InfoMalang – Lansia Asal Kecamatan Pujon Ditemukan Meninggal dunia menggemparkan masyarakat. Peristiwa itu tidak hanya menimbulkan duka mendalam, tetapi juga menyisakan tanda tanya besar karena sejumlah barang berharga milik korban dilaporkan hilang.
Maisunah diketahui tinggal seorang diri di rumah yang berada di kawasan padat penduduk. Lokasinya cukup strategis, sebab jalur di depan rumah korban merupakan akses utama menuju destinasi wisata populer di Kecamatan Pujon, yakni Kafe Sawah. Meskipun berada di tengah pemukiman yang ramai, tidak seorang pun warga mendengar tanda-tanda mencurigakan sebelum korban ditemukan tewas.
Baca Juga:SMAN 8 Kota Malang Gelar Upacara HUT ke-80 RI di Jalan Veteran
Penemuan Jenazah
Kasus ini terungkap setelah anak korban merasa khawatir karena ibunya tidak kunjung terlihat sepanjang hari. Padahal, sehari sebelumnya lansia Maisunah masih sempat mengikuti kegiatan tahlil di lingkungan kampung. Sang anak yang tinggal di RT berbeda mencoba mencari ke rumah korban. Karena pintu rumah terkunci rapat, warga bersama anak korban berinisiatif mengintip dari jendela.
Kecurigaan semakin kuat sehingga warga membuka paksa pintu rumah. Saat itulah korban ditemukan dalam posisi tergeletak di tempat salatnya. Kondisi korban sudah tidak bernyawa dengan beberapa luka mencurigakan di tubuhnya. Luka-luka tersebut meliputi bagian dada, lebam di mata, serta bekas cekikan di leher. Fakta itu menimbulkan dugaan kuat bahwa korban menjadi korban tindak kekerasan.
Reaksi Warga Sekitar
Miftahul Rohmah, salah seorang tetangga dekat korban, mengaku terkejut dengan kejadian ini. Ia menuturkan bahwa selama hari itu tidak terdengar suara teriakan atau aktivitas mencurigakan dari dalam rumah lansia Maisunah. “Kalau ada teriakan, tentu warga langsung menolong. Tapi benar-benar tidak ada suara apa pun,” jelasnya.
Lebih lanjut, Miftah mengatakan bahwa beberapa hari sebelumnya sempat ada hal janggal. Korban pernah menceritakan soal penemuan sepasang sandal asing di atas lemari rumahnya. Namun, hingga korban ditemukan meninggal, pemilik sandal tersebut tidak pernah diketahui. Bagi warga, hal ini semakin menambah misteri di balik peristiwa nahas yang menimpa lansia Maisunah.
Kehidupan Sosial Korban
Lansia Asal Kecamatan Pujon Ditemukan Meninggal, Semasa hidupnya , lansia Maisunah dikenal sebagai sosok yang ramah dan akrab dengan tetangga. Ia sering terlihat duduk santai di teras rumah dan kerap berinteraksi dengan warga sekitar.
Pada Kamis malam (14/8), ia masih mengikuti acara tahlil dan bahkan sempat diantar pulang oleh anaknya. Tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa keesokan harinya ia akan mengalami peristiwa tragis.
Kehilangan lansia Maisunah membuat warga setempat merasa kehilangan salah satu sosok yang dianggap sebagai bagian penting dari kehidupan sosial di kampung mereka. Banyak warga yang tidak menyangka bahwa tragedi mengerikan bisa terjadi di lingkungan yang mereka anggap aman.
Barang Berharga yang Hilang
Selain menemukan korban dalam kondisi tak bernyawa, pihak kepolisian juga mendapatkan laporan bahwa sejumlah barang berharga milik korban hilang. Dari informasi yang dihimpun, terdapat sembilan cincin, kalung, gelang, serta dokumen penting berupa sertifikat yang raib. Dugaan sementara, motif pelaku mengarah pada pencurian dengan kekerasan.
Kehilangan barang-barang tersebut memperkuat indikasi bahwa kasus ini bukan murni kematian biasa, melainkan tindak kriminal yang dilakukan secara terencana. Polisi pun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti.
Proses Evakuasi dan Penyelidikan
Jenazah lansia Maisunah ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah melibatkan perangkat desa dan bidan setempat untuk memastikan kondisi korban, akhirnya polisi mengevakuasi jenazah lansia ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Hasta Brata Batu sekitar pukul 22.00 WIB.
Kasat Reskrim Polres Batu, Ipda Joko Suprianto, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan olah TKP sebanyak dua kali. Olah TKP pertama dilakukan pada Jumat malam sekitar pukul 19.30 WIB, sementara yang kedua dilaksanakan pada Sabtu siang (16/8) pukul 12.30 WIB. Tim penyidik juga bekerja sama dengan Direktorat Kriminal Umum Polda Jawa Timur untuk memperdalam kasus ini.
“Tim masih melakukan pendalaman serta mengumpulkan keterangan dari warga sekitar. Kami juga memeriksa sejumlah barang bukti untuk mengungkap pelaku di balik peristiwa ini,” ungkap Joko.
Misteri yang Menyelimuti
Hingga kini, warga masih bertanya-tanya bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi tanpa diketahui tetangga sekitar. Lingkungan rumah lansia Maisunah sebenarnya cukup ramai, dengan jalan kampung yang menjadi akses utama warga maupun pengunjung wisata. Namun, tak seorang pun melihat gerak-gerik mencurigakan sebelum kejadian.
Banyak warga yang berharap polisi segera mengungkap kasus ini agar rasa aman kembali pulih. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya meningkatkan kewaspadaan, meski tinggal di wilayah padat penduduk. Keakraban dan kepedulian antarwarga dinilai menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.













