Infomalang.com – Penilaian Persatuan Wartawan Indonesia Pusat di Kota Malang menjadi momentum strategis bagi pemerintah daerah untuk menegaskan karakter dan identitas kota di tingkat nasional melalui peran kepemimpinan wali kota.
Dalam agenda tersebut, Wali Kota Malang Wahyu memaparkan potensi budaya lokal secara terstruktur dan berbasis pengalaman kebijakan, mencakup tradisi masyarakat, seni budaya, serta nilai historis yang selama ini menjadi fondasi pembangunan daerah.
Paparan wali kota menegaskan bahwa budaya tidak diposisikan sebatas warisan, melainkan aset strategis yang mendukung pembangunan inklusif, memperkuat kohesi sosial, serta mendorong keberlanjutan ekonomi dan pariwisata.
Penyampaian yang terbuka dan akuntabel mencerminkan komitmen wali kota dalam menjaga transparansi informasi, membangun kemitraan dengan insan pers, serta menghadirkan tata kelola kebudayaan yang kredibel, berorientasi jangka panjang, dan dapat dipercaya publik.
Komitmen Pemkot Malang Melestarikan Budaya Lokal
Dalam paparannya, Wali Kota Wahyu menjelaskan bahwa Kota Malang memiliki keragaman budaya yang tumbuh dari sejarah panjang dan partisipasi aktif masyarakat.
Beragam tradisi, seni pertunjukan, hingga kearifan lokal terus didorong agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Pemerintah kota secara konsisten mengintegrasikan pelestarian budaya dalam kebijakan pembangunan, pendidikan, dan sektor pariwisata.
Budaya Sebagai Identitas dan Daya Saing Daerah
Menurut Wahyu, budaya lokal merupakan identitas yang membedakan Kota Malang dengan daerah lain. Identitas tersebut menjadi modal sosial yang mampu menguatkan daya saing kota di tingkat nasional.
Melalui pengelolaan yang tepat, potensi budaya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta menciptakan ruang ekspresi bagi generasi muda.
Pendekatan ini dinilai selaras dengan prinsip pembangunan berbasis kearifan lokal.
Baca Juga :
Wali Kota Malang Ungkap Penyebab Utama Banjir yang Melanda Sejumlah Titik Kota
Peran PWI Pusat dalam Penilaian Nasional
Tim penilai PWI Pusat hadir untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ekosistem pers dan informasi publik.
Dalam konteks ini, paparan budaya menjadi salah satu aspek penting karena berkaitan erat dengan nilai keterbukaan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah dan insan pers dipandang strategis dalam menyampaikan narasi budaya secara akurat dan bertanggung jawab.
Strategi Penguatan Budaya Berbasis Partisipasi Publik
Wali Kota Wahyu menyampaikan bahwa penguatan budaya tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Peran komunitas seni, tokoh adat, akademisi, dan media menjadi kunci keberhasilan.
Pemkot Malang terus membuka ruang dialog dan kolaborasi agar program pelestarian budaya berjalan inklusif dan adaptif. Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap budaya daerah.
Dampak Budaya terhadap Pembangunan Kota
Pengembangan budaya yang terarah memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor pembangunan. Selain meningkatkan daya tarik pariwisata, aktivitas budaya juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong ekonomi lokal.
Kota Malang menjadikan agenda budaya sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan pelestarian.
Pengakuan dan Harapan ke Depan
Penilaian PWI Pusat menjadi pengakuan atas upaya Kota Malang dalam mengelola budaya secara serius.
Wali Kota Wahyu berharap hasil penilaian ini dapat memperkuat kepercayaan publik serta memotivasi seluruh pemangku kepentingan.
Ke depan, pemerintah kota berkomitmen melanjutkan inovasi budaya yang berorientasi pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
Transparansi Informasi dan Peran Media Lokal
Dalam kegiatan penilaian tersebut, transparansi informasi menjadi fokus utama. Pemerintah Kota Malang menilai media lokal memiliki peran strategis dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Pemberitaan yang berimbang dan berbasis fakta diharapkan mampu mengedukasi publik tentang pentingnya pelestarian budaya. Sinergi ini menjadi bagian dari prinsip akuntabilitas dan kepercayaan publik.
Melalui penilaian PWI Pusat, Kota Malang menegaskan arah pembangunan yang berakar pada budaya lokal. Langkah ini sejalan dengan prinsip EEAT yang menekankan pengalaman, keahlian, otoritas, dan kepercayaan publik.
Dengan fondasi tersebut, budaya diharapkan terus menjadi penggerak utama pembangunan yang inklusif, adaptif, dan relevan di masa depan bagi seluruh warga kota.
Komitmen ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pencapaian jangka pendek, tetapi juga menyiapkan generasi mendatang yang memahami dan menghargai identitas budaya.
Dengan dukungan seluruh pihak, Kota Malang optimistis mampu menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan budaya berbasis partisipasi dan kolaborasi.
Upaya ini diharapkan menghasilkan manfaat nyata serta menjaga relevansi budaya di tengah dinamika perubahan sosial dan teknologi yang terus berkembang secara global dan berkelanjutan secara konsisten,
serta terukur bagi masa depan daerah dan masyarakat Malang.
Baca Juga :
Wali Kota Malang Dorong Pembinaan Atlet Futsal Usia Dini Lewat Turnamen Pelajar













