Breaking

Miniatur Masjid dari 100 Kg Cokelat Putih Jadi Daya Tarik Unik Ramadan di Malang

Fahrezi

7 April 2026

Miniatur Masjid dari 100 Kg Cokelat Putih Jadi Daya Tarik Unik Ramadan di Malang
Miniatur Masjid dari 100 Kg Cokelat Putih Jadi Daya Tarik Unik Ramadan di Malang

Infomalangcom – Menyambut bulan suci Ramadan 1445 H, Kota Malang kembali menghadirkan kejutan visual yang memanjakan mata para pelancong dan warga lokal.

Tren dekorasi tematik di berbagai pusat keramaian memang lazim ditemukan, namun ada satu instalasi yang mencuri perhatian karena materialnya yang tidak biasa.

Di tengah sejuknya atmosfer Malang, sebuah mahakarya kuliner berdiri megah bukan untuk disantap, melainkan sebagai simbol kemegahan arsitektur spiritual yang dibalut kelembutan bahan pangan premium.

Kreasi Artistik di Lobi Grand Mercure Malang Mirama

Memasuki area lobi Grand Mercure Malang Mirama, pengunjung langsung disambut oleh kemegahan miniatur masjid berwarna putih tulang yang elegan.

Hotel yang terletak di kawasan strategis Jawa Timur ini memang dikenal konsisten menghadirkan inovasi setiap tahunnya.

Namun, pada tahun 2024, mereka memutuskan untuk meningkatkan skala kreativitas dengan menghadirkan miniatur masjid cokelat putih sebagai pusat perhatian utama.

Pemilihan lokasi di lobi memberikan aksesibilitas bagi siapa saja yang ingin menyaksikan langsung keindahan detail seni pastry kelas atas.

Spesifikasi Megah: 100 Kilogram Cokelat Putih

Keunikan utama dari instalasi ini terletak pada volume bahan baku yang digunakan. Tidak tanggung-tanggung, tim kuliner menghabiskan total 100 kilogram cokelat putih berkualitas tinggi.

Dengan massa sebanyak itu, struktur bangunan masjid ini memiliki dimensi yang cukup masif untuk ukuran sebuah replika makanan, yakni berdiameter 2 meter dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.

Penggunaan cokelat putih dipilih bukan tanpa alasan. Secara visual, warna putih melambangkan kesucian dan kebersihan, selaras dengan esensi bulan Ramadan yang merupakan momentum penyucian diri.

Tekstur cokelat yang padat namun mudah dibentuk memungkinkan tim kreatif untuk mengeksplorasi detail arsitektur yang lebih rumit dibandingkan bahan lain seperti styrofoam atau kayu.

Baca Juga : Lady Gaga Green Day And Enhypen 2025 Coachella Festival In Pictures

Ketelitian Tim Pastry dalam Proses Konstruksi

Di balik kemegahannya, ada kerja keras tim pastry hotel yang dipimpin langsung oleh seorang Executive Pastry Chef berpengalaman.

Proses pengerjaan miniatur masjid cokelat putih ini memakan waktu selama 14 hari atau dua minggu penuh. Setiap bagian, mulai dari dinding utama hingga lengkungan kubah, dikerjakan dengan teknik ukir manual yang sangat presisi.

Tim harus memastikan suhu ruangan lobi tetap stabil agar material cokelat tidak mengalami perubahan tekstur atau meleleh.

Ketelitian ini tidak hanya terbatas pada bentuk fisik, tetapi juga pada estetika motif islami yang menghiasi permukaan dinding miniatur.

Pengunjung yang berdiri cukup dekat dapat merasakan aroma manis khas cokelat yang menyeruak, memberikan pengalaman sensorik yang unik antara indra penglihatan dan penciuman.

Simbolisme dan Daya Tarik Wisata Religi

Pihak manajemen hotel menjelaskan bahwa instalasi ini bukan sekadar ajang pamer kemewahan, melainkan bentuk apresiasi terhadap tradisi lokal dan kreativitas tanpa batas.

Cokelat, yang sering diasosiasikan dengan rasa manis dan kebahagiaan, menjadi metafora bagi “manisnya” keberkahan di bulan suci.

Selain itu, keberadaan miniatur ini berfungsi sebagai ikon fotografi atau spot foto bagi para tamu yang menjalankan ibadah buka puasa bersama (bukber) di hotel.

Di era media sosial, kehadiran instalasi yang estetik dan instagramable seperti ini menjadi magnet kuat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Malang selama musim libur Ramadan.

Fakta Penting Mengenai Keamanan Konsumsi

Meskipun bahan dasarnya adalah makanan lezat, penting bagi pengunjung untuk mengetahui bahwa miniatur ini murni berfungsi sebagai dekorasi (food art).

Karena terpapar udara terbuka dalam waktu lama dan melalui proses penanganan manual yang intensif, cokelat ini tidak disarankan untuk dikonsumsi demi alasan higienitas.

Tradisi tahunan ini membuktikan bahwa batas antara dunia kuliner dan seni rupa semakin tipis, di mana bahan dapur bisa bertransformasi menjadi monumen yang menginspirasi.

Bagi Anda yang sedang berada di Jawa Timur, menyaksikan miniatur masjid cokelat putih ini adalah agenda yang patut dipertimbangkan sebelum masa pajangnya berakhir saat Idul Fitri tiba.

Bukti Visual dan Referensi Terpercaya:

Aksi kreatif ini telah diliput secara luas oleh media nasional sebagai salah satu ikon Ramadan terbaik di Jawa Timur. Anda dapat menyaksikan kemegahan proses dan hasil akhirnya melalui dokumentasi visual berikut:

Baca Juga : Keseruan Akhir Pekan Menjelajahi Setiap Sudut Bazar Soekarno Hatta

Author Image

Author

Fahrezi