Infomalang.com – Mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) melaksanakan kegiatan studi lapangan di kawasan Lereng Gubug Klakah sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai konservasi lahan serta penerapannya dalam mendukung pertanian berkelanjutan.
Dengan turun langsung ke lapangan, mahasiswa Unikama dapat melihat kondisi riil lahan pertanian yang berada di kawasan lereng dan memiliki tingkat kerawanan erosi yang cukup tinggi.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari beberapa program studi yang berkaitan dengan pertanian, lingkungan, dan pembangunan wilayah.
Lereng Gubug Klakah dipilih karena memiliki karakteristik geografis yang menantang, sehingga menjadi lokasi yang tepat bagi mahasiswa untuk mengkaji hubungan antara pengelolaan lahan dan keberlanjutan pertanian.
Melalui observasi langsung, mahasiswa diharapkan mampu memahami persoalan lingkungan secara lebih mendalam.
Konservasi Lahan Menjadi Fokus Utama Kajian Mahasiswa
Dalam studi lapangan tersebut, mahasiswa Unikama memfokuskan kajian pada upaya konservasi lahan pertanian.
Mahasiswa mempelajari berbagai teknik konservasi tanah dan air yang diterapkan di wilayah lereng, seperti sistem terasering, pengolahan tanah mengikuti kontur, serta pemanfaatan tanaman penutup tanah. Teknik-teknik ini dinilai penting untuk menekan laju erosi dan menjaga kesuburan tanah.
Mahasiswa juga mengamati dampak dari pengelolaan lahan yang kurang tepat, seperti terjadinya longsor kecil dan penurunan kualitas tanah.
Dari hasil pengamatan tersebut, mahasiswa menyimpulkan bahwa konservasi lahan bukan hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan hasil pertanian masyarakat setempat.
Kajian ini memberikan pemahaman baru bagi mahasiswa tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan lahan dan kelestarian alam.
Peran Mahasiswa dalam Mendukung Pertanian Berkelanjutan
Mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam mendorong pertanian berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Unikama dilatih untuk berpikir kritis dan solutif terhadap permasalahan yang dihadapi petani di kawasan lereng.
Mahasiswa tidak hanya belajar mengidentifikasi masalah, tetapi juga merumuskan alternatif solusi yang realistis dan mudah diterapkan.
Beberapa mahasiswa memberikan gagasan terkait penggunaan pupuk organik, rotasi tanaman, serta pengurangan penggunaan bahan kimia berlebihan.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa belajar bahwa pertanian berkelanjutan harus memperhatikan aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial secara bersamaan. Peran mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan akademik dan praktik pertanian di lapangan.
Interaksi Mahasiswa dengan Petani dan Masyarakat Lokal
Selain melakukan observasi teknis, mahasiswa Unikama juga berinteraksi langsung dengan petani dan masyarakat setempat.
Mahasiswa berdialog untuk menggali informasi mengenai pola tanam, kendala pertanian, serta upaya konservasi yang telah dilakukan secara turun-temurun. Interaksi ini memberikan wawasan berharga bagi mahasiswa mengenai kearifan lokal dalam mengelola lahan pertanian di kawasan lereng.
Dari hasil diskusi, mahasiswa memahami bahwa petani memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi kondisi alam yang dinamis.
Mahasiswa juga belajar bahwa keberhasilan konservasi lahan tidak lepas dari peran aktif masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan petani menjadi kunci utama dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan.
Pembelajaran Kontekstual bagi Mahasiswa di Luar Ruang Kelas
Kegiatan studi lapangan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa Unikama. Dengan berada langsung di lokasi, mahasiswa dapat mengaitkan teori yang diperoleh di kelas dengan kondisi nyata di lapangan.
Pembelajaran semacam ini dinilai lebih efektif karena mahasiswa dapat melihat langsung dampak dari praktik pengelolaan lahan yang baik maupun yang kurang tepat.
Mahasiswa juga dilatih untuk bekerja sama dalam tim, melakukan analisis lapangan, serta menyusun laporan hasil kajian. Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga membentuk sikap peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.
Pembelajaran di luar kelas menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja dan pengabdian masyarakat di masa depan.
Harapan dan Dampak Jangka Panjang Kegiatan Mahasiswa
Melalui kegiatan kajian konservasi lahan di Lereng Gubug Klakah, mahasiswa Unikama diharapkan mampu membawa dampak positif, baik bagi lingkungan maupun masyarakat.
Mahasiswa diharapkan menjadi generasi yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga kelestarian lahan pertanian. Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan ini diharapkan dapat diterapkan dalam penelitian, pengabdian masyarakat, maupun kebijakan di masa mendatang.
Dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran mahasiswa dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan. Dengan keterlibatan aktif mahasiswa, upaya konservasi lahan di kawasan lereng dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
BAca Juga : Hari Ini Wisata Bromo Tutup Total, Ada Kegiatan Adat Wulan Kapitu












