Infomalangcom – Ketenangan pagi hari di Desa Gedog Wetan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, mendadak terusik oleh kobaran api yang menghanguskan sebuah gudang penyimpanan barang rongsokan.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu pagi ini langsung menyedot perhatian warga sekitar karena api dengan cepat merembet ke dua rumah yang berdiri di sekitar lokasi kejadian.
Kebakaran dilaporkan pertama kali sekitar pukul 08.30 WIB. Warga yang melihat kepulan asap hitam tebal segera menghubungi petugas pemadam kebakaran agar api bisa segera ditangani sebelum meluas ke permukiman yang lebih padat. Namun cepatnya perambatan api membuat kondisi di lokasi kejadian sempat tidak terkendali dalam beberapa menit pertama.
Gudang Rongsokan Jadi Titik Awal Api
Bangunan gudang berukuran 11×11 meter yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang bekas itu tak tersisa akibat kobaran api yang diduga dipicu korsleting listrik. Kondisi di dalam gudang yang dipenuhi material mudah terbakar seperti barang-barang rongsokan menjadi faktor utama cepatnya api membesar dan merambat ke luar bangunan.
Kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik atau arus pendek listrik. Dugaan ini menjadi temuan awal petugas di lapangan, meski penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pastinya.
Penumpukan material mudah terbakar di dalam gudang rongsokan membuat api tidak memberi banyak waktu bagi siapapun untuk bertindak cepat sebelum si jago merah meluas.
Baca Juga : Pemkot Malang Rencanakan Relokasi 600 PKL Kebalen ke Kawasan Gadang
Api Merembet ke Dua Rumah Warga
Salah satu dampak paling mengkhawatirkan dari peristiwa ini adalah merembet nya api ke bangunan milik warga di sekitar gudang. Api merembet ke dua rumah warga yang berada di sekitar lokasi gudang rongsokan tersebut.
Kejadian ini langsung memicu kepanikan di antara penghuni rumah dan warga sekitar yang bergegas menyelamatkan barang-barang berharga mereka.
Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian material yang ditimbulkan sangat besar, tidak hanya bagi pemilik gudang rongsokan tetapi juga bagi dua keluarga yang rumahnya ikut terdampak jilatan api.
Kejadian seperti ini menjadi pengingat keras betapa bahayanya kebakaran yang bersumber dari bangunan dengan material mudah terbakar di lingkungan permukiman padat.
Kerugian Ditaksir Mencapai Rp200 Juta
Dari hasil pendataan awal yang dilakukan petugas setelah api berhasil dipadamkan, kerugian yang ditimbulkan dari peristiwa kebakaran ini tidaklah kecil.
Kebakaran ini menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp200 juta. Angka tersebut mencakup kerusakan pada bangunan gudang rongsokan beserta seluruh isinya, serta kerusakan pada dua rumah warga yang terdampak rembesan api.
Nilai kerugian ini bisa saja bertambah seiring pendataan yang lebih menyeluruh dari pihak berwenang. Seluruh isi gudang yang terdiri dari berbagai jenis barang bekas habis dilahap api tanpa menyisakan apapun yang bisa diselamatkan. Dua rumah yang ikut terbakar pun mengalami kerusakan yang membutuhkan perbaikan tidak sedikit.
Respons Cepat Tim Pemadam Kebakaran
Begitu laporan masuk, tim pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Petugas yang tiba di lokasi langsung berupaya melokalisir api agar tidak semakin meluas ke bangunan-bangunan lain di sekitarnya. Proses pemadaman tidak berlangsung mudah mengingat banyaknya material rongsokan yang terus menyuplai bahan bakar bagi kobaran api.
Selain tim Damkar, sejumlah personel gabungan dari unsur kepolisian dan warga sekitar turut membantu proses pemadaman dan pengamanan lokasi. Koordinasi yang cepat antara berbagai pihak ini berhasil mencegah api merambat lebih jauh ke bangunan-bangunan lain yang ada di sekitar titik kebakaran.
Korsleting Listrik Masih Jadi Ancaman Serius
Peristiwa kebakaran di Turen ini kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya instalasi listrik yang tidak terpelihara dengan baik. Korsleting listrik hingga saat ini masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran di Indonesia, khususnya pada bangunan yang menggunakan instalasi lama atau tidak sesuai standar keamanan.
Masyarakat diimbau untuk secara rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha, terutama pada bangunan yang sudah berusia tua.
Penggunaan kabel yang tidak sesuai kapasitas, stop kontak yang kelebihan beban, dan instalasi yang tidak dikerjakan oleh teknisi bersertifikat adalah faktor-faktor yang paling sering memicu korsleting.
Bagi pemilik gudang atau tempat penyimpanan barang, risiko kebakaran semakin tinggi karena material di dalamnya umumnya mudah terbakar dan bisa mempercepat perambatan api secara drastis.
Pihak kepolisian melalui Polsek Turen masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran ini.
Hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi di lokasi diharapkan bisa memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kronologi lengkap kejadian sehingga langkah pencegahan yang tepat bisa dirumuskan ke depannya.
Baca juga : Empat SPPG Baru di Kota Malang Resmi Beroperasi, Layanan MBG Makin Luas










