Infomalangcom – MTsN 1 Kota Malang dikenal sebagai salah satu madrasah unggulan di Jawa Timur yang tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga pada tata kelola lembaga yang profesional dan inovatif.
Keberhasilan madrasah negeri ini dalam mengelola Ma’had (asrama siswa) dan berbagai aspek manajemen pendidikan telah menarik perhatian madrasah lain di seluruh Indonesia untuk melakukan studi tiru atau benchmarking.
Fenomena ini menunjukkan reputasi MTsN 1 Kota Malang sebagai role model tata kelola pendidikan madrasah yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi masa depan.
Tata Kelola Profesional sebagai Kunci Keberhasilan
Salah satu kekuatan utama MTsN 1 Kota Malang adalah sistem manajemen yang terstruktur dan berbasis prinsip profesionalisme.
Tata kelola ini mencakup berbagai dimensi, mulai dari aspek administrasi, kurikulum, pelayanan pendidikan, sampai dengan pengelolaan asrama atau Ma’had.
Dalam implementasinya, madrasah menerapkan pendekatan digital dan paperless untuk mendukung efektivitas kerja seluruh unit.
Kepala MTsN 1 Kota Malang, Dra. Erni Qomaria Rida, M.Pd., menekankan bahwa tata kelola yang baik harus didukung oleh proses kerja yang terintegrasi dan dapat dipantau secara real-time.
Hal ini mencakup penggunaan platform digital dalam pengelolaan data siswa, evaluasi prestasi, hingga koordinasi antar unit kerja seperti waka kurikulum, waka kesiswaan, dan unit ketatausahaan.
Pendekatan ini tidak hanya mempercepat alur kerja internal, tetapi juga meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. Dengan begitu, seluruh stakeholder madrasah dapat berkolaborasi secara efektif dalam mewujudkan tujuan pendidikan yang berkualitas.
Studi Tiru oleh Madrasah Lain sebagai Bukti Keunggulan
Perhatian berbagai madrasah terhadap tata kelola MTsN 1 Kota Malang menjadi bukti nyata bahwa inovasi yang diterapkan memiliki nilai praktis dan aspiratif.
Contohnya, pada 5 Mei 2025, rombongan dari MTsN 1 Kota Surabaya melakukan kunjungan studi tiru ke MTsN 1 Kota Malang dengan tujuan meningkatkan kualitas manajemen madrasah mereka sendiri.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan dipimpin oleh kepala madrasah Surabaya beserta 21 guru dan tenaga kependidikan. Fokus utama pembelajaran adalah penguatan tiga pilar manajemen madrasah: program kerja wakil kepala madrasah, peran komite madrasah, dan efektivitas ketatausahaan.
Selama kunjungan, para peserta berkesempatan berdialog dan mengamati langsung proses kerja di berbagai unit, sehingga mendapatkan insight yang siap ditransfer dan diimplementasikan di madrasah asal mereka.
Kepala MTsN 1 Kota Surabaya menyatakan bahwa program-program yang diterapkan di MTsN 1 Kota Malang bersifat inovatif, terukur, dan relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.
Ia menilai bahwa sistem kerja yang sudah terintegrasi dapat menjadi contoh bagi madrasah lain untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Selain Surabaya, pada tahun-tahun sebelumnya rombongan dari MTsN 1 Kota Palu juga melakukan studi tiru untuk mempelajari pengelolaan Sistem Kredit Semester (SKS) dan manajemen pendidikan secara keseluruhan di MTsN 1 Kota Malang.
Kegiatan tersebut melibatkan kepala madrasah, waka, dan guru untuk memahami praktik terbaik yang dapat ditiru di lingkungan mereka.
Fenomena studi tiru ini menunjukkan bahwa MTsN 1 Kota Malang bukan sekadar menciptakan inovasi internal, tetapi juga menjadi pusat pertukaran pengetahuan dan kolaborasi antar madrasah di Indonesia.
Implementasi Digitalisasi dalam Tata Kelola Pendidikan
Salah satu aspek penting dalam tata kelola profesional MTsN 1 Kota Malang adalah integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran dan administrasi.
Madrasah ini termasuk salah satu yang diresmikan sebagai Madrasah Digital Moderat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Digitalisasi ini mencakup penggunaan papan digital di kelas, layanan perpustakaan berbasis sistem digital, dan pelayanan terpadu tanpa uang tunai di kantin hingga koperasi siswa.
Penerapan teknologi ini juga mendukung evaluasi pembelajaran secara digital, mempermudah koordinasi guru dan tenaga kependidikan, serta meningkatkan akurasi data pendidikan.
Langkah ini sesuai dengan arahan pemerintah untuk meningkatkan adaptasi pendidikan terhadap era digital, sehingga siswa tidak hanya menerima pendidikan berkualitas, tetapi juga terbiasa dengan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Komite Madrasah dan Kolaborasi dengan Masyarakat
Selain aspek internal, tata kelola di MTsN 1 Kota Malang juga melibatkan partisipasi aktif komite madrasah dan masyarakat sekitar.
Komite madrasah di sini bukan sekadar lembaga formal, tetapi menjadi mitra strategis dalam merancang program pemberdayaan siswa, pelatihan orang tua, dan kegiatan sosial yang memperkuat ikatan antara sekolah dan masyarakat.
Kolaborasi ini menciptakan hubungan simbiotik antara madrasah dan lingkungan sosialnya, sehingga pendidikan tidak berjalan terisolasi tetapi terhubung dengan konteks kebutuhan masyarakat secara nyata.
Dampak Positif pada Mutu Pendidikan dan Reputasi Madrasah
Dengan tata kelola yang profesional, Ma’had MTsN 1 Kota Malang berhasil menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, efektif, dan responsif terhadap perubahan zaman.
Madrasah ini berhasil menarik perhatian lembaga pendidikan lain untuk belajar langsung ke Malang, memperkuat jaringan kolaborasi antar madrasah di Indonesia.
Pengakuan sebagai rujukan manajemen madrasah turut meningkatkan reputasi MTsN 1 Kota Malang sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada kualitas layanan, inovasi pendidikan, serta pengembangan karakter siswa yang holistik.
Keberhasilan ini menjadi contoh nyata bahwa tata kelola yang baik tidak hanya mendukung peningkatan prestasi akademik, tetapi juga membentuk ekosistem pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan.
Baca Juga : Tujuan PKL SMK dalam Meningkatkan Kompetensi Siswa












