Breaking

Malang Hari Ini, Longsor Rusak Dua Dapur Rumah di Kabupaten Malang

Malang Hari Ini Longsor Rusak Dua Dapur Rumah di Kabupaten Malang
Malang Hari Ini Longsor Rusak Dua Dapur Rumah di Kabupaten Malang

Infomalangcom – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Malang dalam beberapa hari terakhir kembali memicu bencana tanah longsor.

Peristiwa ini menjadi sorotan warga malang hari ini setelah dua dapur rumah milik warga dilaporkan tertimpa material longsoran dari tebing yang berada tepat di belakang permukiman.

Kejadian tersebut berlangsung saat malam hari ketika curah hujan turun cukup lama dan menyebabkan kondisi tanah menjadi labil.

Kronologi Kejadian di Tengah Cuaca Ekstrem

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan lapangan dan keterangan perangkat desa setempat, longsor terjadi setelah hujan mengguyur kawasan tersebut sejak sore hingga malam tanpa jeda berarti.

Air yang meresap ke dalam tanah meningkatkan beban pada lereng setinggi beberapa meter di belakang rumah warga. Struktur tanah yang tidak lagi mampu menahan tekanan akhirnya bergerak dan meluncur turun.

Material berupa tanah basah, batu kecil, serta potongan akar dan ranting pohon langsung menghantam bagian dapur dua rumah yang posisinya paling dekat dengan tebing.

Suara gemuruh sempat terdengar oleh warga sekitar sebelum dinding dapur jebol dan sebagian atap mengalami kerusakan.

Beruntung, saat kejadian penghuni rumah berada di ruang bagian depan sehingga tidak ada korban luka maupun jiwa.

Warga sekitar yang mendengar suara keras segera keluar rumah dan membantu pemilik rumah memeriksa kondisi bangunan.

Kepanikan sempat terjadi karena warga khawatir akan adanya longsor susulan, mengingat hujan masih turun meski tidak sederas sebelumnya.

Dampak Kerusakan Bangunan

Kerusakan terparah terjadi pada bagian tembok dapur yang retak dan roboh sebagian akibat tekanan tanah. Peralatan memasak, rak penyimpanan, serta sejumlah perlengkapan rumah tangga tertimbun material longsor.

Salah satu pemilik rumah menyampaikan bahwa dapur tidak dapat digunakan sementara waktu karena kondisi bangunan dinilai belum aman.

Petugas dari unsur pemerintah desa bersama aparat terkait langsung melakukan pengecekan dan pendataan. Asesmen awal dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan serta potensi bahaya lanjutan.

Selain membersihkan material longsor, warga bersama petugas juga memasang penahan sementara berupa terpal pada bagian tebing yang terbuka untuk mengurangi risiko air hujan kembali meresap langsung ke tanah.

Pendataan kerusakan menjadi langkah awal dalam menentukan bentuk bantuan yang dapat diberikan kepada warga terdampak.

Aparat juga mengimbau agar pemilik rumah sementara waktu tidak beraktivitas di area dapur sebelum dilakukan perbaikan struktural.

Baca Juga : Malang Terkini, Tiga RHU Diduga Langgar Izin, Terancam Surat Peringatan

Faktor Penyebab dan Kerentanan Wilayah

Kabupaten Malang memiliki sejumlah kawasan dengan kontur tanah berbukit dan berlereng curam. Kondisi geografis ini membuat wilayah tersebut rentan terhadap pergerakan tanah, terutama saat musim hujan. Curah hujan tinggi menyebabkan tanah menjadi jenuh air sehingga daya ikat antarpartikel melemah.

Selain faktor cuaca, kondisi drainase di sekitar permukiman turut berperan dalam meningkatkan risiko longsor. Saluran air yang kurang optimal dapat menyebabkan genangan dan mempercepat erosi lereng.

Minimnya vegetasi berakar kuat di sekitar tebing juga membuat tanah kehilangan penahan alami yang seharusnya membantu menjaga kestabilan.

Beberapa warga mengakui bahwa tebing di belakang rumah memang belum memiliki penguatan permanen seperti talud beton. Selama ini, mereka hanya mengandalkan struktur alami tanah dan tanaman liar sebagai penahan.

Upaya Antisipasi dan Imbauan Kewaspadaan

Perangkat desa bersama instansi terkait terus mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan berlangsung.

Tanda-tanda seperti munculnya retakan tanah, pohon yang mulai miring, atau rembesan air dari lereng harus segera dilaporkan. Deteksi dini dinilai penting untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.

Kerja bakti membersihkan saluran air dan menanam tanaman berakar kuat di sekitar lereng menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat.

Selain itu, pemetaan titik rawan longsor juga tengah dilakukan guna memprioritaskan penanganan di lokasi yang berpotensi tinggi mengalami pergerakan tanah.

Cuaca yang masih berpotensi hujan dalam beberapa waktu ke depan membuat warga diminta tetap siaga, terutama pada malam hari ketika intensitas hujan sering meningkat.

Baca Juga : Duka Mendalam Unggul FC, Azfar Burhan Berpulang di Momen Persiapan Turnamen