Breaking

Menyambut Bulan Suci, Menu MBG di Kota Malang Disesuaikan Selama Ramadhan 2026

Menyambut Bulan Suci, Menu MBG di Kota Malang Disesuaikan Selama Ramadhan 2026
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang turut mengalami penyesuaian, baik dari sisi jenis menu maupun mekanisme pendistribusiannya.

infomalangcom – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang turut mengalami penyesuaian, baik dari sisi jenis menu maupun mekanisme pendistribusiannya.

Perubahan ini dilakukan agar makanan yang diterima siswa tetap layak konsumsi hingga waktu berbuka puasa, sekaligus tetap menghormati pelaksanaan ibadah puasa bagi penerima manfaat.

Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Malang, Muhammad Athoillah, mengungkapkan bahwa penyesuaian menu selama Ramadhan merupakan tindak lanjut dari arahan Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pemangku kebijakan program MBG secara nasional.

Menurutnya, langkah ini diambil untuk mencegah makanan basi mengingat waktu penyimpanan yang lebih panjang dari saat penerimaan hingga jam berbuka.

“Untuk menu puasa kami kirimkan dalam bentuk kemasan. Seperti buah, roti, telur, susu. Intinya kami siapkan makanan yang bisa awet selama penyimpanan seharian hingga waktu berbuka puasa,” jelas Athoillah.

Skema Distribusi Menu MBG dan Standar Gizi Selama Ramadhan

Selama bulan Ramadhan, distribusi menu MBG di Kota Malang tidak sepenuhnya berupa makanan kering, melainkan dilakukan secara bergantian antara makanan basah dan makanan kemasan sesuai kesepakatan yang telah ditentukan.

Athoillah menjelaskan, pada hari Senin dan Kamis, penerima manfaat mendapatkan makanan basah dalam kemasan ompreng seperti biasa. Sementara pada Selasa dan Rabu, distribusi dilakukan dalam bentuk makanan kemasan, dan pada Jumat serta Sabtu kembali diberikan menu makanan kering.

Selain jenis makanan, pihak SPPG Kota Malang juga telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh dapur MBG guna menjaga kualitas dan keamanan pangan selama masa penyesuaian ini.

Salah satu poin penting yang ditekankan adalah menghindari penggunaan bahan yang mudah basi, seperti santan, terutama untuk menu yang dikemas dan tidak langsung dikonsumsi.

“Terkait mekanismenya sudah kami sampaikan melalui surat edaran. Terutama makanan kemasan, kalau bisa tidak menggunakan santan dan sejenisnya,” tegasnya.

Meski demikian, mekanisme penyesuaian ini tidak berlaku bagi seluruh kelompok penerima manfaat MBG. Menurut Athoillah, penerima manfaat dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau yang biasa disebut kelompok 3B tetap menerima menu makanan basah seperti hari-hari biasa, mengingat kebutuhan gizi kelompok tersebut yang harus tetap terpenuhi secara optimal tanpa penyesuaian jadwal konsumsi.

Baca Juga : Hasil Autopsi Wanita Tewas di Kos Malang Terungkap, Polisi Lanjutkan Penyelidikan

Sebagai catatan, Kota Malang saat ini telah memiliki puluhan dapur MBG atau SPPG yang tersebar di berbagai kecamatan untuk mendukung kelancaran distribusi program ini kepada siswa maupun kelompok penerima manfaat lainnya.

Penyesuaian menu MBG selama Ramadhan turut mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk kalangan medis maupun anggota DPRD Kota Malang, yang menyoroti pentingnya menjaga kandungan gizi dan kelayakan menu meski dikemas dalam bentuk kering.

Sejumlah pihak menekankan bahwa penyesuaian bentuk kemasan tidak boleh mengurangi pemenuhan standar gizi seimbang bagi anak-anak yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Dari sisi medis, sejumlah tenaga kesehatan turut memberikan catatan terkait komposisi menu kering yang beredar di masyarakat selama Ramadhan. Mereka mengingatkan bahwa meski praktis dan tahan lama, menu kering seperti roti, susu, kacang, maupun abon tetap perlu diperkaya dengan asupan lain agar prinsip gizi seimbang, yang mencakup unsur karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, dapat terpenuhi secara optimal bagi anak-anak yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Sementara itu, sejumlah sekolah melaporkan bahwa proses distribusi menu kering selama Ramadhan berjalan relatif lancar, meski masih ada catatan dari pihak sekolah maupun wali murid terkait kualitas bahan pangan yang diterima, seperti kesegaran buah dalam paket.

Masukan semacam ini turut menjadi bahan evaluasi bagi SPPG di masing-masing wilayah agar kualitas menu tetap terjaga hingga program berakhir menjelang Lebaran.

Terkait standar gizi dan keamanan pangan program MBG secara nasional, masyarakat dapat mengakses informasi lebih lanjut melalui laman resmi Badan Gizi Nasional sebagai lembaga yang menaungi kebijakan pelaksanaan program ini di seluruh Indonesia.

Dengan adanya penyesuaian menu dan mekanisme distribusi ini, Program MBG di Kota Malang diharapkan dapat tetap berjalan optimal selama bulan Ramadhan, tanpa mengurangi esensi pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah maupun kelompok penerima manfaat lainnya, sekaligus tetap menghormati kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa.

Baca Juga: Edukasi Literasi Digital, Cara Kominfo Kota Malang Menjaga Informasi di Era Cyber

Author Image

Author

Bima Yoga