Breaking

Menu MBG di Kota Malang Diubah Jadi Makanan Kering Saat Ramadhan 2026

Fahrezi

21 February 2026

Menu MBG di Kota Malang Diubah Jadi Makanan Kering Saat Ramadhan 2026
Menu MBG di Kota Malang Diubah Jadi Makanan Kering Saat Ramadhan 2026

Infomalangcom – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang jatuh pada Februari 2026, Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan langkah strategis terkait distribusi bantuan pangan.

Salah satu sorotan utama adalah perubahan skema penyajian Menu MBG di Kota Malang Selama Ramadhan. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa program unggulan pemerintah tetap memberikan manfaat maksimal bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa tanpa mengurangi standar nutrisi yang telah ditetapkan.

Adaptasi Strategis Satuan Pelayanan Gizi Kota Malang

Langkah transformatif ini bukan tanpa alasan. Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Malang, Muhammad Athoillah, menegaskan bahwa pergeseran dari menu basah ke menu kering merupakan bentuk mitigasi risiko.

Pada hari-hari biasa, makanan siap santap dibagikan pada pagi hari untuk dikonsumsi saat jam istirahat sekolah. Namun, karena mayoritas siswa di Kota Malang menjalankan ibadah puasa, makanan tersebut baru akan dikonsumsi saat waktu berbuka tiba.

Risiko makanan menjadi basi atau mengalami penurunan kualitas sangat tinggi jika tetap menggunakan format menu nasi dan sayur berkuah yang didistribusikan sejak pagi.

Oleh karena itu, Menu MBG di Kota Malang Selama Ramadhan kini difokuskan pada bahan-bahan yang memiliki daya simpan lebih lama atau long-shelf life. Hal ini dilakukan agar para siswa tetap mendapatkan asupan bergizi yang aman dan higienis saat membatalkan puasa di rumah masing-masing.

Komposisi Nutrisi dalam Format Makanan Kering

Meskipun terdapat perubahan tekstur dan jenis sajian, Badan Gizi Nasional menjamin bahwa kandungan makronutrien dan mikronutrien tidak berkurang.

Standar kecukupan gizi tetap mengacu pada angka kecukupan gizi (AKG) yang dibutuhkan oleh anak usia sekolah. Berikut adalah rincian komponen dalam paket menu kering tersebut:

  1. Karbohidrat Kompleks: Penggunaan roti gandum atau produk olahan tepung yang diperkaya nutrisi sebagai pengganti nasi putih sementara.
  2. Protein Berdaya Simpan Tinggi: Telur rebus utuh, telur asin, serta abon sapi atau ayam yang diproses tanpa bahan pengawet berbahaya.
  3. Mikronutrien dan Serat: Buah-buahan utuh seperti pisang, jeruk, atau apel dipilih karena kulitnya melindungi daging buah dari kontaminasi udara luar, berbeda dengan buah potong yang cepat teroksidasi.
  4. Suplemen Cair: Susu UHT kemasan tetap menjadi komponen wajib untuk memenuhi kebutuhan kalsium siswa.
  5. Menu Khas Ramadhan: Penambahan kurma sebagai sumber energi cepat saat berbuka puasa, sesuai dengan sunnah dan kebutuhan fisiologis tubuh setelah berpuasa belasan jam.

Satu hal yang ditegaskan oleh SPPG adalah penghapusan menu berbahan santan. Karakteristik santan yang sangat rentan pecah dan basi dalam hitungan jam menjadikannya bahan terlarang dalam distribusi menu kering selama bulan Ramadhan ini.

Baca Juga : Ramadhan 2026, Pola Distribusi MBG di Kota Malang Disesuaikan, Menu Kini Dikemas Lebih Tahan Lama

Mekanisme Distribusi dan Fleksibilitas Sekolah

Pemerintah Kota Malang menerapkan sistem distribusi yang inklusif. Untuk sekolah-sekolah dengan mayoritas siswa non-muslim yang tidak berpuasa, distribusi tetap menggunakan sistem ompreng dengan menu basah seperti biasa.

Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan Menu MBG di Kota Malang Selama Ramadhan bersifat fleksibel dan menghargai keberagaman di lingkungan pendidikan.

Bagi sekolah berbasis asrama atau Pondok Pesantren, seperti Ponpes Bahrul Magfiroh, diberlakukan pengecualian mekanisme. Mengingat ketersediaan dapur mandiri yang dikelola oleh satuan pelayanan, proses memasak dilakukan pada sore hari.

Hasilnya, para santri tetap bisa menikmati makanan dalam kondisi hangat dan segar sesaat sebelum azan Maghrib berkumandang.

Jadwal Operasional dan Dampak Ekonomi Lokal

Setelah sempat dihentikan sementara pada fase awal Ramadhan (18–22 Februari 2026) untuk proses transisi logistik, program ini dijadwalkan kembali aktif sepenuhnya pada Senin, 23 Februari 2026.

Masa jeda tersebut digunakan SPPG untuk melakukan kurasi ulang terhadap vendor UMKM lokal yang mampu menyediakan bahan makanan kering berkualitas tinggi.

Keterlibatan UMKM lokal tetap menjadi pilar utama. Dengan beralihnya ke menu kering, pelaku usaha lokal di Malang kini didorong untuk memproduksi produk olahan seperti abon dan telur asin secara massal.

Ini membuktikan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada kesehatan siswa, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di wilayah Jawa Timur, khususnya Kota Malang.

Informasi lebih lanjut mengenai teknis pelaksanaan dan pengawasan kualitas makanan ini dapat dipantau melalui kanal komunikasi resmi pemerintah daerah.

Kepastian mengenai standar keamanan pangan ini juga sering dipublikasikan melalui laporan visual di media sosial resmi Satuan Pelayanan Gizi untuk menjaga transparansi kepada orang tua siswa.

Untuk melihat bagaimana simulasi distribusi dan testimoni mengenai kualitas menu ini, masyarakat dapat mengakses dokumentasi resmi melalui platform berbagi video dengan mencari kata kunci layanan pemenuhan gizi nasional di Malang atau merujuk pada pemberitaan resmi di situs Badan Gizi Nasional.

Baca Juga : Monitoring MBG di Malang, Menko Pangan Sidak SPPG

Author Image

Author

Fahrezi