Infomalang.com – Masa sanggah Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 menjadi perhatian penting bagi sekolah dan siswa. Tahapan ini memberikan kesempatan bagi sekolah untuk mengajukan keberatan apabila menemukan ketidaksesuaian data kuota atau pemeringkatan yang dinilai tidak sesuai.
Panitia SNPMB menetapkan batas akhir masa sanggah SNBP 2026 pada 15 Januari, sehingga sekolah diimbau segera memanfaatkan waktu yang tersedia. Masa sanggah bukan ditujukan untuk mengubah nilai siswa, melainkan sebagai mekanisme klarifikasi administratif.
Oleh karena itu, pemahaman yang tepat mengenai prosedur pengajuan keberatan sangat diperlukan agar proses seleksi berjalan transparan dan adil.
Apa Itu Masa Sanggah SNBP 2026
Masa sanggah SNBP adalah periode resmi yang disediakan panitia SNPMB untuk sekolah melakukan klarifikasi data. Sanggahan biasanya berkaitan dengan kuota sekolah, akreditasi, indeks sekolah, atau pemeringkatan siswa yang digunakan dalam proses seleksi.
Tahapan ini menjadi bagian penting dari prinsip akuntabilitas SNBP. Melalui masa sanggah, panitia memberikan ruang komunikasi dua arah antara sekolah dan penyelenggara seleksi nasional agar tidak terjadi kesalahan data yang berpotensi merugikan peserta.
Alasan Sekolah Mengajukan Keberatan
Sekolah dapat mengajukan keberatan apabila menemukan ketidaksesuaian kuota SNBP yang diterima dibandingkan dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, perbedaan data akreditasi, jumlah siswa eligible, atau kesalahan sistem juga dapat menjadi dasar pengajuan sanggahan.
Namun, panitia menegaskan bahwa keberatan harus disertai alasan yang jelas dan data pendukung yang valid. Pengajuan sanggahan tanpa dasar yang kuat berpotensi ditolak oleh sistem.
Langkah Mengajukan Keberatan Sekolah
Pengajuan keberatan dilakukan secara daring melalui akun sekolah di portal SNPMB. Operator sekolah wajib login menggunakan akun resmi, kemudian memilih menu masa sanggah yang telah disediakan. Selanjutnya, sekolah mengisi formulir sanggahan dengan menjelaskan poin keberatan secara rinci.
Dokumen pendukung seperti data akreditasi, jumlah siswa eligible, atau bukti administrasi lainnya perlu diunggah sesuai ketentuan. Setelah semua data lengkap, pengajuan sanggahan dapat dikirim untuk diverifikasi oleh panitia SNPMB.
Hal yang Perlu Diperhatikan Selama Masa Sanggah
Sekolah diimbau memastikan seluruh data yang diajukan sudah benar sebelum dikirim. Kesalahan pengisian atau kelalaian melampirkan dokumen dapat memengaruhi hasil verifikasi. Selain itu, sekolah perlu memantau pengumuman resmi dari panitia terkait hasil sanggahan.
Panitia SNPMB juga mengingatkan bahwa masa sanggah berakhir pada 15 Januari 2026 dan tidak dapat diperpanjang. Oleh sebab itu, sekolah disarankan tidak menunda pengajuan hingga batas akhir.
Dampak Masa Sanggah terhadap Kuota SNBP Sekolah
Masa sanggah SNBP memiliki dampak langsung terhadap kuota sekolah yang ditetapkan dalam sistem seleksi. Apabila keberatan yang diajukan sekolah dinilai valid oleh panitia SNPMB, kuota dapat disesuaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Penyesuaian ini penting untuk menjaga proporsionalitas kesempatan siswa eligible dalam mengikuti seleksi SNBP.
Namun demikian, tidak semua sanggahan akan berujung pada perubahan kuota. Panitia tetap mengacu pada data nasional yang telah diverifikasi sebelumnya. Oleh karena itu, sekolah diharapkan memahami bahwa masa sanggah adalah proses klarifikasi, bukan jaminan perubahan hasil.
Peran Operator Sekolah dalam Proses Sanggah
Operator sekolah memegang peran krusial selama masa sanggah SNBP. Seluruh proses pengajuan keberatan dilakukan melalui akun resmi operator, sehingga ketelitian dan pemahaman teknis sangat dibutuhkan. Kesalahan input data atau keterlambatan pengajuan dapat berdampak pada tidak diprosesnya sanggahan.
Panitia SNPMB menyarankan operator sekolah aktif mengikuti informasi resmi dan petunjuk teknis terbaru. Koordinasi yang baik antara operator, kepala sekolah, dan pihak terkait menjadi kunci kelancaran proses sanggah SNBP 2026.
Pentingnya Ketelitian dalam Tahapan SNBP
Ketelitian sekolah dalam setiap tahapan SNBP sangat menentukan kelancaran proses seleksi. Data yang akurat membantu menciptakan sistem penerimaan mahasiswa baru yang adil dan transparan. Masa sanggah menjadi momentum evaluasi terakhir sebelum seleksi berlanjut ke tahap berikutnya.
Dengan memanfaatkan masa sanggah secara tepat, sekolah dapat memastikan hak peserta didik tetap terlindungi. Proses ini juga mencerminkan komitmen SNPMB dalam menjaga integritas seleksi nasional. Sekolah diharapkan aktif, cermat, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan keberatan. Kepatuhan terhadap jadwal dan aturan resmi menjadi kunci agar tahapan SNBP 2026 berjalan lancar serta dipercaya publik.
Baca Juga : Kualitas Pendidikan Teruji, MIN 1 Kota Malang Terima Apresiasi Kemenag Jatim Award 2026














