infomalangcom – Bulan Ramadan selalu membawa berkah tersendiri bagi roda perekonomian masyarakat, termasuk di Kota Malang. Kehadiran pasar takjil di berbagai titik kota tidak hanya menjadi tempat berburu menu berbuka, tetapi juga menggerakkan perputaran uang hingga ratusan juta rupiah setiap harinya di masing-masing lokasi.
Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, pasar takjil di Jalan Surabaya tercatat diramaikan 261 pedagang, dengan omzet masing-masing pedagang berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per hari. J
ika dirata-rata, total uang yang mengalir di lokasi tersebut diperkirakan mencapai Rp130 juta hingga Rp261 juta per hari.
Geliat Ekonomi di Dua Titik Pasar Takjil Terbesar
Koordinator Pasar Takjil Jalan Surabaya, Wahyudi, menyebut tren kenaikan pengunjung sudah terlihat sejak hari-hari awal pembukaan pada Kamis (19/2).
“Satu minggu pertama (bulan Ramadan) kunjungan selalu penuh, asal tidak hujan saat sorenya,” ujarnya.
Wahyudi menambahkan, tingginya jumlah pengunjung berbanding lurus dengan minat pedagang yang ingin berjualan. Panitia bahkan terpaksa menolak puluhan pendaftar, karena dari kuota awal 230 pedagang, jumlahnya telah diperluas hingga menampung 261 pelaku UMKM.
Sementara itu, geliat serupa juga terjadi di pasar takjil area Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ), yang menampung 150 lapak pedagang.
Penghasilan masing-masing pedagang di lokasi ini berkisar Rp500 ribu hingga Rp3 juta per hari, sehingga total perputaran uangnya diperkirakan mencapai Rp75 juta hingga Rp300 juta per hari. Para pedagang di TKBJ dikenakan biaya sebesar Rp2 juta kepada pengelola untuk satu musim Ramadan.
“Itu sudah dapat listrik dan tenda,” ujar Pengelola Pasar Takjil TKBJ, Rizal Pradana.
Rizal menyebut antusiasme UMKM tahun ini untuk ikut berjualan di pasar takjil TKBJ semakin tinggi, terlihat dari jumlah pendaftar yang menghubunginya mencapai lebih dari 200 orang, meski pihaknya hanya mampu menyediakan 150 lapak.
Baca Juga: Kekerasan Seksual Dominasi Kasus Anak di Malang, Pelaku Banyak Berasal dari Orang Terdekat
Meski perputaran uangnya cukup besar, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menegaskan bahwa pihaknya tidak memungut retribusi apa pun dari para pedagang di pasar takjil. Meski begitu, pengawasan terhadap keamanan pangan tetap dilakukan secara ketat.
“Nanti kami bakal sidak secara acak pasar-pasar takjil itu,” terang Eko.
Dari sisi pemerintah provinsi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, menilai penyelenggaraan pasar takjil, khususnya di TKBJ, turut meningkatkan perputaran ekonomi di Malang Raya secara lebih luas, mengingat UMKM yang berjualan tidak hanya berasal dari Kota Malang, tetapi juga dari Kabupaten Malang.
“Kegiatan ini juga mendukung penguatan UMKM, karena tidak hanya UMKM Kota Malang yang berjualan, tetapi juga UMKM dari Kabupaten Malang,” ungkap Evy.
Ia menambahkan bahwa relokasi sebagian pasar takjil dari trotoar Jalan Soekarno-Hatta ke kawasan TKBJ turut mendongkrak pendapatan para pedagang kaki lima hingga sekitar 250 persen, sekaligus memberi ruang lebih luas bagi para seniman lokal untuk tampil di tengah keramaian pasar Ramadan tersebut.
Tingginya perputaran ekonomi di pasar takjil ini turut dirasakan oleh pihak-pihak di luar pedagang utama, termasuk juru parkir yang ikut kecipratan berkah Ramadan dari melimpahnya pengunjung setiap sore.
Salah satu juru parkir di pasar takjil Jalan Surabaya, Doni, mengaku dapat meraup penghasilan hingga Rp300 ribu per hari selama musim pasar takjil berlangsung.
“Alhamdulillah, berkah Ramadan. Di sini sangat ramai,” ujar Doni.
Fenomena pasar takjil sebagai penggerak ekonomi musiman semacam ini menjadi gambaran nyata bagaimana momentum Ramadan mampu menghidupkan sektor informal di berbagai kota.
Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan dan pemetaan pasar takjil di Kota Malang dapat diakses melalui laman resmi Pemerintah Kota Malang.
Dengan perputaran uang yang mencapai ratusan juta rupiah per titik ini, pasar takjil di Kota Malang membuktikan diri sebagai salah satu motor penggerak ekonomi kreatif dan UMKM yang signifikan selama bulan Ramadan, sekaligus menjadi bukti nyata besarnya animo masyarakat dalam menyambut momen berbuka puasa bersama setiap tahunnya.
Baca Juga: 5 Target Ibadah Harian yang Realistis Selama Ramadan













