Infomalang.com – Panggung seni Islam di kawasan Asia Tenggara kembali menjadi saksi kehebatan putra daerah Indonesia. Zaqhlul Ammar, seorang mahasiswa bertalenta dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, sukses mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih posisi pertama dalam ajang kompetisi kaligrafi internasional tingkat ASEAN.
Kemenangan ini bukan hanya sekadar menambah koleksi trofi bagi kampus hijau tersebut, melainkan menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Indonesia memiliki daya saing yang luar biasa tangguh dalam mempertahankan tradisi seni khat di tengah arus modernisasi global.
Keberhasilan Zaqhlul Ammar menjadi inspirasi besar bagi generasi muda untuk terus mendalami kekayaan intelektual dan spiritual Islam melalui goresan pena yang presisi.
Dedikasi Zaqhlul Ammar di Balik Keindahan Goresan Ayat
Keberhasilan Zaqhlul Ammar dalam meraih Juara 1 tidak diraih dengan cara yang instan. Diperlukan dedikasi tinggi, kesabaran yang luar biasa, serta ketelitian dalam setiap milimeter goresan tinta untuk menghasilkan karya kaligrafi yang memenuhi standar penilaian internasional.
Zaqhlul Ammar, yang dikenal tekun dalam mengasah kemampuannya di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) JQH (Jam’iyyah al-Qur’an wal-Huffadz), harus bersaing ketat dengan puluhan kaligrafer terbaik dari Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Thailand.
Kompetisi di level ASEAN dikenal sangat kompetitif karena negara-negara tetangga juga memiliki tradisi seni tulis Arab yang sangat kuat dan berakar.
Keunggulan karya Zaqhlul Ammar terletak pada penguasaan kaidah khat yang sangat disiplin namun tetap mampu menghadirkan sentuhan estetika yang segar.
Dalam kompetisi tersebut, aspek presisi huruf, kebersihan goresan, hingga harmonisasi komposisi menjadi variabel penilaian yang sangat ketat.
Zaqhlul membuktikan bahwa penguasaan teknik dasar yang kokoh, jika dipadukan dengan penghayatan makna ayat yang ditulis, akan menghasilkan sebuah karya yang tidak hanya indah dipandang secara visual, tetapi juga mampu memancarkan energi spiritual bagi siapa pun yang melihatnya.
Prestasi ini sekaligus mengukuhkan nama Zaqhlul Ammar sebagai salah satu kaligrafer muda berbakat yang patut diperhitungkan di kancah Asia.
Seni Kaligrafi Sebagai Instrumen Diplomasi Budaya di Asia Tenggara
Prestasi internasional yang diukir oleh Zaqhlul Ammar memiliki dimensi yang jauh lebih luas daripada sekadar kemenangan individu.
Di kancah regional ASEAN, seni kaligrafi Islam seringkali berfungsi sebagai instrumen diplomasi budaya yang sangat efektif. Melalui karya-karyanya, Zaqhlul secara tidak langsung bertindak sebagai duta bangsa yang memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang moderat, kreatif, dan penuh nilai estetika.
Hal ini sangat penting dalam mempererat hubungan emosional dan persaudaraan antarnegara di kawasan Asia Tenggara yang memiliki kemiripan akar budaya Islam.
Kemenangan ini juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi ekosistem seni kaligrafi di Indonesia, khususnya di lingkungan perguruan tinggi.
Selama ini, seni kaligrafi terkadang masih dianggap sebagai bidang seni tradisional yang kurang populer dibandingkan desain digital.
Namun, prestasi Zaqhlul Ammar membuktikan bahwa seni kaligrafi memiliki panggung internasional yang sangat bergengsi dan memiliki nilai ekonomi serta intelektual yang tinggi.
Dengan adanya pengakuan di level ASEAN, minat mahasiswa lain untuk menekuni seni khat diprediksi akan meningkat tajam, menjadikan kaligrafi sebagai salah satu cabang seni rupa yang prestisius dan modern.
