MALANG – Setelah berbulan-bulan tertutup akibat bencana longsor, Jalur Lintas Selatan (JLS) Kelok 9 yang berada di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, akhirnya mulai diperbaiki. Proyek pemulihan infrastruktur ini menjadi angin segar bagi warga sekitar yang selama ini terdampak langsung oleh terputusnya akses transportasi di jalur strategis tersebut.
Seperti diketahui, jalur JLS merupakan salah satu urat nadi transportasi di wilayah selatan Jawa Timur yang menghubungkan berbagai daerah penting di sepanjang pesisir selatan. Akibat longsor yang terjadi beberapa bulan lalu, aktivitas masyarakat, terutama para petani dan pelaku usaha lokal, terganggu karena mereka harus memutar jauh untuk mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan lainnya.
Kini, harapan kembali muncul dengan dimulainya proses perbaikan jalan dan tebing di lokasi tersebut.
Fokus utama pekerjaan mencakup pemasangan bronjong sebagai penahan longsor di tebing serta pengaspalan ulang badan jalan yang rusak parah akibat tertimbun material longsor.
Menurut Kepala Desa Sumberoto, Budi Utomo, pengerjaan proyek ini masih dalam tahap awal, namun progresnya berjalan cukup baik. Ia menyebut bahwa pemasangan bronjong sudah mulai dilakukan meski masih sebagian. Sementara itu, pekerjaan pengaspalan jalan raya juga mulai digarap secara bertahap.
“Pemasangan bronjong masih sebagian dan pengerjaan terus dilakukan. Pengaspalan jalan raya juga sedang proses pengerjaan,” jelas Budi kepada wartawan pada Selasa (1/7/2025).
Ia menambahkan, untuk sementara jalur JLS Kelok 9 belum dibuka untuk umum karena masih dalam masa pengerjaan dan dinilai belum aman untuk dilalui semua jenis kendaraan. Namun, akses jalan tersebut dibuka secara terbatas untuk kendaraan milik petani yang memiliki lahan tidak jauh dari titik longsor.
“Untuk sementara kendaraan yang melintas kebanyakan ke ladang. Itu pun hanya angkutan hasil pertanian seperti tebu,” tambahnya.
Di sisi lain, pengawasan ketat tetap dilakukan oleh petugas lapangan guna memastikan proses perbaikan berjalan aman dan lancar.
Salah satu petugas pemeliharaan di lapangan, Juanto, juga mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintasi jalur tersebut, meskipun secara fisik sepeda motor atau mobil kecil bisa saja melewati area itu.
“Motor dan mobil bisa lewat. Tapi karena masih proses perbaikan, saya imbau tidak masuk dulu karena mengganggu alat yang sedang bekerja,” tegasnya.
Peristiwa longsor yang terjadi di Kelok 9 disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Donomulyo beberapa bulan terakhir. Tanah tebing yang labil tidak mampu menahan beban air, sehingga menyebabkan material longsor menutup badan jalan dan merusak sebagian besar struktur jalan serta lereng di sekitarnya.
baca juga: Menapak Jejak Sejarah Kolonial Lewat Jalur-Jalur Kota Malang
Dampak dari longsor tersebut sangat dirasakan masyarakat.
Akses distribusi logistik, pengangkutan hasil pertanian, hingga mobilitas warga sehari-hari terhambat. Banyak petani yang mengalami kerugian karena biaya transportasi meningkat akibat harus memutar rute melalui jalur alternatif yang lebih jauh.
Untuk menanggulangi hal ini, Pemerintah Kabupaten Malang melalui dinas teknis telah mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi jalur tersebut. Tak hanya membangun penahan longsor dan memperbaiki jalan , pemerintah juga berencana melakukan perbaikan sistem drainase di sekitar Kelok 9 agar risiko longsor di masa depan bisa diminimalisir.
Tak sedikit warga yang juga berharap ada penguatan vegetasi alami sebagai solusi jangka panjang. Tanaman keras seperti pohon penahan longsor dinilai penting untuk mencegah tanah tebing kembali bergerak saat musim hujan tiba.
“Kalau bisa, selain dipasangi bronjong, tebingnya juga ditanami pohon. Karena daerah sini tanahnya gampang gerak kalau hujan deras terus-terusan,” kata seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi longsor.
Dengan dimulainya proyek perbaikan ini, optimisme masyarakat mulai tumbuh kembali.
Mereka berharap pengerjaan bisa selesai tepat waktu, atau bahkan lebih cepat dari target akhir tahun 2025, sehingga jalur JLS bisa kembali berfungsi secara maksimal.
Diharapkan pula, semua pihak terkait seperti Pemkab Malang, pemerintah desa, serta pelaksana proyek terus bersinergi agar pekerjaan ini berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan. Tidak hanya soal membuka akses jalan, namun juga memberikan rasa aman dan mendukung aktivitas sosial ekonomi masyarakat Donomulyo dan sekitarnya, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah lokal.
baca juga: Kulineran di Malang? Ini 5 Makanan Lezat yang Wajib Dicoba!













