Infomalangcom – Ramadan di Kota Malang selalu menghadirkan atmosfer yang berbeda. Udara sejuk pegunungan berpadu dengan gema selawat dari sudut-sudut kota, menciptakan ruang spiritual yang mendalam bagi umat Muslim.
Memasuki sepuluh malam terakhir, pencarian tempat ibadah yang representatif menjadi prioritas. Memilih masjid ikonik di Malang bukan sekadar mencari tempat salat, melainkan mencari ekosistem ibadah yang mampu menjaga ritme kekhusyukan antara dimensi vertikal (kepada Allah) dan kenyamanan fasilitas fisik.
Berikut adalah panduan mendalam mengenai lima masjid paling berpengaruh di Malang Raya yang menjadi magnet jamaah untuk melaksanakan Tarawih dan Itikaf pada Ramadan 2026.
1. Masjid Agung Jami’ Kota Malang: Episentrum Spiritual Jawa-Arab
Berdiri kokoh sejak tahun 1890, Masjid Agung Jami’ bukan sekadar tempat ibadah, melainkan saksi bisu sejarah perkembangan Islam di Bhumi Arema.
Secara arsitektural, masjid ini memadukan gaya Jawa (atap tajug tumpang tiga) dan pengaruh Arab pada pilar serta kubahnya.
Bagi Anda yang mencari pengalaman Itikaf massal yang kolosal, inilah tempatnya. Pada malam-malam ganjil, area seluas 3.000 meter persegi ini dipadati ribuan jamaah.
Keunggulannya terletak pada pembacaan kitab kuning oleh para ulama sepuh setelah salat Tarawih, memberikan asupan intelektual sebelum memasuki sesi Qiyamullail yang dimulai pukul 02.00 WIB.
- Alokasi: Jl. Merdeka Barat No.3, Kauman, Kec. Klojen, Kota Malang.
- Aksesibilitas: Terletak di sisi barat Alun-alun Merdeka Malang, memudahkan jamaah mencari kebutuhan logistik atau transportasi.
2. Masjid Sabilillah: Monumen Perjuangan dan Spiritual
Masjid Sabilillah dikenal sebagai markas besar Laskar Sabilillah saat melawan penjajah. Semangat heroisme tersebut kini bertransformasi menjadi semangat ibadah yang luar biasa. Masjid ini memiliki menara setinggi 17 meter yang melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia.
Daya tarik utama di sini adalah kualitas imamnya. Pengurus masjid sangat selektif memilih imam dengan standar makhraj dan irama (langgam) yang menyentuh hati.
Program Itikaf di Sabilillah sangat terorganisir dengan adanya paket sahur dan sistem keamanan 24 jam bagi kendaraan jamaah, menjadikannya salah satu masjid ikonik di Malang dengan manajemen terbaik.
- Alokasi: Jl. A. Yani No.15, Blimbing, Kec. Blimbing, Kota Malang.
- Informasi Lanjut: Pantau jadwal imam melalui Instagram @masjidsabilillahmalang.
Baca Juga : Ramadan Effect, Kenapa Masjid Hanya Penuh Sebulan?
3. Masjid A.R. Fachruddin (UMM): Keagungan di Bukit Tlogomas
Masjid milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini merupakan bangunan lima lantai yang didominasi warna putih bersih.
Posisi bangunannya yang bertingkat-tingkat di atas lereng bukit memberikan ventilasi udara alami yang sangat dingin, sangat mendukung untuk bertahan lama dalam sujud tanpa merasa gerah.
Keunggulan spesifik di sini adalah “Itikaf Literasi”. Selain ibadah ritual, jamaah sering disuguhi diskusi panel atau kajian tematik yang relevan dengan isu sosial modern.
Hal ini sangat cocok bagi kalangan intelektual dan mahasiswa yang ingin memperdalam agama dari sudut pandang sains dan sosial.
- Alokasi: Jl. Raya Tlogomas No.246, Tlogomas, Kec. Lowokwaru, Kota Malang.
- Visualitas: Keindahan arsitekturnya dapat dilihat melalui Dokumentasi Drone Masjid UMM.
4. Masjid Raden Patah (MRP) Universitas Brawijaya
Terletak di pusat kampus Universitas Brawijaya, Masjid Raden Patah (MRP) menawarkan suasana yang dinamis. Masjid ini baru saja mengalami renovasi besar-besaran dengan gaya arsitektur yang menyerupai bangunan di Madinah, lengkap dengan detail interior yang mewah namun tetap minimalis.
Hal yang paling berkesan dari MRP adalah penyediaan takjil dan buka puasa dalam skala besar. Untuk Itikaf, panitia biasanya memberlakukan sistem pendaftaran daring guna memastikan kapasitas aula utama tidak overload, sehingga sirkulasi oksigen tetap terjaga selama salat Tahajud berjamaah.
- Alokasi: Kompleks Universitas Brawijaya, Jl. Veteran, Kec. Lowokwaru, Kota Malang.
- Fasilitas Utama: Area wudu yang sangat bersih, perpustakaan digital, dan aula serbaguna.
5. Masjid Abu Dzar Al-Ghifari: Privasi dalam Kekhusyukan
Jika keempat masjid di atas menawarkan keramaian, Masjid Abu Dzar Al-Ghifari di Griya Shanta menawarkan sisi sebaliknya: ketenangan.
Masjid ini menjadi pilihan bagi profesional atau keluarga yang menginginkan Itikaf dengan jumlah peserta terbatas agar lebih fokus melakukan muhasabah (introspeksi diri).
Sistem kuota yang diterapkan memastikan setiap orang mendapatkan tempat tidur (matras) dan ruang salat yang tidak berdesakan. Programnya berfokus pada tahsin Al-Qur’an dan doa-doa panjang yang dipandu oleh ustadz yang berkompeten.
- Alokasi: Perumahan Griya Shanta Blok E, Jl. Candi Jolotundo I, Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang.
Perbandingan Strategis Masjid Ikonik Malang
| Indikator | Masjid Agung Jami’ | Masjid Sabilillah | Masjid A.R. Fachruddin | Masjid Raden Patah | Abu Dzar Al-Ghifari |
| Kapasitas | Sangat Besar | Besar | Sangat Besar | Besar | Terbatas |
| Suasana | Tradisional | Heroik/Religius | Modern/Akademis | Milenial/Rapi | Privat/Tenang |
| Program Unggulan | Kajian Kitab Kuning | Salat Sunnah Lengkap | Diskusi Tematik | Buka Puasa Bersama | Tahsin & Muhasabah |
| Suhu Ruang | Sejuk | Normal | Sangat Dingin | Dingin (AC) | Sejuk |
Memilih masjid ikonik di Malang sebagai tempat Itikaf memerlukan persiapan fisik, terutama mengingat suhu malam hari di Malang yang bisa mencapai 18°C.
Pastikan Anda membawa jaket atau selimut kecil jika berencana menetap hingga waktu sahur di masjid-masjid tersebut.
Seluruh informasi ini merujuk pada kebiasaan manajemen masjid tahun-tahun sebelumnya dan diproyeksikan tetap konsisten pada Ramadan 2026 mendatang.
Baca Juga : Ramadhan Berkah, 5 Masjid di Lowokwaru Konsisten Sediakan Takjil Gratis











