Infomalangcom – Bulan Ramadhan di Kota Malang selalu menyajikan atmosfer yang hangat, terutama di kawasan Lowokwaru yang dikenal sebagai jantung pendidikan.
Bagi mahasiswa perantau, pemburu keberkahan, maupun masyarakat umum, mencari tempat berbuka puasa yang inklusif adalah tradisi tersendiri.
Fenomena “war takjil” di sini bukan sekadar mencari makanan gratis, melainkan bentuk solidaritas sosial yang kental antara warga lokal dan kaum intelektual muda.
Kawasan Lowokwaru memiliki keunikan karena dikelilingi kampus-kampus besar seperti Universitas Brawijaya (UB) dan Polinema.
Hal ini memicu masjid-masjid di sekitarnya untuk bergerak masif dalam manajemen logistik pangan selama 30 hari penuh.
1. Masjid Al-Ikhlas: Oase bagi Mahasiswa Jatimulyo
Terletak di Jalan Semanggi Barat, Masjid Al-Ikhlas menjadi titik kumpul utama bagi mahasiswa yang tinggal di area kos-kosan Jatimulyo.
Keunggulan masjid ini adalah konsistensinya dalam menyediakan menu yang bergizi. Berdasarkan pengalaman jamaah setempat, takjil yang disediakan tidak hanya berupa kurma, tetapi sering kali disertai snack berat atau nasi bungkus hasil swadaya warga RW 03.
Manajemen pembagian di sini sangat menghargai waktu. Antrean biasanya tertata rapi sejak pukul 17.10 WIB. Kedekatan lokasi dengan area kampus membuat Masjid Al-Ikhlas selalu penuh, sehingga bagi Anda yang ingin beriktikaf sekaligus berbuka, disarankan datang lebih awal untuk mengamankan posisi di dalam ruang utama.
2. Masjid Nuruttaqwa Dewandaru: Destinasi Iftar Strategis
Jika berbicara tentang 5 masjid di Lowokwaru yang paling strategis, Masjid Nuruttaqwa di Jalan Dewandaru adalah jawabannya. Berada di pusat kuliner mahasiswa, masjid ini memiliki sistem donasi yang sangat terbuka.
Masyarakat sekitar dan para pemilik usaha di sepanjang Jalan Dewandaru rutin mengirimkan paket berbuka secara bergantian.
Di sini, konsep penyajian sering kali menggunakan piring atau wadah yang lebih ramah lingkungan untuk mengurangi sampah plastik.
Menu “Takjil Segar” seperti kolak pisang atau es buah menjadi primadona sebelum masuk ke menu utama setelah salat Magrib.
Tradisi ini memperlihatkan sinergi antara ekonomi lokal dan kegiatan ibadah yang sangat harmonis di wilayah RW 02.
3. Masjid Muqorobun: Pusat Kegiatan Remaja Masjid
Masjid Muqorobun yang berlokasi di Jalan Simbar Menjangan terkenal dengan pergerakan pemudanya. Remaja Masjid (Remas) di sini berperan aktif dalam mengelola dana infak Ramadan untuk dikonversi menjadi ratusan paket takjil setiap harinya.
Integritas pengelolaan pangan di sini sangat tinggi, di mana kebersihan dan ketepatan waktu menjadi prioritas utama.
Selain pembagian makanan, Masjid Muqorobun sering mengadakan kajian singkat menjelang berbuka (kultum), yang memberikan nilai tambah spiritual bagi para pemburu takjil.
Hal ini membuktikan bahwa masjid ini tidak hanya memberi kekenyangan fisik, tetapi juga nutrisi batin bagi para jamaahnya.
Baca Juga : 3 Pasar Takjil di Malang yang Wajib Dikunjungi Selama Ramadhan 2026
4. Masjid Bahrul Maghfiroh: Tradisi Buka Bersama Masif
Bergeser ke arah Jalan Joyo Agung, terdapat Masjid Bahrul Maghfiroh yang berada di naungan pondok pesantren.
Masjid ini adalah salah satu yang terbesar di Lowokwaru dalam hal kapasitas penyediaan makanan. Karena memiliki area yang luas, suasana berbuka di sini terasa sangat kekeluargaan dengan konsep lesehan yang panjang.
Sumber pendanaan di Bahrul Maghfiroh sangat kuat, berasal dari yayasan, donatur tetap, hingga hasil unit usaha pesantren sendiri.
Tak jarang, menu yang disajikan dimasak langsung di dapur umum pesantren, menjamin kesegaran dan kehangatan makanan saat azan berkumandang.
Ini adalah lokasi yang tepat bagi Anda yang ingin merasakan atmosfer Ramadan ala santri di tengah kota.
5. Masjid Babul Jannah: Guyub Rukun di Pemukiman Padat
Terletak di Jalan Bunga Kumis Kucing, Masjid Babul Jannah merepresentasikan kekuatan komunitas lokal. Meski berada di pemukiman yang padat, semangat berbagi warga RW 02 tidak pernah surut.
Keunikan di sini adalah adanya “jadwal piket” memasak bagi ibu-ibu warga sekitar.
Setiap hari, menu yang disajikan berbeda-beda tergantung pada kreativitas warga yang bertugas. Hal ini menciptakan variasi menu yang tidak membosankan, mulai dari masakan rumahan hingga kue-kue tradisional.
Hubungan antara mahasiswa yang mengontrak di wilayah ini dengan warga asli sangat cair, yang terlihat jelas saat momen makan bersama di serambi masjid.
Manajemen Logistik dan Sumber Dana Takjil di Lowokwaru
Keberlangsungan pembagian takjil di 5 masjid di Lowokwaru ini didukung oleh sistem keuangan yang transparan. Sebagian besar masjid menggunakan tiga pilar pendanaan:
- Donasi Alumni: Banyak mantan mahasiswa yang kini sudah bekerja mengirimkan bantuan sebagai bentuk “balas budi” atas masa sulit mereka saat kuliah dulu.
- Kotak Amal Iftar: Dana yang dikumpulkan khusus untuk kebutuhan konsumsi Ramadan.
- Sistem Kupon: Untuk menjaga ketertiban, beberapa masjid di area padat menggunakan sistem kupon yang dibagikan menjelang asar guna memastikan distribusi yang merata.
Baca Juga : Pasar Takjil Malang Diatur Lebih Ketat, Ini Aturan Barunya












