Breaking

Soroti Peran Strategis Pemilih Muda, Sasa DPRD Jatim Tekankan Pentingnya Partisipasi Politik

Soroti Peran Strategis Pemilih Muda, Sasa DPRD Jatim Tekankan Pentingnya Partisipasi Politik
Peran generasi muda dalam menentukan arah kebijakan daerah semakin mendapat sorotan.

infomalangcom – Peran generasi muda dalam menentukan arah kebijakan daerah semakin mendapat sorotan. Anggota DPRD Jawa Timur menegaskan pentingnya partisipasi politik kaum muda, mengingat proporsi pemilih usia muda kini menjadi kelompok dominan dalam struktur demografi pemilih di Indonesia, termasuk di Jawa Timur.

Kondisi ini membuat keterlibatan pemuda dalam proses legislasi dan pengambilan keputusan tidak lagi bersifat simbolik semata, melainkan sudah menjadi kebutuhan strategis yang harus diperhatikan serius oleh para pemangku kepentingan di tingkat daerah maupun provinsi.

Anggota DPRD Jatim Diana Amaliyah Verawati Ningsih, yang akrab disapa Diana AV Sasa, menyampaikan hal tersebut saat menggelar reses yang dikemas melalui dialog bersama pemuda dan pemudi Kabupaten Magetan belum lama ini.

Forum tersebut dihadiri perwakilan organisasi kepemudaan, komunitas, serta elemen mahasiswa, dengan diskusi yang mengangkat berbagai isu strategis bagi generasi muda, mulai dari kesempatan kerja, kewirausahaan, akses pendidikan, hingga partisipasi dalam proses politik dan legislasi.

Kegiatan ini menjadi salah satu ruang bagi generasi muda di daerah pemilihan Sasa untuk menyampaikan langsung berbagai aspirasi dan keresahan yang selama ini mereka rasakan.

Ajakan Melek Politik dan Mengawal Kebijakan

Dalam kesempatan tersebut, Sasa mengajak generasi muda untuk berani menyuarakan aspirasinya secara aktif. “Pemuda harus berani menyuarakan aspirasi. Politik bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari, karena setiap kebijakan yang diambil pemerintah berdampak langsung pada masa depan generasi muda,” ujar Sasa.

Ia menekankan bahwa keterlibatan pemuda dalam proses politik tidak boleh dipandang sebagai hal yang jauh dari keseharian, mengingat setiap kebijakan publik pada akhirnya akan memengaruhi kehidupan generasi muda itu sendiri.

Sasa turut mengajak para peserta untuk meningkatkan literasi politik serta memahami mekanisme kerja DPRD secara lebih mendalam, agar aspirasi yang disampaikan tidak berhenti hanya pada forum dialog semata. “Melek politik itu penting. Bukan hanya saat pemilu, tetapi dalam mengawal kebijakan.

Baca Juga: Kebakaran Hutan Hambat Aktivitas Wisata, Sebagian Kawasan Bromo Ditutup

Saya membuka ruang komunikasi agar gagasan dan kebutuhan teman-teman muda Magetan bisa diperjuangkan di tingkat provinsi,” tambahnya.

Dalam dialog tersebut, para peserta turut menyampaikan sejumlah dorongan, di antaranya peningkatan program pemberdayaan pemuda, pelatihan keterampilan kerja, dukungan terhadap komunitas kreatif, hingga penguatan ruang partisipasi publik bagi kalangan muda di berbagai sektor pembangunan daerah.

Data resmi dari Komisi Pemilihan Umum turut memperkuat urgensi perhatian terhadap kelompok pemilih muda ini. Berdasarkan hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Semester I Tahun 2026 yang ditetapkan KPU RI pada 20 Juli 2026, dari total 214,3 juta pemilih nasional, generasi milenial tercatat mendominasi dengan proporsi 32,13 persen, disusul generasi Z sebesar 24,56 persen, sementara sisanya terbagi antara generasi X, baby boomer, dan pre-boomer.

Apabila kedua kelompok generasi muda ini digabungkan, jumlahnya mencapai lebih dari separuh total pemilih terdaftar secara nasional, sejalan dengan apa yang disampaikan Sasa mengenai dominasi pemilih muda dalam struktur demografi politik saat ini.

Kegiatan reses ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi representasi anggota DPRD Jawa Timur dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi konstituen di daerah pemilihan, dengan fokus khusus pada generasi muda sebagai aktor kunci pembangunan daerah ke depan, baik di sektor ekonomi, sosial, maupun politik. Informasi lebih lanjut mengenai data pemilih nasional dapat diakses melalui situs resmi Komisi Pemilihan Umum.

Meski demikian, tantangan yang kerap muncul adalah bagaimana memastikan partisipasi pemuda tidak berhenti pada momentum elektoral atau forum dialog sesaat, melainkan berlanjut pada pengawalan kebijakan secara konsisten dan berkelanjutan.

Dalam konteks itu, efektivitas komunikasi antara wakil rakyat dan generasi muda akan menjadi penentu apakah dominasi demografis pemilih muda benar-benar berbanding lurus dengan pengaruhnya dalam kebijakan publik di Jawa Timur maupun secara nasional.

Forum dialog semacam reses yang digelar Sasa di Magetan ini diharapkan dapat menjadi model komunikasi berkelanjutan antara legislator dan konstituen muda, tidak hanya berhenti sebagai seremoni tahunan semata.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Bakso Malang yang Enak dan Legendaris, Favorit Warga Lokal serta Wisatawan

Author Image

Author

Bima Yoga