Infomalangcom – Pengungkapan kasus produksi petasan ilegal kembali terjadi di wilayah Malang. Aparat kepolisian berhasil membongkar aktivitas pembuatan bahan peledak jenis bubuk mercon dan menyita sekitar 3 kilogram bahan siap edar dari seorang pelaku berinisial BP.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan potensi bahaya ledakan di lingkungan permukiman padat penduduk.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa praktik pembuatan petasan ilegal masih terjadi di Indonesia, terutama menjelang periode tertentu seperti bulan Ramadan dan perayaan hari besar.
Aparat menegaskan bahwa tindakan ini melanggar hukum karena melibatkan bahan berbahaya yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.
Kronologi Pengungkapan Kasus
Berdasarkan informasi dari kepolisian, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas produksi bahan peledak di sebuah rumah warga di wilayah Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Setelah menerima laporan tersebut, tim kepolisian melakukan penyelidikan hingga akhirnya menemukan lokasi produksi.
Saat dilakukan penggerebekan, pelaku berinisial BP diamankan tanpa perlawanan di rumahnya. Dari lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa bubuk mercon siap edar, sumbu petasan, serta alat yang digunakan dalam proses produksi. Total barang bukti yang diamankan mencapai sekitar 3 kilogram bubuk mercon
Menurut laporan media nasional, pelaku diduga telah memproduksi bahan tersebut untuk diperjualbelikan demi keuntungan pribadi tanpa izin resmi dari pihak berwenang .
Baca Juga : Prabowo Diundang Ke Gedung Putih Perdamaian Dunia
Barang Bukti yang Diamankan Polisi
Dalam proses penggeledahan, aparat tidak hanya menyita bubuk mercon, tetapi juga sejumlah perlengkapan lain yang digunakan untuk merakit petasan. Barang bukti tersebut memperkuat dugaan bahwa aktivitas ini bukan sekadar kepemilikan, melainkan produksi dalam skala rumahan.
Selain bubuk mercon, polisi juga mengamankan sumbu dan beberapa peralatan pendukung lainnya. Semua barang bukti kemudian dibawa ke kantor kepolisian untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Aparat menyebut bahwa bahan tersebut sangat berbahaya karena dapat menyebabkan ledakan besar jika tidak ditangani sesuai prosedur.
Motif Pelaku dan Jalur Peredaran
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga melakukan produksi petasan ilegal untuk mendapatkan keuntungan ekonomi. Permintaan bubuk petasan biasanya meningkat pada momen tertentu, sehingga menjadi peluang bagi pelaku untuk menjualnya secara ilegal.
Polisi juga masih melakukan pengembangan untuk mengetahui kemungkinan adanya jaringan distribusi yang lebih luas. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah pelaku bekerja sendiri atau merupakan bagian dari kelompok produksi tertentu.
Kasus seperti ini sering terjadi di beberapa daerah lain di Indonesia, terutama karena bahan baku petasan masih dapat diperoleh secara tidak resmi di pasar gelap.
Dampak Bahaya dari Petasan Ilegal
Produksi petasan ilegal memiliki risiko yang sangat tinggi, baik bagi pelaku maupun masyarakat sekitar. Bubuk mercon merupakan bahan yang mudah meledak jika terkena percikan api atau gesekan tertentu. Oleh karena itu, aktivitas produksi di lingkungan pemukiman sangat berbahaya.
Menurut data keselamatan publik, bahan peledak tanpa standar pengamanan dapat menyebabkan kebakaran hingga korban jiwa. Inilah alasan mengapa pemerintah dan kepolisian terus melakukan operasi penertiban terhadap produksi petasan ilegal di berbagai daerah.
Selain risiko fisik, aktivitas ini juga melanggar hukum karena tidak memiliki izin resmi. Pelaku dapat dijerat dengan pasal terkait bahan peledak sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Upaya Kepolisian dalam Pencegahan
Kepolisian secara rutin melakukan operasi penertiban untuk mencegah peredaran petasan ilegal, terutama menjelang hari besar keagamaan. Langkah ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain penindakan, aparat juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam produksi maupun penjualan petasan ilegal. Laporan dari warga menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengungkapan kasus seperti ini.
Data dari berbagai pemberitaan menunjukkan bahwa pengungkapan kasus serupa sering berhasil berkat kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan .
Baca Juga : Daftar Lengkap Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu & Rp20 Ribu di Kota Malang Terbaru 2026












