Breaking

Bau Mulut Saat Puasa di Siang Hari? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Bau Mulut Saat Puasa di Siang Hari Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
Bau Mulut Saat Puasa di Siang Hari Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Infomalangcom – Bau mulut saat puasa di siang hari sering menjadi persoalan yang membuat sebagian orang merasa kurang percaya diri.

Saat aktivitas tetap berjalan normal, mulai dari bekerja, sekolah, hingga bertemu klien, kondisi napas yang kurang segar bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.

Meski demikian, secara medis bau mulut ketika berpuasa merupakan hal yang wajar. Tubuh mengalami perubahan pola metabolisme dan produksi cairan selama tidak makan dan minum, sehingga memengaruhi kondisi rongga mulut.

Dengan memahami penyebabnya secara ilmiah dan mengetahui cara pencegahan yang tepat, masalah ini sebenarnya dapat diminimalkan tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah.

Penyebab Bau Mulut Saat Puasa di Siang Hari

Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan cairan dalam waktu yang cukup lama. Akibatnya, produksi air liur menurun secara signifikan.

Padahal, air liur berperan penting dalam menjaga kebersihan alami mulut. Cairan ini membantu membilas sisa makanan, mengontrol jumlah bakteri, dan menjaga keseimbangan pH di dalam rongga mulut.

Ketika mulut menjadi kering, bakteri anaerob lebih mudah berkembang dan menghasilkan senyawa sulfur volatil yang menimbulkan bau tidak sedap.

Selain faktor mulut kering, perubahan metabolisme juga berkontribusi terhadap munculnya bau napas. Saat tubuh tidak memperoleh glukosa dari makanan, cadangan lemak akan dipecah menjadi energi.

Proses ini menghasilkan zat keton yang dilepaskan melalui napas. Aroma keton inilah yang sering menimbulkan bau khas selama puasa.

Laporan kesehatan yang dimuat dalam media lokal Malang juga menyoroti bahwa pola makan saat sahur sangat menentukan kondisi napas di siang hari.

Konsumsi makanan tinggi gula, santan, atau terlalu berminyak dapat mempercepat pertumbuhan bakteri di mulut.

Kurangnya asupan serat dari buah dan sayur juga membuat proses pembersihan alami rongga mulut menjadi kurang optimal.

Baca Juga : Masjid sebagai Ruang Sosial, Bukan Sekadar Tempat Ibadah

Faktor Kesehatan yang Memperparah Kondisi

Tidak semua bau mulut saat puasa semata-mata disebabkan oleh kurang minum. Ada kondisi medis tertentu yang dapat memperparah keadaan.

Masalah gigi dan gusi seperti karang gigi, radang gusi, atau gigi berlubang menjadi sumber utama bau yang menetap.

Sisa makanan yang terperangkap di sela gigi akan terurai dan menghasilkan aroma tidak sedap jika tidak dibersihkan dengan benar.

Gangguan lambung juga dapat menjadi pemicu. Asam lambung yang naik ke kerongkongan bisa memengaruhi aroma napas.

Kondisi ini biasanya disertai rasa perih atau tidak nyaman di ulu hati. Jika bau mulut disertai gejala tersebut, kemungkinan besar penyebabnya berkaitan dengan sistem pencernaan, bukan hanya masalah kebersihan mulut.

Kebiasaan merokok sebelum tidur atau setelah berbuka turut memperburuk kondisi rongga mulut. Zat kimia dari rokok dapat menempel pada gigi dan jaringan mulut, mempercepat pertumbuhan bakteri, serta memperparah bau ketika produksi air liur menurun keesokan harinya.

Cara Mencegah Bau Mulut Saat Puasa

Langkah pencegahan paling efektif adalah menjaga kebersihan gigi dan mulut secara konsisten. Menyikat gigi setelah sahur dan sebelum tidur wajib dilakukan untuk menghilangkan sisa makanan. Membersihkan lidah dengan lembut juga penting karena bakteri sering menumpuk di permukaannya.

Perbanyak minum air putih antara waktu berbuka hingga sahur untuk menjaga hidrasi tubuh. Hindari konsumsi minuman tinggi gula secara berlebihan karena dapat memicu pertumbuhan bakteri.

Mengonsumsi buah yang kaya air seperti semangka atau melon dapat membantu menjaga kelembapan tubuh lebih lama.

Pola makan seimbang saat sahur juga berperan besar. Pilih makanan tinggi serat dan protein secukupnya agar energi bertahan lebih lama tanpa memicu gangguan lambung.

Mengunyah makanan secara perlahan dapat merangsang produksi air liur sehingga rongga mulut tidak terlalu kering.

Berkumur dengan obat kumur non-alkohol setelah menyikat gigi dapat membantu mengurangi bakteri penyebab bau.

Namun penggunaannya tidak perlu berlebihan agar keseimbangan flora normal di mulut tetap terjaga. Jika bau mulut terasa sangat kuat dan tidak membaik meski sudah menjaga kebersihan, sebaiknya konsultasikan ke dokter gigi atau tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dengan pemahaman yang tepat mengenai penyebab bau mulut saat puasa di siang hari serta penerapan kebiasaan sehat, kondisi ini dapat dikendalikan.

Puasa tetap dapat dijalankan dengan nyaman, produktivitas terjaga, dan rasa percaya diri pun tidak terganggu sepanjang hari.

Baca Juga : SAVANA HOTEL & CONVENTION MALANG HADIRKAN “LENTERA RAMADAN” ALL YOU CAN EAT HANYA IDR 148.000 NETT PAX