Breaking

Dokter Ingatkan Bahaya Kebiasaan Puasa yang Dapat Mengganggu Kesehatan Ginjal

Muhamad Dzaki

28 February 2026

Dokter Ingatkan Bahaya Kebiasaan Puasa yang Dapat Mengganggu Kesehatan Ginjal
Dokter Ingatkan Bahaya Kebiasaan Puasa yang Dapat Mengganggu Kesehatan Ginjal

Infomalangcom – Puasa Ramadan memberikan banyak manfaat spiritual dan kesehatan jika dijalankan dengan pola yang tepat. Namun, dokter mengingatkan bahwa kebiasaan puasa yang keliru justru dapat berdampak pada kesehatan ginjal.

Organ ginjal berfungsi menyaring limbah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Ketika asupan cairan dan pola makan tidak terkontrol selama puasa, risiko gangguan ginjal bisa meningkat, terutama pada individu dengan faktor risiko tertentu.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kebutuhan cairan orang dewasa rata-rata sekitar dua liter per hari, tergantung aktivitas dan kondisi tubuh.

Saat puasa, kebutuhan ini tetap harus terpenuhi dalam rentang waktu berbuka hingga sahur. Kekurangan cairan dalam waktu lama dapat memicu dehidrasi yang berpengaruh langsung pada fungsi ginjal.

Kurang Minum saat Sahur dan Berbuka

Salah satu kebiasaan puasa yang paling sering terjadi adalah kurang minum air putih. Banyak orang lebih memilih minuman manis atau berkafein saat berbuka, lalu mengabaikan konsumsi air putih yang cukup.

Padahal, dehidrasi dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke ginjal sehingga proses penyaringan tidak optimal.

Menurut World Health Organization, dehidrasi yang tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal akut, terutama pada kondisi cuaca panas dan aktivitas berat.

Dokter spesialis penyakit dalam umumnya menyarankan pola minum bertahap, misalnya dua gelas saat berbuka, dua gelas setelah makan malam, dan dua gelas saat sahur untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan.

Baca Juga : Petani Nilai Pupuk Non-Subsidi Lebih Berkualitas dan Stabil

Konsumsi Garam Berlebihan

Kebiasaan lain yang perlu diwaspadai adalah konsumsi makanan tinggi garam saat berbuka atau sahur. Makanan asin seperti gorengan, camilan kemasan, dan lauk instan dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi dalam jangka panjang menjadi salah satu faktor utama penyakit ginjal kronis.

Data dari Badan Kesehatan Dunia merekomendasikan asupan natrium tidak lebih dari dua gram per hari atau setara lima gram garam.

Konsumsi berlebihan dapat memperberat kerja ginjal dalam menjaga keseimbangan elektrolit tubuh. Karena itu, dokter menyarankan memilih makanan segar dan membatasi penggunaan garam tambahan.

Minuman Manis dan Risiko Gangguan Ginjal

Minuman tinggi gula juga menjadi kebiasaan yang kerap meningkat selama Ramadan. Sirup, minuman bersoda, dan es campur memang menyegarkan, tetapi konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah.

Dalam jangka panjang, kadar gula darah tinggi menjadi faktor risiko diabetes, yang merupakan penyebab utama gagal ginjal kronis.

Menurut International Diabetes Federation, diabetes merupakan salah satu penyebab terbesar penyakit ginjal di dunia.

Oleh sebab itu, dokter menyarankan agar minuman manis dikonsumsi dalam jumlah terbatas dan diimbangi dengan air putih.

Menunda Buang Air Kecil

Sebagian orang menahan keinginan buang air kecil saat beraktivitas di siang hari karena khawatir tubuh semakin lemas.

Kebiasaan ini sebenarnya dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. Jika infeksi tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut berpotensi menyebar ke ginjal.

Dokter menjelaskan bahwa ginjal memerlukan aliran urin yang lancar untuk membuang zat sisa metabolisme. Menahan urin terlalu lama dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri di saluran kemih.

Oleh karena itu, penting untuk tetap memperhatikan sinyal tubuh dan tidak menunda buang air kecil setelah berbuka maupun saat malam hari.

Kurang Kontrol pada Penderita Penyakit Kronis

Bagi individu dengan riwayat hipertensi, diabetes, atau penyakit ginjal sebelumnya, puasa harus dilakukan dengan pengawasan medis.

Menurut National Kidney Foundation, pasien dengan penyakit ginjal kronis perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa untuk menyesuaikan jadwal obat dan pola makan.

Dokter biasanya akan mengevaluasi kondisi fungsi ginjal melalui pemeriksaan laboratorium seperti kadar kreatinin dan laju filtrasi glomerulus. Jika hasil menunjukkan risiko tinggi, pasien mungkin disarankan untuk tidak berpuasa demi menjaga keselamatan kesehatan.

Tips Menjaga Ginjal Tetap Sehat saat Puasa

Agar puasa tetap aman bagi ginjal, ada beberapa langkah yang dapat diterapkan. Pertama, penuhi kebutuhan cairan dengan pola minum teratur antara berbuka dan sahur. Kedua, batasi konsumsi garam, gula, dan makanan olahan. Ketiga, perbanyak konsumsi buah dan sayur yang mengandung air dan serat.

Selain itu, hindari penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid tanpa pengawasan dokter karena dapat memengaruhi fungsi ginjal jika dikonsumsi berlebihan. Istirahat cukup dan hindari aktivitas fisik berat di bawah terik matahari juga membantu mencegah dehidrasi.

Baca Juga : Gatal di Kepala Tak Kunjung Hilang? Bisa Jadi Ketombe Penyebabnya

Author Image