Infomalang.com – Program pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar di Pasar Madyopuro, Kota Malang, mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Sebanyak 80 peserta yang terdiri dari pedagang dan pengunjung memanfaatkan layanan ini untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka secara langsung.
Kegiatan ini menjadi bukti meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit, terutama di lingkungan pasar yang aktivitasnya padat dan ritme kerjanya tinggi.
Dengan menghadirkan tenaga kesehatan profesional serta peralatan pemeriksaan dasar, program ini diharapkan mampu memberi manfaat nyata bagi pelaku ekonomi rakyat yang sehari-hari berkutat di ruang publik.
Latar Belakang Digelarnya Program
Pasar tradisional merupakan pusat perputaran ekonomi sekaligus tempat berkumpulnya banyak orang setiap hari.
Aktivitas jual beli yang berlangsung sejak pagi hingga sore membuat pedagang dan pengunjung rentan mengalami kelelahan, paparan polusi, serta pola hidup yang kurang teratur.
Kondisi ini berpotensi memicu gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi, kadar gula darah tidak stabil, maupun keluhan pernapasan.
Karena itu, inisiatif menghadirkan layanan kesehatan langsung di lokasi pasar menjadi langkah strategis untuk menjangkau masyarakat yang selama ini jarang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan formal.
Program di Pasar Madyopuro dirancang agar mudah diakses. Peserta tidak perlu mendaftar rumit, cukup datang dan mengikuti alur pemeriksaan. Pendekatan ini menurunkan hambatan administratif sekaligus mendorong lebih banyak orang berpartisipasi.
Jenis Pemeriksaan yang Disediakan
Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, serta konsultasi singkat dengan tenaga kesehatan.
Pemeriksaan dasar tersebut dipilih karena relevan dengan risiko penyakit yang umum dialami masyarakat dewasa, terutama mereka yang bekerja dengan jam panjang dan tingkat stres tinggi.
Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi singkat mengenai pola makan, hidrasi, serta pentingnya istirahat cukup.
Tenaga kesehatan yang bertugas memastikan hasil pemeriksaan dijelaskan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami.
Jika ditemukan indikasi masalah, peserta diarahkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan terdekat. Pendekatan ini mencerminkan prinsip keandalan dan tanggung jawab dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Baca Juga :
Revitalisasi Pasar Besar Malang Terhambat, Jadwal Baru Belum Pasti
Antusiasme Peserta di Lapangan
Sejak pagi, area pemeriksaan terlihat ramai. Pedagang menyempatkan diri datang di sela melayani pembeli, sementara pengunjung pasar ikut bergabung setelah berbelanja.
Banyak peserta mengaku baru pertama kali memeriksakan kadar gula atau kolesterol karena keterbatasan waktu dan biaya. Program gratis ini memberi mereka kesempatan yang selama ini tertunda.
Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan layanan kesehatan di ruang publik sangat besar. Dengan membawa layanan ke tengah aktivitas warga, tingkat partisipasi meningkat signifikan dibandingkan jika masyarakat diminta datang ke klinik atau puskesmas.
Manfaat Nyata bagi Pedagang Pasar
Bagi pedagang, kesehatan yang terjaga berarti kelangsungan usaha. Keluhan seperti pusing, cepat lelah, atau nyeri dada sering diabaikan karena fokus pada mencari nafkah.
Melalui pemeriksaan ini, pedagang mendapatkan gambaran kondisi tubuhnya sehingga dapat mengambil langkah pencegahan lebih dini.
Edukasi yang diberikan juga membantu mereka memahami kaitan antara pola makan, rokok, kurang tidur, dan risiko penyakit kronis.
Program ini sekaligus memperkuat rasa kepedulian terhadap sesama. Banyak pedagang saling mengingatkan untuk ikut memeriksakan diri setelah melihat rekan mereka mendapatkan manfaat.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Kegiatan kesehatan di pasar bukan hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada ekosistem ekonomi lokal. Pedagang yang sehat lebih produktif, jarang absen, dan mampu melayani pelanggan dengan lebih baik.
Dalam jangka panjang, hal ini berkontribusi pada stabilitas pendapatan keluarga dan perputaran ekonomi pasar. Selain itu, pengunjung merasa lebih aman berada di lingkungan yang peduli pada kesehatan, sehingga meningkatkan kepercayaan terhadap pasar tradisional sebagai ruang publik yang ramah.
Tantangan dan Peluang Pengembangan
Meski sukses menarik 80 peserta, masih ada tantangan untuk menjangkau lebih banyak warga. Keterbatasan waktu, ruang, dan tenaga medis menjadi faktor pembatas.
Ke depan, program serupa dapat diperluas dengan penjadwalan rutin, kolaborasi lintas sektor, serta penambahan jenis layanan seperti pemeriksaan mata atau konseling gizi. Inovasi ini akan memperkuat keberlanjutan dan dampak program.
Harapan ke Depan
Keberhasilan kegiatan di Pasar Madyopuro menunjukkan bahwa pendekatan layanan kesehatan berbasis komunitas efektif dan relevan.
Diharapkan kegiatan serupa bisa digelar di pasar-pasar lain di Kota Malang, sehingga lebih banyak pedagang dan pengunjung merasakan manfaatnya.
Dengan sinergi yang baik antara penyelenggara, tenaga kesehatan, dan masyarakat, pasar tradisional dapat menjadi ruang yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga sehat dan berdaya.
Baca Juga :
Insinyur Indonesia Stephanus Widjanarko Jadi Bagian Proyek Mobil Cadillac Formula 1













