Breaking

Kabar Duka, Try Sutrisno Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun

Fahrezi

10 April 2026

Kabar Duka, Try Sutrisno Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun
Kabar Duka, Try Sutrisno Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun

Infomalangcom – Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Kabar duka menyelimuti tanah air saat tersiar kabar bahwa Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno meninggal dunia.

Beliau merupakan sosok negarawan yang telah membaktikan seluruh hidupnya untuk kedaulatan NKRI.

Kepergian Wakil Presiden RI ke-6 ini meninggalkan lubang besar dalam sejarah kepemimpinan nasional, terutama bagi mereka yang mengagumi integritas serta kedisiplinan militer yang melekat kuat pada kepribadian beliau hingga akhir hayat.

Kronologi Kepergian Sang Jenderal di RSPAD Gatot Soebroto

Berdasarkan informasi resmi yang dihimpun, Try Sutrisno meninggal dunia pada Senin, 2 Maret 2026, tepat pukul 06.58 WIB. Beliau mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Sebelum dinyatakan wafat, Try Sutrisno dikabarkan telah menjalani perawatan medis intensif sejak pertengahan Februari 2026.

Faktor usia yang telah mencapai 90 tahun menjadi penyebab utama menurunnya kondisi kesehatan mantan Panglima ABRI tersebut dalam beberapa pekan terakhir sebelum akhirnya dipanggil oleh Sang Pencipta.

Keluarga besar almarhum berada di sisi beliau saat-saat terakhir. Kabar ini juga telah dikonfirmasi oleh pihak rumah sakit dan kolega terdekat di lingkungan TNI.

Meninggalnya Try Sutrisno menjadi duka mendalam bagi institusi militer Indonesia. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, bendera setengah tiang dikibarkan di berbagai instansi pemerintah selama masa berkabung nasional.

Prosesi pelepasan jenazah dilakukan dengan upacara militer yang khidmat, mencerminkan jasa-jasa besarnya terhadap bangsa selama puluhan tahun mengabdi.

Baca Juga : Polresta Malang Kota Terima Dua Laporan Terkait Pandji Pragiwaksono, Ini Kronologinya

Perjalanan Karier dan Pengabdian di Era Orde Baru

Nama Try Sutrisno tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang politik dan militer Indonesia. Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, ia memulai karier militernya dengan penuh prestasi.

Salah satu titik balik kariernya adalah saat terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto pada tahun 1974. Kedekatannya dengan pusat kekuasaan saat itu tidak membuatnya tinggi hati, melainkan justru memperkuat pemahamannya tentang tata kelola negara dan strategi pertahanan nasional.

Kariernya terus menanjak hingga menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 1986 dan puncaknya menjadi Panglima ABRI pada periode 1988 hingga 1993.

Di bawah kepemimpinannya, stabilitas keamanan nasional menjadi prioritas utama. Setelah purna tugas dari militer, ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia mendampingi Presiden Soeharto.

Selama menjabat sebagai Wapres, beliau dikenal sebagai figur yang tenang, komunikatif, dan sangat memegang teguh nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara yang absolut.

Upacara Pemakaman di TMP Kalibata dan Penghormatan Negara

Jenazah almarhum Try Sutrisno disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat, sebelum akhirnya dibawa ke Masjid Agung Sunda Kelapa untuk dishalatkan.

Ribuan pelayat dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat tinggi negara hingga masyarakat umum, turut memberikan penghormatan terakhir.

Presiden RI memimpin langsung upacara pemakaman secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Lokasi ini dipilih sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi pahlawan bangsa yang memiliki tanda jasa luar biasa.

Hingga masa tuanya, Try Sutrisno tetap aktif memberikan sumbangsih pemikiran melalui Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Beliau selalu berpesan agar generasi muda tetap menjaga persatuan dan tidak melupakan jati diri bangsa. Kepergiannya merupakan pengingat bagi seluruh rakyat Indonesia akan pentingnya dedikasi tanpa pamrih.

Untuk melihat liputan mendalam mengenai prosesi pemakaman dan testimoni tokoh nasional, Anda dapat memantau siaran langsung di kanal berita resmi seperti Kompas TV atau situs berita nasional Liputan6.com yang menyediakan arsip video perjalanan hidup beliau.

Selamat jalan, Jenderal. Jasa dan pengabdianmu akan selalu terpatri dalam sanubari bangsa Indonesia.

Baca Juga : Hujan Lebat Tak Terbendung, Pujon Dilanda Banjir dan Longsor di Sejumlah Titik

Author Image

Author

Fahrezi