Infomalangcom – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kota Malang mengalami kenaikan cukup tajam menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Pada awal Februari 2026, harga cabai rawit bahkan mencapai Rp95 ribu per kilogram.
Kenaikan tersebut terjadi dalam waktu sekitar lima hingga sepuluh hari. Sebelumnya, harga cabai rawit masih berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
Kondisi ini membuat komoditas tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena dapat memengaruhi pengeluaran masyarakat sekaligus perkembangan inflasi.
Pasokan dari Petani Menjadi Persoalan
Salah satu faktor yang disebut pedagang sebagai penyebab kenaikan adalah minimnya pasokan dari petani. Ketika stok dari petani berkurang, pedagang harus mengandalkan pasokan dari daerah lain untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Pedagang di Pasar Tawangmangu menyampaikan bahwa pasokan cabai dari petani sedang kosong. Kondisi tersebut membuat harga bergerak naik secara cepat. Untuk memenuhi kebutuhan dagangan, pedagang mengandalkan stok dari Pasar Sayur Karangploso.
Ketersediaan pasokan menjadi faktor penting dalam menentukan harga cabai karena komoditas tersebut memiliki perubahan harga yang cukup cepat.
Malang Posco Media — Pemkot Malang Prediksi Harga Cabai Stabil Saat Panen Raya
Permintaan Menjelang Ramadan Ikut Mendorong Harga
Kenaikan harga juga terjadi ketika masyarakat mulai mempersiapkan kebutuhan Ramadan. Permintaan terhadap bahan pangan biasanya meningkat ketika memasuki periode tersebut.
Radar Malang melaporkan harga cabai rawit di Pasar Tawangmangu meningkat dari sekitar Rp40 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram. Untuk kualitas premium, harga bahkan dilaporkan mencapai Rp95 ribu per kilogram. Pedagang memperkirakan permintaan dapat meningkat ketika Ramadan dimulai.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa harga cabai dipengaruhi oleh pertemuan antara ketersediaan barang dan kebutuhan konsumen.
Kenaikan Harga Berdampak pada Pembelian Warga
Harga yang semakin tinggi dapat membuat masyarakat mengurangi jumlah pembelian. Pedagang di Pasar Tawangmangu menyebut sebagian konsumen memilih membeli cabai dalam jumlah lebih sedikit ketika harga meningkat.
Jika sebelumnya masyarakat membeli dalam jumlah lebih banyak, kenaikan harga membuat pembelian eceran menjadi pilihan. Salah satu pedagang bahkan menyebut cabai dijual dalam ukuran per ons untuk menyesuaikan kemampuan konsumen.
Bagi rumah tangga, perubahan tersebut menjadi alasan untuk mengatur kembali anggaran belanja, terutama ketika sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga mengalami perubahan harga.
Pemkot Malang Siapkan Kerja Sama Antardaerah
Pemerintah Kota Malang memberikan perhatian terhadap kenaikan harga tersebut. Wali Kota Malang menyampaikan bahwa pemerintah akan menyiapkan langkah melalui Kerja Sama Antardaerah atau KAD.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperoleh pasokan cabai dari daerah penghasil di Jawa Timur yang memiliki harga lebih terjangkau. Pasokan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pasar Kota Malang sekaligus mengurangi tekanan harga.
Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi yang dapat dilakukan ketika pasokan lokal belum mencukupi kebutuhan pasar.
Warung Tekan Inflasi Menjadi Instrumen Intervensi
Selain kerja sama antardaerah, pemerintah juga menggunakan Warung Tekan Inflasi sebagai salah satu instrumen untuk membantu menekan harga komoditas pangan.
Pemerintah Kota Malang kemudian mengaktifkan kembali Warung Tekan Inflasi di Pasar Blimbing pada Juni 2026 ketika harga cabai kembali melonjak. Saat itu, cabai rawit dan cabai keriting dijual Rp40 ribu per kilogram, sedangkan cabai besar Rp45 ribu per kilogram.
Data tersebut menunjukkan bahwa intervensi pasar menjadi salah satu cara pemerintah untuk menyediakan pilihan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Harga Cabai Berpengaruh terhadap Inflasi
Cabai merupakan salah satu komoditas pangan yang pergerakan harganya perlu diperhatikan dalam pengendalian inflasi. Kenaikan yang cukup besar dalam waktu singkat dapat memberikan tekanan terhadap pengeluaran masyarakat.
Pemerintah Kota Malang menyebut persoalan harga cabai menjadi salah satu fokus evaluasi pengendalian inflasi daerah. Karena itu, upaya menjaga pasokan menjadi bagian penting dalam menjaga kestabilan harga.
Pengendalian harga tidak hanya berkaitan dengan menurunkan harga di pasar, tetapi juga memastikan barang tersedia dalam jumlah yang cukup.
Panen Raya Diharapkan Membantu Stabilisasi
Kondisi produksi pertanian turut memengaruhi harga cabai. Ketika banyak petani belum memasuki masa panen, pasokan ke pasar dapat berkurang.
Pemerintah Kota Malang memperkirakan harga cabai dapat kembali stabil ketika memasuki periode panen raya. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang menyampaikan bahwa peningkatan produksi saat panen diharapkan dapat menambah volume pasokan sehingga harga lebih terkendali.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa stabilitas harga dalam jangka panjang juga membutuhkan keseimbangan antara produksi petani dan kebutuhan pasar.
Masyarakat Perlu Menyesuaikan Belanja
Di tengah harga cabai yang mengalami kenaikan, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk mengatur pengeluaran. Salah satunya adalah membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Konsumen juga dapat membandingkan harga dari beberapa pedagang sebelum menentukan tempat berbelanja. Untuk kebutuhan rumah tangga, penggunaan cabai dapat disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.
Langkah tersebut memang tidak secara langsung menurunkan harga pasar, tetapi dapat membantu rumah tangga mengendalikan pengeluaran ketika harga komoditas sedang tinggi.
Pasokan Stabil Menjadi Kunci
Kenaikan harga cabai di Kota Malang menunjukkan bahwa stabilitas pangan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan. Ketika stok dari petani berkurang sementara permintaan tetap tinggi, harga dapat mengalami peningkatan secara signifikan.
Karena itu, kerja sama antardaerah, intervensi pasar, serta peningkatan produksi menjadi beberapa langkah yang dapat digunakan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.
Pemerintah juga perlu melakukan pemantauan harga secara berkala agar perubahan harga dapat diketahui lebih cepat dan langkah pengendalian dapat dilakukan sebelum kenaikan semakin besar.
baca juga: Rupiah Tertekan, Nilai Tukar Mendekati Rp17.000 per Dolar AS
Harga Cabai Jadi Perhatian Pemerintah
Harga cabai rawit yang mencapai Rp95 ribu per kilogram di Kota Malang pada awal Februari 2026 menjadi perhatian karena kenaikannya cukup besar dibandingkan harga sebelumnya. Minimnya pasokan dari petani dan meningkatnya kebutuhan menjelang Ramadan menjadi faktor yang disebut berkaitan dengan kondisi tersebut.
Pemerintah Kota Malang kemudian menyiapkan kerja sama antardaerah untuk mendapatkan pasokan dari wilayah penghasil cabai dengan harga lebih terjangkau. Intervensi melalui Warung Tekan Inflasi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga harga komoditas pangan.
Dengan menjaga ketersediaan pasokan dan meningkatkan koordinasi antarwilayah, pemerintah diharapkan dapat membantu menjaga harga cabai agar tidak terlalu membebani masyarakat.
baca juga: Kabupaten Malang Catat Surplus 80 Ribu Ton Padi, Perkuat Ketahanan Pangan














