Breaking

Pemberdayaan Perempuan Lewat Urban Farming, Program BRInita Hadirkan Solusi Pangan dan Ekonomi

Pemberdayaan Perempuan Lewat Urban Farming, Program BRInita Hadirkan Solusi Pangan dan Ekonomi
Keterbatasan lahan di perkotaan tidak lagi menjadi penghalang bagi perempuan Indonesia untuk berkontribusi terhadap ketahanan pangan sekaligus perekonomian keluarga

infomalangcom – Keterbatasan lahan di perkotaan tidak lagi menjadi penghalang bagi perempuan Indonesia untuk berkontribusi terhadap ketahanan pangan sekaligus perekonomian keluarga. Melalui program BRInita, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menghadirkan solusi urban farming yang sekaligus menjadi wadah pemberdayaan perempuan di berbagai kota di Tanah Air.

Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa lahan sempit di tengah padatnya permukiman perkotaan tetap dapat disulap menjadi sumber pangan sekaligus sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.

Program BRInita atau BRI Bertani di Kota merupakan salah satu inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan yang dijalankan melalui BRI Peduli sejak 2022. Program ini dirancang untuk mendorong masyarakat, khususnya perempuan, agar lebih aktif dan produktif memanfaatkan lahan terbatas di kawasan padat penduduk menjadi ruang bertani yang produktif.

Melalui pendekatan ini, BRI ingin menegaskan bahwa keterbatasan ruang bukan alasan untuk berhenti berkarya dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar, sekaligus mendorong peran perempuan agar tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembangunan ekonomi keluarga dan komunitas.

Solusi Urban Farming dengan Tiga Metode Utama

Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa Program BRInita menjadi wujud nyata semangat pemberdayaan perempuan di era modern, sejalan dengan nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini. “Melalui pemanfaatan lahan terbatas menjadi ruang produktif, program ini tidak hanya mendorong swasembada ekonomi dan ketahanan pangan, tetapi juga membuka ruang bagi perempuan untuk berkembang, berdaya, dan menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya,” ujar Dhanny.

Baca Juga: Kriminalitas Antar Daerah, Memahami Faktor yang Memicu Perbedaan Tingkat Kejahatan

Dalam implementasinya, BRI Peduli menyalurkan bantuan berupa pembangunan sarana urban farming seperti greenhouse atau rumah tanaman, yang dapat diterapkan melalui tiga metode utama, yaitu vertikultur, hidroponik, dan wall gardening.

Metode vertikultur merupakan teknik menanam secara vertikal menggunakan media paralon atau botol bekas yang disusun bertingkat, cocok diterapkan pada lahan sempit seperti teras rumah. Sementara metode hidroponik mengandalkan sirkulasi air dan nutrisi tanpa tanah, sehingga menghasilkan panen yang lebih bersih dan higienis.

Adapun metode wall gardening memanfaatkan dinding bangunan sebagai media tanam vertikal untuk berbagai jenis tanaman hias maupun konsumsi. Selain bantuan fisik, BRI Peduli turut memberikan pembinaan berupa pelatihan pengelolaan urban farming dengan menggandeng tenaga ahli, sekaligus melakukan pendampingan pengembangan hasil panen agar memiliki nilai tambah ekonomi, mulai dari pengelolaan, pengemasan, hingga pemasaran produk.

Hingga April 2026, program ini tercatat telah memberdayakan sebanyak 40 kelompok masyarakat yang tersebar di 40 titik ruang terbuka hijau di berbagai wilayah Indonesia, dengan melibatkan lebih dari 1.351 individu secara langsung. Program ini bahkan tercatat berkontribusi hingga 47 persen terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, khususnya bagi perempuan yang terlibat aktif di dalamnya.

Capaian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan berbasis komunitas mampu meningkatkan kualitas hidup, baik dari sisi kesehatan melalui konsumsi pangan bergizi, maupun dari sisi ekonomi lewat hasil panen yang dapat dijual kembali kepada masyarakat sekitar.

Salah satu kelompok yang merasakan manfaat program ini adalah Kosagrha Lestari di Kelurahan Medokan Ayu, Kota Surabaya, yang berhasil mengubah lahan tidur seluas 800 meter persegi menjadi kebun produktif bagi puluhan anggotanya. Kelompok ini kini mampu mencatatkan pendapatan bulanan berkisar Rp2 juta hingga Rp10 juta dari hasil penjualan sayuran, buah-buahan, hingga ternak ikan dan unggas.

Program BRInita turut sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan global, khususnya terkait pengentasan kelaparan serta pembangunan kota dan permukiman yang berkelanjutan. Informasi lebih lanjut mengenai kerangka tujuan pembangunan berkelanjutan tersebut dapat diakses melalui situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Melalui program ini, BRI berharap semakin banyak perempuan Indonesia yang dapat mengubah keterbatasan lahan menjadi peluang nyata, sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga dan komunitas di tengah tantangan urbanisasi yang terus meningkat.

Baca Juga: Pentingnya Transparansi Kebijakan Publik untuk Mencegah Praktik Korupsi

Ke depan, BRI berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program ini ke lebih banyak kota, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak kelompok perempuan di berbagai wilayah Indonesia.

Author Image

Author

Bima Yoga