Infomalangcom – Bulan suci Ramadhan selalu identik dengan keriuhan pasar sore atau bazar dadakan yang menjajakan aneka kudapan berbuka. Momen berburu takjil di bulan Ramadhan telah menjadi tradisi kultural yang melekat di masyarakat Indonesia.
Namun, di balik keseruan memilih es campur yang segar atau gorengan yang renyah, tersimpan risiko kesehatan yang nyata.
Beberapa oknum pedagang nakal kerap menggunakan bahan kimia non-pangan demi menekan biaya produksi dan mempercantik tampilan dagangan mereka agar terlihat lebih menggoda di mata pembeli yang sedang lapar.
Mengapa Warna Mencolok Menjadi Sinyal Bahaya?
Visual makanan adalah daya tarik utama saat perut sedang kosong. Namun, Anda harus curiga jika menemukan takjil dengan warna yang terlalu “menyala” atau berpendar.
Berdasarkan temuan lapangan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, zat pewarna tekstil seperti Rhodamin B (merah) dan Methanyl Yellow (kuning) masih sering ditemukan pada jajanan pasar.
Zat ini sejatinya diperuntukkan bagi industri kertas atau tekstil, bukan untuk masuk ke dalam tubuh manusia. Mengonsumsi bahan ini secara rutin, meskipun dalam jumlah kecil, dapat menyebabkan akumulasi racun dalam organ vital.
Dalam jangka pendek, gejala yang muncul bisa berupa mual, pusing, atau iritasi tenggorokan. Namun, dampak jangka panjangnya jauh lebih mengerikan, yakni risiko kegagalan fungsi hati, kerusakan ginjal, hingga memicu pertumbuhan sel kanker (karsinogenik).
Baca Juga : Rekomendasi Kampung Ramadhan di Kota Malang, Surganya Takjil Murah Meriah
Cara Membedakan Takjil Aman vs Berbahaya
Sebagai konsumen yang cerdas saat berburu takjil di bulan Ramadhan, Anda perlu membekali diri dengan kemampuan sensorik dasar untuk membedakan kualitas makanan. Berikut adalah panduan identifikasi visualnya:
- Intensitas Cahaya: Pewarna alami (seperti kunyit, daun suji, atau buah naga) memberikan warna yang lembut, cenderung doff, dan tidak mengkilap. Sebaliknya, pewarna tekstil memberikan warna yang sangat tajam, mencolok, dan terkadang tampak berpendar atau neon di bawah sinar matahari.
- Keseragaman Gradasi: Perhatikan permukaan makanan. Pewarna buatan yang tidak diperuntukkan bagi makanan seringkali menyisakan bintik-bintik warna yang tidak terlarut sempurna atau menggumpal di satu titik. Pewarna food grade biasanya menyatu lebih rata dengan serat makanan.
- Aroma dan Rasa: Takjil yang mengandung zat kimia berbahaya sering kali memiliki aroma menyengat yang bukan aroma asli makanan. Saat dicicipi, akan muncul rasa getir atau pahit yang tertinggal di pangkal lidah (aftertaste), yang merupakan ciri khas paparan zat kimia keras.
Mengenal Bahaya Tersembunyi Selain Pewarna
Selain warna, ancaman lain yang patut diwaspadai saat berburu takjil di bulan Ramadhan adalah penggunaan pengawet mayat (formalin) dan pengenyal (boraks).
Formalin sering ditemukan pada mi basah atau tahu yang tetap awet meskipun berada di suhu ruang selama lebih dari 24 jam.
Tahu yang mengandung formalin biasanya memiliki tekstur yang sangat keras dan tidak mudah hancur, serta aroma obat yang samar.
Sementara itu, boraks sering disalahgunakan untuk memberikan tekstur kenyal yang berlebihan pada bakso, cilok, atau lontong.
Makanan yang mengandung boraks cenderung memiliki daya pantul jika dijatuhkan dan tidak mudah basi. Pastikan Anda hanya membeli dari pedagang yang sudah memiliki reputasi baik atau memperhatikan bagaimana mereka menyimpan produk dagangannya.
Panduan “KLIK” dari BPOM untuk Takjil Kemasan
Jika Anda lebih memilih takjil dalam bentuk kemasan pabrikan atau minuman botol, BPOM menyarankan protokol KLIK untuk memastikan keamanan produk:
- K (Kemasan): Pastikan wadah tidak penyok, bocor, atau berkarat.
- L (Label): Baca dengan teliti komposisi dan kandungan gizinya.
- I (Izin Edar): Pastikan produk memiliki nomor registrasi MD/ML atau P-IRT yang valid.
- K (Kadaluwarsa): Jangan pernah membeli produk yang sudah melewati batas tanggal aman konsumsi.
Edukasi Visual dan Sumber Terpercaya
Untuk memahami lebih dalam bagaimana bentuk fisik dari makanan berbahaya ini, Anda dapat merujuk pada kanal edukasi resmi pemerintah. BPOM sering membagikan dokumentasi hasil sidak pasar untuk memberikan gambaran nyata kepada masyarakat.
- Sumber Terpercaya: Situs Resmi BPOM RI – Penjelasan Publik Mengenai Pewarna Berbahaya
- Edukasi Video: Anda dapat mencari kata kunci “Ciri Makanan Mengandung Rhodamin B BPOM” di YouTube untuk melihat perbandingan warna secara visual yang lebih akurat melalui video demonstrasi laboratorium.
Strategi Memilih Lokasi Berburu Takjil yang Higienis
Kebersihan lingkungan tempat berjualan sangat berkorelasi dengan kualitas makanan. Saat Anda sedang berburu takjil di bulan Ramadhan, pilihlah pedagang yang:
- Menutup makanan dengan plastik atau tudung saji agar terhindar dari debu kendaraan dan lalat.
- Menggunakan alat bantu seperti penjepit makanan atau sarung tangan plastik saat mengambil makanan, bukan tangan telanjang.
- Menjaga kebersihan area sekitar lapak, termasuk tempat pembuangan sampah sementara yang tidak berdekatan langsung dengan display makanan.
Utamakan membeli makanan yang masih segar atau baru dimasak (freshly made). Memilih buah-buahan utuh seperti semangka atau melon yang dipotong sendiri di rumah jauh lebih aman daripada membeli es buah yang warnanya terlalu mencolok di pinggir jalan.
Selalu ingat bahwa kesehatan keluarga adalah prioritas utama di tengah kenikmatan menjalankan ibadah puasa.
Baca Juga : 3 Bazar Ramadhan di Pusat Kota Malang 2026, Surganya Takjil dan Kuliner Berbuka











