Breaking

Optimisme Ekonomi Menguat, BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Malang Raya Tetap Solid pada 2026

Optimisme Ekonomi Menguat, BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Malang Raya Tetap Solid pada 2026
Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, geliat perekonomian Malang Raya justru menunjukkan tren yang menggembirakan.

infomalangcom – Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, geliat perekonomian Malang Raya justru menunjukkan tren yang menggembirakan.

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kawasan ini tetap solid sepanjang 2026, didukung oleh optimisme konsumen yang terus bertahan di zona positif dari bulan ke bulan.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang memperkirakan pertumbuhan ekonomi wilayah kerjanya pada 2026 berada pada rentang 4,7 hingga 5,5 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Proyeksi tersebut didasarkan pada kajian makroekonomi yang mempertimbangkan stabilitas pasar domestik serta potensi regional yang dinilai belum tergarap maksimal, dengan konsumsi rumah tangga, investasi, aktivitas pariwisata, dan industri pengolahan sebagai penopang utama.

Indeks Keyakinan Konsumen Terus Bertahan di Zona Optimistis

Optimisme tersebut turut tercermin dari hasil Survei Konsumen yang rutin dirilis KPw BI Malang setiap bulan.

Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Indra Kuspriyadi, mengungkapkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juli 2026 melonjak hingga menyentuh angka 126,8, menunjukkan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi daerah tetap berada pada level sangat optimistis.

Pergerakan indeks ini memang sempat mengalami dinamika sepanjang semester pertama 2026. Pada Mei 2026, IKK tercatat sebesar 134,5, sedikit menurun dari April yang mencapai 138,8.

Memasuki Juni 2026, angka tersebut kembali terkoreksi menjadi 123,8, sebelum akhirnya kembali menguat pada Juli. Meski sempat berfluktuasi, seluruh angka tersebut tetap berada jauh di atas ambang batas optimistis, yakni level 100.

“Optimisme konsumen di wilayah Malang Raya masih terjaga. Hal ini menunjukkan masyarakat masih memiliki keyakinan yang baik terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ke depan,” ujar Indra.

Baca Juga: Pembiayaan Ultra Mikro Menjadi Penggerak Ekonomi Rakyat melalui Akses Modal yang Lebih Terjangkau

Ia menjelaskan, keyakinan masyarakat tersebut ditopang oleh stabilitas harga barang pokok serta berlanjutnya aktivitas ekonomi di sejumlah sektor utama, seperti perdagangan, jasa, pendidikan, dan pariwisata.

Ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang juga tetap tinggi, tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang pada Juli 2026 mencapai 139,0, didorong oleh tingginya ekspektasi penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan kegiatan usaha.

“Secara umum, kombinasi dari optimisme konsumen, daya beli yang tetap terjaga, serta aktivitas ekonomi riil yang menunjukkan optimisme, mengindikasikan bahwa ekonomi Kota Malang berada dalam kondisi yang terjaga dan memiliki ketahanan yang baik di tengah dinamika eksternal,” tambah Indra.

Optimisme di tingkat konsumen ini sejalan dengan capaian pertumbuhan ekonomi riil Kota Malang yang tercatat cukup mengesankan.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Malang pada 2025 mencapai 5,92 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur sebesar 5,33 persen maupun nasional sebesar 5,11 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Kota Malang pada tahun 2025 mencapai 5,92 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur sebesar 5,33 persen dan nasional sebesar 5,11 persen,” jelas Wahyu.

Ia menambahkan, struktur perekonomian Kota Malang masih didominasi sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi 28,50 persen, diikuti sektor industri pengolahan sebesar 27,65 persen.

Capaian positif ini turut sejalan dengan kinerja ekonomi nasional yang tetap solid, terindikasi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh 5,61 persen (yoy) pada triwulan I 2026. Informasi lebih lanjut mengenai data dan kajian ekonomi regional dapat diakses melalui laman resmi Bank Indonesia.

Bank Indonesia sendiri secara nasional turut mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 4,9 hingga 5,7 persen sepanjang 2026, dengan konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah sebagai penopang utama.

Sinkronnya arah proyeksi nasional dengan tren positif di tingkat regional seperti Malang Raya menunjukkan bahwa fondasi ekonomi domestik relatif kuat dalam menghadapi tekanan eksternal, mulai dari ketidakpastian geopolitik hingga dinamika perdagangan global yang masih fluktuatif sepanjang tahun ini.

Dengan kombinasi antara proyeksi pertumbuhan yang tetap positif dan tingkat keyakinan konsumen yang terus terjaga, perekonomian Malang Raya diharapkan mampu mempertahankan momentum pemulihannya sepanjang 2026, sekaligus menjadi salah satu motor penggerak ekonomi regional Jawa Timur yang tangguh di tengah dinamika ekonomi global.

Baca Juga: Lembaga Negara Perkuat Strategi Menghadapi Dinamika Ekonomi, Ini Fokus Utamanya

Author Image

Author

Bima Yoga