Baca juga:
SNBP Ramai Pendaftar di Kabupaten Malang, Server Tidak Stabil
Inovasi Kurikulum dan Dukungan Institusi UIN Malang
Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memberikan apresiasi yang luar biasa atas pencapaian Zaqhlul Ammar. Dukungan institusi terhadap pengembangan bakat mahasiswa di bidang seni Islami merupakan bagian dari visi besar universitas untuk mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dengan keunggulan akademik global.
UIN Malang tidak hanya memfasilitasi mahasiswa dengan beasiswa prestasi, tetapi juga menyediakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembangnya komunitas-komunitas seni rupa Islami.
Melalui bimbingan para dosen dan mentor yang kompeten di bidangnya, mahasiswa seperti Zaqhlul mendapatkan pembekalan yang komprehensif, mulai dari teknik manual hingga wawasan seni kontemporer.
Ke depannya, pihak universitas berkomitmen untuk terus memperluas jaringan kerja sama dengan lembaga-lembaga kaligrafi di Timur Tengah dan pusat-pusat studi Islam dunia.
Tujuannya adalah agar mahasiswa memiliki referensi yang lebih luas dan standar kualitas yang setara dengan para pakar kaligrafi dunia.
Inovasi dalam pengajaran seni kaligrafi di UIN Malang juga terus dikembangkan agar selaras dengan kebutuhan zaman, tanpa menghilangkan keaslian teknik penulisan manual yang menjadi nyawa dari seni kaligrafi itu sendiri.
Keberhasilan Zaqhlul Ammar di ASEAN ini diharapkan menjadi batu loncatan awal bagi terciptanya lebih banyak “Zaqhlul” lainnya yang akan mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.
Harapan Besar bagi Generasi Muda dan Masa Depan Seni Khat
Pencapaian Zaqhlul Ammar di awal tahun 2026 ini memberikan sinyal positif bagi masa depan seni kaligrafi di Indonesia. Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menjaga api semangat kreativitas anak muda agar terus konsisten dalam melestarikan warisan budaya Islam.
Seni kaligrafi bukan hanya soal menulis indah, tetapi tentang kesabaran dalam berproses dan ketajaman dalam berpikir. Zaqhlul telah membuktikan bahwa dengan ketekunan, keterbatasan media bukan menjadi penghalang untuk meraih prestasi tertinggi di kancah internasional.
Kita semua berharap agar prestasi ini memicu lahirnya festival-festival kaligrafi yang lebih masif di tingkat nasional, sehingga bibit-bibit unggul dapat terjaring sejak dini.
Zaqhlul Ammar kini telah menjadi simbol kebanggaan bagi warga Malang dan Indonesia. Goresan tintanya telah membuktikan bahwa mahasiswa dari perguruan tinggi Islam di Indonesia mampu berdiri tegak dan setara dengan para peserta terbaik dari mancanegara.
Mari kita terus dukung kreativitas mahasiswa agar identitas bangsa kita yang religius dan inovatif tetap terjaga di mata dunia.
Zaqhlul Ammar dan Kebanggaan Indonesia
Sebagai penutup, kemenangan Zaqhlul Ammar adalah pengingat bagi setiap institusi pendidikan untuk terus mendukung minat dan bakat mahasiswa secara totalitas.
Prestasi di bidang non-akademik seperti seni kaligrafi memiliki nilai yang sama pentingnya dalam membangun citra positif sebuah universitas di mata internasional.
UIN Malang telah memberikan contoh yang baik bagaimana dukungan moral dan fasilitas dapat membuahkan hasil yang manis di panggung ASEAN.
Zaqhlul Ammar kini memikul tanggung jawab baru sebagai inspirator bagi rekan-rekan mahasiswanya. Dengan kerendahan hati dan semangat belajar yang terus berkobar, perjalanannya di dunia kaligrafi diyakini akan semakin cemerlang.
Selamat kepada Zaqhlul Ammar atas keberhasilannya menjadi Juara 1 tingkat internasional. Semoga goresan ayat-ayat suci yang kau tuliskan senantiasa membawa berkah dan menjadi saksi atas kecintaanmu terhadap seni dan agama.
Baca juga:
Resmi Berakhir, Masa Sanggah SNBP 2026 dan Tahapan Penting Berikutnya















