Infomalang.com – Kawasan Wisata Pemandian Air Panas Cangar kembali menjadi sorotan publik setelah muncul keluhan mendalam dari seorang wisatawan asing terkait kenyamanan saat berkunjung.
Keluhan tersebut mencuat tajam di media sosial dan memicu diskusi luas mengenai tata kelola kawasan wisata alam di Malang Raya, khususnya terkait kebiasaan merokok di area publik yang terbuka.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting mengenai urgensi menjaga kenyamanan bersama di destinasi wisata yang mengandalkan ketenangan dan kealamian lingkungan sebagai daya tarik utama.
Keluhan Wisatawan Menjadi Perhatian Publik
Keluhan yang disampaikan wisatawan asing tersebut berawal dari pengalaman pribadi saat menikmati pemandian air panas alami di Cangar. Dalam unggahannya, wisatawan tersebut mengaku sangat terganggu oleh pekatnya asap rokok yang tercium di sekitar area kolam berendam.
Baginya, aktivitas merokok di area relaksasi kesehatan sangat bertolak belakang dengan citra wisata alam yang seharusnya bersih dan menyegarkan.Unggahan tersebut kemudian mendapat respons luas dari ribuan warganet.
Banyak yang mendukung perlunya pengaturan zona bebas rokok yang lebih ketat, namun tidak sedikit pula yang menilai hal itu sebagai kebiasaan lokal yang masih sering ditemui di ruang publik Indonesia. Perhatian publik kian meningkat karena Cangar merupakan salah satu ikon wisata unggulan yang kerap dikunjungi wisatawan mancanegara untuk mencari ketenangan jiwa.
Cangar sebagai Destinasi Wisata Alam Favorit
Pemandian Air Panas Cangar secara administratif terletak di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo. Keunggulan utama tempat ini adalah letaknya yang berada di ketinggian dengan suhu udara sejuk, dikelilingi rimbunnya pohon, serta sumber air panas alami yang mengandung belerang dengan segudang manfaat kesehatan.
Karakteristik inilah yang menjadikan Cangar sebagai lokasi wisata yang menuntut standar kebersihan dan kenyamanan udara yang tinggi.Namun, seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan, tantangan pengelolaan kawasan juga semakin kompleks.
Perbedaan kebiasaan dan budaya antara wisatawan lokal dengan standar kenyamanan internasional sering kali memunculkan gesekan. Bagi wisatawan asing, area pemandian kesehatan (spa alami) idealnya adalah area bebas polusi, sementara bagi sebagian wisatawan lokal, merokok di area terbuka dianggap hal yang wajar.
Baca Juga:
Jalur Menuju Bromo dari Malang Dilaporkan Tertutup Usai Longsor
Tanggapan Keras Masyarakat dan Pengelola
Menanggapi viralnya keluhan tersebut, banyak pihak menyuarakan perlunya aturan yang jauh lebih tegas mengenai zonasi. Masyarakat menyarankan agar pengelola menetapkan zona merokok (smoking area) yang terpisah jauh dari kolam utama.
Tujuannya jelas, agar kepentingan perokok dan non-perokok tetap terakomodasi tanpa harus saling mengganggu satu sama lain.Di sisi lain, pengelola kawasan diharapkan dapat meningkatkan pengawasan serta sosialisasi secara langsung kepada pengunjung.
Pemasangan papan imbauan multibahasa (Indonesia dan Inggris) serta edukasi mengenai etika berwisata ramah lingkungan dinilai sangat mendesak. Hal ini penting untuk mencegah citra negatif pariwisata Malang Raya di mata internasional terus bergulir tanpa ada tindakan nyata.
Pentingnya Menjaga Citra Pariwisata Internasional
Kenyamanan pengunjung merupakan faktor krusial yang menentukan keberlanjutan sebuah destinasi. Keluhan yang tersebar di media sosial memiliki dampak domino yang luar biasa karena dapat memengaruhi persepsi calon wisatawan lain dari luar negeri.
Jika isu asap rokok di area pemandian kesehatan tidak segera ditangani, dikhawatirkan Cangar akan kehilangan daya tariknya sebagai destinasi relaksasi global.Pengelolaan wisata yang modern kini tidak hanya fokus pada keindahan fisik, tetapi juga pada aspek kesehatan dan kenyamanan sensorik pengunjung.
Cangar memiliki potensi besar untuk terus berkembang menjadi destinasi wellness tourism kelas dunia jika mampu menerapkan prinsip saling menghormati antar pengunjung secara konsisten dan tegas.
Evaluasi dan Harapan ke Depan
Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum evaluasi total bagi seluruh pihak. Kesadaran kolektif dalam menjaga etika di ruang publik menjadi kunci agar destinasi wisata tetap ramah bagi semua kalangan.
Dengan pengelolaan yang lebih tertib, edukatif, dan responsif terhadap keluhan, Pemandian Air Panas Cangar diharapkan tetap menjadi ruang relaksasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi wisatawan dari berbagai belahan dunia.
Transformasi menuju kawasan bebas asap rokok di kolam utama kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan untuk menjaga marwah pariwisata daerah.
Baca Juga:
Parkir Sisi Kanan Kayutangan Disterilkan, Pemkot Malang Siapkan Solusi Terpusat














