu Ramai Mahasiswa

2. Espresso

Espresso berada di posisi kedua karena penyajiannya yang pekat namun dalam porsi kecil. Kandungan antioksidan tetap tinggi, sementara kalorinya tetap rendah selama tidak ditambahkan gula. Karena volumenya kecil, asupan kafein biasanya lebih terkontrol dibandingkan minuman kopi berukuran besar.

Ahli gizi menyarankan espresso sebagai pilihan bagi mereka yang menginginkan rasa kuat tanpa tambahan kalori. Namun, konsumsi tetap perlu dibatasi sesuai toleransi individu terhadap kafein.

3. Kopi dengan Susu Rendah Lemak

Kopi yang ditambahkan susu rendah lemak masih tergolong sehat selama tidak menggunakan gula tambahan. Susu mengandung protein, kalsium, dan vitamin D yang bermanfaat bagi kesehatan tulang. Kombinasi ini dapat menjadi pilihan yang lebih ramah lambung dibanding kopi hitam bagi sebagian orang.

Namun, penting untuk memperhatikan porsi susu agar tidak meningkatkan asupan kalori secara signifikan. Centers for Disease Control and Prevention menyarankan pembatasan konsumsi gula tambahan guna menekan risiko obesitas dan penyakit metabolik.

4. Cold Brew Tanpa Pemanis

Cold brew adalah metode seduh dengan air dingin selama 12 hingga 24 jam. Proses ini menghasilkan rasa yang lebih halus dan tingkat keasaman lebih rendah dibanding kopi panas.

Bagi individu dengan masalah lambung ringan, cold brew tanpa gula dapat menjadi alternatif yang lebih nyaman.

Meski demikian, kandungan kafein pada cold brew bisa lebih tinggi tergantung konsentrasi seduhan. Oleh karena itu, tetap penting memperhatikan jumlah konsumsi harian.

5. Kopi Instan Tanpa Gula

Kopi instan murni tanpa tambahan gula atau krimer masih bisa menjadi pilihan, meskipun kandungan antioksidannya sedikit lebih rendah dibanding kopi seduh segar.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan dapat mengurangi sebagian senyawa bioaktif, namun tidak menghilangkan manfaatnya sepenuhnya.

Pastikan memilih produk tanpa tambahan gula tersembunyi. Membaca label komposisi sangat penting agar tidak mengonsumsi gula berlebih secara tidak sadar.

6. Kopi Sachet 3-in-1

Urutan terakhir dalam daftar ini adalah kopi instan dengan tambahan gula dan krimer dalam satu kemasan. Jenis ini cenderung tinggi kalori dan gula tambahan.

Satu sachet bisa mengandung lebih dari 15 gram gula, mendekati batas konsumsi gula harian yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, yaitu maksimal 25 gram per hari untuk manfaat kesehatan tambahan.

Ahli gizi umumnya menyarankan untuk membatasi konsumsi kopi jenis ini karena dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan gangguan metabolik jika dikonsumsi rutin dalam jangka panjang.

Tips Mengonsumsi Kopi Secara Sehat

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, konsumsi kopi sebaiknya tidak melebihi batas aman kafein harian. Hindari minum kopi menjelang waktu tidur karena dapat mengganggu kualitas istirahat.

Selain itu, perhatikan reaksi tubuh masing-masing, terutama bagi individu dengan hipertensi atau gangguan lambung.

Kopi dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat jika dikonsumsi dengan bijak. Memilih jenis kopi yang tepat serta membatasi gula tambahan adalah kunci utama menjaga manfaatnya bagi tubuh.

Kesimpulannya, urutan minuman kopi terbaik untuk kesehatan versi ahli gizi menempatkan black coffee tanpa gula sebagai pilihan utama, diikuti espresso dan variasi rendah kalori lainnya.

Sementara itu, kopi dengan tambahan gula tinggi sebaiknya dibatasi. Dengan memahami kandungan dan cara penyajiannya, masyarakat dapat tetap menikmati kopi tanpa mengorbankan kesehatan.

Baca Juga : Mie Satoe Djaya Sawojajar, Tempat Bukber Murah Mulai 10 Ribuan dengan Menu Mie Pedas Beragam

Author Image