Infomalangcom – Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Muslim untuk menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Namun, perubahan pola makan selama puasa sering memicu gangguan lambung seperti perih, mual, atau kambuhnya asam lambung. Karena itu, memilih takjil sehat dan ramah lambung sangat penting agar buka puasa tetap nyaman.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penderita gastritis atau maag perlu menghindari makanan terlalu pedas, asam, dan berlemak saat berbuka.
Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga menyarankan untuk tidak langsung mengonsumsi makanan berat dalam jumlah besar setelah berpuasa seharian. Berikut tujuh pilihan takjil yang lebih aman untuk lambung.
Kurma
Kurma menjadi sunnah Rasulullah SAW dan pilihan terbaik untuk berbuka. Buah ini mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang cepat mengembalikan energi tanpa membebani lambung.
Berdasarkan data United States Department of Agriculture (USDA), kurma kaya serat dan kalium yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Mengonsumsi satu hingga tiga butir kurma saat berbuka membantu menstabilkan gula darah secara bertahap. Teksturnya yang lembut juga lebih mudah dicerna sehingga cocok untuk penderita maag.
Baca Juga : Bukber dan Budaya Konsumtif Ramadan, Tradisi atau Kompetisi Sosial Terselubung?
Air Putih Hangat
Setelah seharian berpuasa, tubuh mengalami dehidrasi ringan. Minum air putih hangat membantu menenangkan lambung dan memperlancar sistem pencernaan. Air hangat juga membantu merangsang gerakan usus tanpa memicu iritasi.
Kementerian Kesehatan RI menganjurkan pola minum 2-4-2 selama Ramadan, yaitu dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Hindari langsung minum es dalam jumlah banyak karena bisa memicu kontraksi lambung.
Sup Sayur Bening
Sup sayur bening seperti wortel, kentang, dan buncis menjadi pilihan aman untuk lambung. Kandungan serat dan airnya membantu proses pencernaan lebih lembut. Sup juga memberi rasa kenyang tanpa membuat perut terasa begah.
Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, sayuran rendah lemak dan dimasak dengan cara direbus lebih mudah dicerna dibandingkan makanan yang digoreng. Hindari tambahan santan atau cabai berlebihan agar tetap ramah lambung.
Pisang
Pisang dikenal sebagai buah yang bersahabat dengan lambung. Buah ini mengandung pektin yang membantu memperlancar pencernaan serta bersifat antasida alami yang dapat membantu menetralkan asam lambung.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menyebutkan bahwa penderita GERD sebaiknya memilih buah non-asam seperti pisang, melon, dan apel. Pisang matang sangat cocok dijadikan takjil sederhana sebelum makan utama.
Bubur Kacang Hijau Tanpa Santan Berlebih
Bubur kacang hijau mengandung protein nabati, serat, serta vitamin B kompleks. Namun, penting untuk mengurangi penggunaan santan berlebihan agar tidak memicu produksi asam lambung.
Kacang hijau juga memiliki indeks glikemik sedang sehingga energi dilepaskan secara bertahap. Konsumsi dalam porsi kecil dapat membantu mengisi energi tanpa membuat lambung bekerja terlalu berat setelah puasa panjang.
Oatmeal Hangat
Oatmeal menjadi alternatif takjil sehat yang semakin populer. Oat mengandung beta-glukan, sejenis serat larut yang membantu menjaga kesehatan pencernaan dan menstabilkan kadar gula darah.
Menurut Mayo Clinic, makanan tinggi serat larut dapat membantu mengurangi gejala refluks asam pada sebagian orang. Sajikan oatmeal hangat dengan tambahan potongan pisang agar lebih aman dan bernutrisi.
Puding Susu Rendah Gula
Puding susu rendah gula memiliki tekstur lembut sehingga mudah dicerna. Pilih susu rendah lemak untuk mengurangi risiko peningkatan asam lambung. Hindari topping cokelat berlebihan atau saus asam.
Produk susu rendah lemak cenderung lebih aman bagi sebagian penderita maag dibandingkan susu full cream. Namun, perhatikan toleransi masing-masing tubuh karena respons tiap orang berbeda.
Tips Aman Mengonsumsi Takjil Saat Ramadan
Selain memilih menu yang tepat, cara mengonsumsi takjil juga berpengaruh terhadap kesehatan lambung. Mulailah dengan porsi kecil, kunyah perlahan, dan beri jeda sebelum makan besar.
Hindari langsung mengonsumsi gorengan, makanan pedas, atau minuman berkafein saat perut kosong.
Bagi yang memiliki riwayat gastritis atau GERD, sebaiknya tetap mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter dan tidak melewatkan sahur. Pola makan teratur membantu mencegah lonjakan asam lambung selama Ramadan.
Memilih takjil sehat dan ramah lambung bukan berarti mengurangi kenikmatan berbuka. Justru dengan pilihan yang tepat, ibadah puasa dapat dijalani lebih nyaman tanpa gangguan pencernaan.
Pastikan selalu memperhatikan kebutuhan tubuh dan memilih makanan yang seimbang agar Ramadan tetap sehat dan penuh energi.
Baca Juga : Ramadhan Tanpa Kurma Kurang Afdal, Ini 3 Toko Kurma Terbaik di Kota Malang














