Infomalangcom – Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat secara syariat Islam. Namun, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari sesuai dengan ketentuan yang ada.
Agar ibadah puasa menjadi lebih berkualitas dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, terdapat berbagai hal yang disunnahkan saat puasa untuk dikerjakan. Amalan-amalan sunnah ini merupakan pelengkap yang akan menyempurnakan pahala wajib serta memberikan ketenangan batin bagi setiap individu yang melaksanakannya.
Memahami rincian mengenai hal-hal sunnah ini sangat penting agar kita tidak hanya mendapatkan rasa lapar saja selama menjalani ibadah suci ini. Artikel ini akan mengulas secara mendalam berbagai anjuran Rasulullah SAW yang dapat kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari selama bulan Ramadhan berlangsung.
Menyegerakan Berbuka Puasa Saat Waktunya Tiba
Salah satu hal yang disunnahkan saat puasa dan memiliki keutamaan besar adalah menyegerakan berbuka puasa begitu waktu maghrib telah tiba secara resmi. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk tidak menunda-nunda waktu berbuka karena di dalamnya terdapat keberkahan dan kebaikan yang sangat nyata bagi umat.
Menyegerakan berbuka menunjukkan ketaatan kita terhadap batasan waktu yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dalam syariat ibadah puasa tersebut. Selain itu, secara kesehatan, menyegerakan masuknya nutrisi setelah belasan jam berpuasa sangat baik untuk memulihkan energi tubuh yang sempat hilang selama beraktivitas.
Disunnahkan juga untuk berbuka dengan kurma dalam jumlah ganjil atau dengan air putih jika kurma tidak tersedia di meja makan Anda. Kurma mengandung gula alami yang cepat diserap oleh tubuh, sehingga kadar glukosa dalam darah dapat kembali normal dengan sangat cepat dan efisien.
Baca Juga : Bau Mulut Puasa Siang Hari, Penyebab dan Cara Mencegahnya agar Tetap Percaya Diri
Melaksanakan Makan Sahur dan Mengakhirkannya
Makan sahur adalah aktivitas makan yang dilakukan sebelum fajar menyingsing dan merupakan salah satu hal yang disunnahkan saat puasa yang sangat ditekankan. Rasulullah SAW bersabda bahwa dalam makan sahur terdapat keberkahan, sehingga umat Muslim sangat dianjurkan untuk tetap makan meski hanya dengan seteguk air.
Berbeda dengan waktu berbuka, untuk sahur kita disunnahkan untuk mengakhirkannya atau mendekati waktu imsak atau terbitnya fajar shadiq secara tepat. Mengakhirkan sahur bertujuan agar cadangan energi di dalam tubuh tetap optimal saat kita mulai menjalankan ibadah puasa di pagi hari yang sibuk.
Selain memberikan kekuatan fisik, sahur juga menjadi momen spiritual di mana kita bisa melaksanakan ibadah shalat malam atau berdzikir di waktu mustajab. Suasana tenang di waktu sahur sangat mendukung bagi seseorang untuk melakukan refleksi diri dan memohon ampunan kepada Allah SWT sebelum memulai hari baru.
Meningkatkan Tadarus Al Quran dan Sedekah
Bulan Ramadhan adalah bulan turunnya Al Quran, sehingga memperbanyak membaca serta mengkaji maknanya termasuk hal yang disunnahkan saat puasa secara masif. Membaca satu huruf dalam Al Quran di bulan biasa saja sudah berpahala besar, apalagi jika dilakukan saat kita sedang menjalankan ibadah puasa.
Tadarus Al Quran secara rutin baik secara individu maupun berjamaah di masjid dapat mempertebal keimanan dan memberikan ketenangan yang luar biasa bagi jiwa manusia. Selain membaca, mendengarkan lantunan ayat suci juga mendatangkan rahmat bagi siapa saja yang menyimaknya dengan penuh perhatian dan kekhusyukan yang dalam.
Sifat dermawan juga sangat dianjurkan untuk ditingkatkan selama bulan Ramadhan, meneladani Rasulullah SAW yang kedermawanannya diibaratkan seperti angin yang berhembus kencang. Bersedekah tidak harus dalam jumlah besar, namun konsistensi dalam membantu sesama yang membutuhkan menjadi nilai utama yang sangat dihargai dalam agama Islam.
Menjaga Lisan dari Perkataan yang Tidak Bermanfaat
Ibadah puasa mengajarkan kita untuk mengendalikan diri, tidak hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari lisan yang seringkali sulit untuk dijaga. Menjaga lisan dari ghibah, fitnah, maupun perkataan kasar adalah hal yang disunnahkan saat puasa untuk menjaga kualitas dan integritas pahala ibadah kita.
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan haus karena mereka tidak menjaga lisan mereka. Berkata baik atau diam merupakan pilihan terbaik agar puasa kita tidak menjadi sia-sia dan tetap mendapatkan keridhaan dari Allah SWT secara sempurna.
Sabar dalam menghadapi emosi dan menghindari pertengkaran juga menjadi bagian dari sunnah yang harus senantiasa kita praktikkan di lingkungan sosial mana pun. Dengan menjaga lisan dan hati, kita sedang melatih kecerdasan emosional yang akan sangat berguna bagi kehidupan kita setelah bulan Ramadhan berakhir nanti.
Memberi Makan Orang yang Sedang Berbuka Puasa
Amalan yang satu ini memiliki janji pahala yang sangat luar biasa, yaitu mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut. Memberi makan orang yang berbuka, baik dalam bentuk takjil ringan maupun makanan berat, adalah hal yang disunnahkan saat puasa yang sangat mulia.
Kegiatan ini dapat dilakukan dengan berbagi kepada tetangga, menyediakan makanan di masjid, atau membagikan nasi kotak kepada mereka yang masih di jalan saat maghrib. Solidaritas sosial yang terbangun dari aksi sederhana ini mampu mempererat ukhuwah islamiyah dan rasa empati antar sesama anggota masyarakat luas.
Dengan menjalankan sunnah-sunnah ini, semoga ibadah puasa kita di tahun 2026 dan seterusnya menjadi lebih bermakna dan memberikan dampak transformasi positif bagi kepribadian. Mari kita manfaatkan setiap detik di bulan suci ini untuk meraih sebanyak mungkin kebaikan dan ampunan dari Allah SWT melalui amalan-amalan yang dicontohkan Nabi.
Baca Juga : Sering Kehabisan Energi Sosial? Recharge Efektif Jadi Solusinya












