Breaking

Unisba Blitar Gelar FGD Bersama 143 Pemangku Kepentingan untuk Penguatan Kurikulum Outcome Based

Unisba Blitar Gelar FGD Bersama 143 Pemangku Kepentingan untuk Penguatan Kurikulum Outcome Based
Unisba Blitar Gelar FGD Bersama 143 Pemangku Kepentingan untuk Penguatan Kurikulum Outcome Based

Infomalang.com – Universitas Islam Blitar (Unisba) Blitar menggelar FGD bersama 143 pemangku kepentingan sebagai upaya strategis memperkuat kurikulum berbasis outcome.

Kegiatan ini melibatkan akademisi, praktisi industri, dunia usaha, alumni, serta perwakilan lembaga pemerintah yang memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan pendidikan tinggi. Melalui FGD ini, Unisba Blitar berupaya menyelaraskan proses pembelajaran dengan kebutuhan nyata di dunia kerja.

Forum diskusi tersebut menjadi ruang penting untuk menyerap masukan konstruktif dari berbagai pihak. Kegiatan FGD tidak hanya difokuskan pada evaluasi kurikulum yang berjalan, tetapi juga diarahkan pada perumusan strategi penguatan capaian pembelajaran lulusan.

Dengan pendekatan ini, kualitas pendidikan diharapkan semakin relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Pelaksanaan FGD sebagai Langkah Strategis Kampus

Pelaksanaan FGD menjadi bagian dari komitmen Unisba Blitar dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai aspek kurikulum, mulai dari struktur mata kuliah, capaian pembelajaran lulusan, hingga kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.

Diskusi berlangsung dinamis dengan pertukaran pandangan yang konstruktif. Melalui kegiatan ini, Unisba Blitar ingin memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mampu menjawab tantangan global.

Hasil diskusi menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan akademik yang berorientasi pada kualitas lulusan dan daya saing institusi.

Mahasiswa sebagai Subjek Utama Kurikulum Berbasis Outcome

Mahasiswa menjadi fokus utama dalam penguatan kurikulum berbasis outcome. Kurikulum yang disusun diarahkan untuk memastikan mahasiswa memiliki kompetensi yang terukur dan sesuai dengan kebutuhan dunia profesional.

Tidak hanya penguasaan teori, mahasiswa juga dituntut memiliki keterampilan praktis, kemampuan berpikir kritis, serta etika kerja yang baik.

Dengan kurikulum yang relevan, mahasiswa diharapkan mampu lebih siap menghadapi dunia kerja setelah lulus. Proses pembelajaran juga dirancang agar mahasiswa lebih aktif, kolaboratif, dan adaptif.

Pendekatan ini mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang di berbagai bidang.

Keterlibatan Dunia Usaha dan Industri

Keterlibatan dunia usaha dan dunia industri menjadi nilai tambah dalam forum ini. Melalui FGD ini, para praktisi menyampaikan kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan di lapangan secara langsung.

Masukan tersebut sangat penting agar kurikulum yang dikembangkan benar-benar relevan dan aplikatif.

Bagi mahasiswa, sinergi antara kampus dan industri membuka peluang pembelajaran yang lebih kontekstual. Mahasiswa dapat memahami tuntutan dunia kerja sejak dini, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih terarah.

Kolaborasi ini juga berpotensi mendorong kerja sama lanjutan seperti program magang dan penelitian terapan.

Sinkronisasi dengan Kebijakan Pendidikan Nasional

Selain melibatkan pemangku kepentingan eksternal, Unisba Blitar juga memastikan bahwa penguatan kurikulum selaras dengan kebijakan pendidikan nasional.

Kurikulum berbasis outcome sejalan dengan arah kebijakan Merdeka Belajar di perguruan tinggi. Hasil FGD menjadi referensi penting dalam menyesuaikan kebijakan internal kampus dengan regulasi yang berlaku.

Pendekatan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri melalui berbagai bentuk pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman di luar kampus yang mendukung pencapaian kompetensi.

Dampak FGD terhadap Peningkatan Mutu Lulusan

Dampak FGD terhadap peningkatan mutu lulusan diharapkan dapat dirasakan secara nyata. Melalui forum ini, Unisba Blitar memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan kompetensi lulusan di masa depan. Kurikulum yang diperkuat diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang adaptif dan berdaya saing.

Mahasiswa menjadi pihak yang paling merasakan manfaat dari penguatan ini. Dengan kurikulum yang jelas dan terukur, mahasiswa dapat merencanakan pengembangan diri secara lebih sistematis selama masa studi. Hal ini sejalan dengan visi Unisba Blitar dalam mencetak lulusan yang unggul dan berkarakter.

Komitmen Berkelanjutan Unisba Blitar

Ke depan, Unisba Blitar berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan kurikulum secara berkala. Kegiatan FGD serupa akan terus dilakukan sebagai sarana menjaring masukan dari berbagai pemangku kepentingan. Pendekatan partisipatif ini dinilai efektif dalam menjaga relevansi kurikulum.

Dengan FGD yang melibatkan banyak pihak, Unisba Blitar optimistis mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna dan siap berkontribusi bagi masyarakat serta pembangunan nasional.

Baca Juga ; MIN 2 Kota Malang Jadi Laboratorium Pembelajaran Lapangan Mahasiswa UIN Maliki