Byon Combat kembali menciptakan gebrakan dalam dunia pertarungan tanah air. Melalui pengumuman resminya, Byon Combat menyatakan akan mengganti format kickboxing menjadi kickstriking, yang akan mulai diterapkan pada gelaran BYON COMBAT SHOWBIZ 5 dan seterusnya.
Kickstriking merupakan format pertarungan striking modern yang menjadi aturan homeground asli Indonesia. Dalam format ini, petarung diperbolehkan menggunakan teknik pukulan dan tendangan seperti kickboxing, dengan tambahan teknik siku terbatas,seperti hook elbow, namun tetap melarang teknik clinch ala muaythai. Hal ini membuat tempo pertandingan tetap tinggi, cepat, dan penuh aksi.
CEO BYON, Cellosz, menyebut kickstriking sebagai langkah besar untuk menciptakan identitas baru dalam dunia pertarungan Indonesia.
“Kickstriking merupakan aturan homeground dari Indonesia, rules dengan pace tingkat tinggi. Ini suatu hal yang baru dan semoga bisa diterima oleh publik,” ujar Cellosz.
“BYON dan UCC (Uni Combat Council) ingin menciptakan sesuatu yang independen, mandiri, dan profesional. Ini adalah penanda kelahiran kickstriking sebagai cabang baru yang berdiri sendiri.”
Ketua Harian UCC, Suwardi, menambahkan bahwa kickstriking hadir sebagai sistem yang netral dan fleksibel.
“Kickstriking ini tidak terikat dengan bela diri manapun,” tegasnya.
Sebagai tonggak awal penerapan format baru kickstriking, ajang BYON COMBAT SHOWBIZ 5 akan menampilkan dua laga utama yang sangat dinantikan, yakni perebutan gelar juara nasional di dua kelas berbeda. Pertarungan pertama akan berlangsung di kelas 61 kg, mempertemukan Aziz Calim melawan Kkjhe.
Baca Juga: Cetak Sejarah di Hari Pertama Porprov IX Jatim 2025, Hapkido Kota Malang Sabet Enam Medali Emas
Keduanya dikenal sebagai petarung dengan gaya striking agresif dan ketajaman teknik yang mumpuni. Aziz Calim, yang sudah lama menjadi nama besar di dunia tarung nasional, dikenal memiliki kecepatan kombinasi serta disiplin bertanding yang solid. Di sisi lain, Kkjhe adalah rising star yang membawa gaya bertarung penuh tekanan, dengan kemampuan membaca celah lawan secara cepat dan mengeksekusi serangan balik yang mematikan. Pertarungan ini diprediksi berlangsung dalam tempo tinggi dan akan menjadi ujian nyata pertama bagi efektivitas format kickstriking di level kompetisi nasional.
Laga utama kedua tak kalah menarik, yaitu pertarungan di kelas 55 kg antara Danar Ilmawan, sang juara bertahan, melawan Rifandi Sinaga, penantang baru yang tengah naik daun. Danar Ilmawan telah dikenal sebagai petarung yang tangguh, disiplin, dan nyaris tak tersentuh dalam beberapa laga terakhirnya. Ia memiliki teknik striking yang tajam dan presisi, serta stamina luar biasa yang membuatnya mampu menjaga intensitas hingga ronde akhir.
Namun kali ini, ia akan menghadapi ancaman serius dari Rifandi Sinaga—seorang petarung muda yang memiliki gaya bertarung eksplosif, dengan timing serangan yang sulit ditebak. Pertemuan keduanya akan menjadi pertarungan klasik antara pengalaman versus ambisi, sekaligus pembuktian siapa yang paling mampu beradaptasi dengan peraturan kickstriking yang baru. Kedua laga ini bukan hanya memperebutkan sabuk juara nasional, tetapi juga menjadi momen bersejarah yang akan menentukan arah baru bagi dunia pertarungan profesional di Indonesia.
Tak hanya itu, BYON COMBAT SHOWBIZ 5 juga akan menampilkan sejumlah pertandingan seru lainnya, yang mempertemukan berbagai petarung unggulan dari seluruh Indonesia. Setiap laga akan menjadi uji coba nyata penerapan aturan kickstriking, sekaligus ajang unjuk kemampuan para atlet dalam menyerap dinamika dan ritme baru pertarungan. Dengan peluncuran format kickstriking ini, BYON dan UCC berharap dapat membawa olahraga tarung Indonesia ke arah yang lebih profesional, independen, dan membanggakan—sebagai rumah dari cabang striking orisinal buatan anak bangsa.
Baca Juga: Skor Telak 0-6! Timnas Indonesia Tumbang di Tangan Samurai Biru














