Breaking

Sehari Parkir Kajoetangan Kota Malang Hasilkan Rp 1,5–3 Juta

Sehari Parkir Kajoetangan Kota Malang Hasilkan Rp 1,5–3 Juta
Sehari Parkir Kajoetangan Kota Malang Hasilkan Rp 1,5–3 Juta

Infomalangcom – Kawasan heritage Kajoetangan di Kota Malang terus menunjukkan perkembangan sebagai destinasi wisata perkotaan yang ramai dikunjungi masyarakat.

Kawasan ini tidak hanya menawarkan nilai sejarah dan arsitektur bangunan lama, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi baru.

Salah satu sektor yang terdampak langsung adalah pengelolaan parkir. Dalam satu hari operasional, pendapatan parkir di kawasan Kajoetangan mampu menghasilkan pemasukan berkisar Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta, terutama pada akhir pekan dan hari libur.

Ramainya Aktivitas Wisata di Kajoetangan

Tingginya angka kunjungan wisatawan menjadi faktor utama meningkatnya pendapatan parkir. Pengunjung datang dari berbagai wilayah untuk menikmati suasana kota lama, berjalan santai di koridor heritage, hingga berburu kuliner di sekitar kawasan.

Aktivitas tersebut menyebabkan lonjakan kendaraan roda dua dan roda empat yang membutuhkan ruang parkir memadai.

Pada hari biasa, arus kendaraan terbilang stabil, namun meningkat signifikan pada Sabtu dan Minggu. Kondisi ini menunjukkan bahwa Kajoetangan telah berkembang menjadi magnet wisata yang mampu menarik minat masyarakat luas.

Ramainya aktivitas tersebut berdampak langsung terhadap besaran pendapatan parkir yang dikumpulkan setiap harinya.

Sistem Pengelolaan Parkir yang Diterapkan

Pengelolaan parkir di kawasan Kajoetangan dilakukan dengan pendekatan penataan kawasan wisata. Petugas parkir disiagakan di beberapa titik strategis untuk memastikan kendaraan terparkir rapi dan tidak mengganggu arus lalu lintas maupun pejalan kaki. Penataan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan pengunjung.

Tarif parkir diterapkan secara jelas dan seragam sesuai ketentuan yang berlaku. Transparansi tarif memberikan kepastian bagi pengunjung dan mencegah terjadinya kesalahpahaman.

Selain itu, pencatatan pendapatan dilakukan secara rutin sebagai bahan evaluasi pengelolaan parkir agar tetap tertib dan terkontrol.

Baca Juga :

Banjir Cashback di Informa Malang: Hemat Hingga Rp 11 Juta!

Kontribusi terhadap Pendapatan Daerah

Pendapatan parkir yang mencapai jutaan rupiah per hari memberikan kontribusi positif bagi pendapatan daerah. Jika dikelola secara konsisten dan profesional, sektor parkir di kawasan wisata seperti Kajoetangan berpotensi menjadi sumber pemasukan berkelanjutan.

Dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemeliharaan kawasan heritage, peningkatan fasilitas umum, serta penguatan sistem pelayanan wisata.

Selain itu, keberadaan parkir yang tertata juga membuka lapangan pekerjaan bagi petugas parkir dan memberi dampak ekonomi tidak langsung bagi masyarakat sekitar.

Dampak Ekonomi bagi Warga Sekitar

Aktivitas parkir di Kajoetangan tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kawasan. Ramainya pengunjung turut meningkatkan omzet pelaku usaha mikro, pedagang kaki lima, dan pemilik usaha kuliner di sekitar kawasan. Perputaran ekonomi ini menunjukkan bahwa kawasan wisata heritage mampu menjadi penggerak ekonomi lokal.

Keberadaan parkir yang tertata juga menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung. Hal tersebut berdampak pada meningkatnya durasi kunjungan wisatawan, yang pada akhirnya turut mendorong belanja di sektor lain.

Tantangan dalam Pengelolaan Parkir

Meski memberikan manfaat ekonomi, pengelolaan parkir di Kajoetangan tetap menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan lahan parkir menjadi persoalan utama ketika jumlah pengunjung meningkat drastis. Kondisi ini berpotensi memicu kemacetan dan menurunkan kenyamanan kawasan wisata.

Oleh karena itu, evaluasi dan penyesuaian kebijakan menjadi hal yang terus dilakukan. Penataan ulang titik parkir, pengawasan intensif, serta penyediaan kantong parkir alternatif menjadi opsi yang dipertimbangkan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan wisata dan ketertiban lalu lintas.

Rencana Pengembangan ke Depan

Keberhasilan parkir Kajoetangan dalam menghasilkan pendapatan harian menjadi indikator besarnya potensi kawasan wisata perkotaan.

Ke depan, pengelolaan parkir diharapkan semakin tertib, terintegrasi, dan berorientasi pada kenyamanan pengunjung.

Penguatan manajemen parkir dinilai penting agar kawasan tetap ramah wisata dan tidak kehilangan karakter heritage-nya.

Dengan perencanaan matang dan sinergi antara pemerintah daerah, pengelola kawasan, serta masyarakat, Kajoetangan berpotensi menjadi contoh pengelolaan kawasan wisata yang berkelanjutan.

Penutup

Pendapatan parkir Kajoetangan yang mencapai Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta per hari menunjukkan bahwa sektor parkir memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian kota.

Parkir tidak lagi sekadar fasilitas pendukung, melainkan bagian penting dari tata kelola kawasan wisata. Dengan pengelolaan yang konsisten, transparan, dan terencana, kawasan Kajoetangan diharapkan terus berkembang sebagai destinasi wisata unggulan yang memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi Kota Malang dan masyarakat sekitarnya.

Baca Juga :

Fantastis! Studio Animasi Asal Malang Cetak Prestasi di Level Internasional