Breaking

Orem-Orem Khas Arema, Sajian Gurih yang Menjadi Bagian dari Kuliner Malang

Orem-Orem Khas Arema, Sajian Gurih yang Menjadi Bagian dari Kuliner Malang
Orem-orem merupakan salah satu makanan yang melekat dengan kuliner Kota Malang.

Infomalangcom – Orem-orem merupakan salah satu makanan yang melekat dengan kuliner Kota Malang.

Sajian berbahan tempe, ketupat, tauge, dan kuah santan ini menawarkan karakter sederhana, tetapi memiliki cerita panjang.

Salah satu tempat yang mempertahankan sajian tersebut adalah Orem-Orem Arema di Jalan Blitar.

Mengenal Orem-Orem Khas Arema

Orem-Orem Arema merupakan warung yang menyajikan orem-orem sebagai menu utamanya. Pemerintah Kota Malang mencatat usaha tersebut telah ada sejak 1995.

Alex, pemiliknya, merupakan generasi kedua setelah usaha ini sebelumnya dijalankan oleh ayahnya.

Pada awalnya, usaha berada di pinggir Jalan Jakarta, kemudian berpindah ke Jalan Blitar pada 2000-an.

Keberadaan Orem-Orem Arema memperlihatkan bagaimana makanan tradisional dapat bertahan ketika pengelolaan usaha diteruskan dalam keluarga.

Orem-orem sendiri disebut sebagai salah satu makanan khas Kota Malang, sehingga keberadaan penjualnya ikut menjaga pilihan kuliner tradisional di kota tersebut.

Bahan dan Karakteristik Orem-Orem

Bahan utama orem-orem adalah tempe yang dipotong kecil dan disajikan dengan kuah santan.

Hidangan tersebut umumnya dilengkapi ketupat atau lontong serta kecambah. DetikFood menjelaskan bahwa orem-orem khas Malang juga dapat menggunakan ayam dan tempe, dengan kuah yang memiliki karakter gurih.

Pada Orem-Orem Arema, Pemerintah Kota Malang mencatat kuahnya tidak terlalu kental.

Setelah racikan utama disiapkan, kecap manis dan bawang goreng ditambahkan sebagai pelengkap.

Pengunjung juga dapat memilih tambahan ayam atau telur asin sesuai keinginan.

Cita Rasa Orem-Orem yang Khas

Perpaduan tempe, ketupat, kecambah, dan kuah santan menciptakan sajian dengan tekstur yang beragam.

Tempe memberikan bagian yang lebih padat, ketupat menjadi sumber karbohidrat, sedangkan kecambah menambahkan tekstur segar.

Kuah gurih kemudian menyatukan seluruh komponen dalam satu porsi.

Kecap manis dan bawang goreng memberikan tambahan aroma serta rasa. Karakter tersebut membuat orem-orem berbeda dari hidangan berkuah lain.

DetikFood menggambarkan kuah orem-orem memiliki kemiripan dengan opor atau lodeh, meskipun karakter penyajiannya tetap memiliki ciri tersendiri.

Orem-Orem Arema dan Perjalanan Kuliner Malang

Orem-orem bukan sekadar makanan rumahan, tetapi telah menjadi bagian dari pembahasan mengenai kuliner tradisional Malang.

Penelitian Universitas Brawijaya berjudul “Traditional Food Orem-Orem Photo Elements Effect on Malang Foodies Instagram Towards Teenage Purchase Intention” secara khusus menempatkan orem-orem sebagai makanan tradisional Malang.

Penelitian tersebut mengkaji pengaruh elemen foto makanan terhadap ketertarikan membeli pada remaja.

Kehadiran orem-orem dalam penelitian akademik menunjukkan bahwa makanan lokal dapat dilihat bukan hanya dari rasa, tetapi juga dari cara kuliner tersebut diperkenalkan kepada masyarakat.

baca juga : Kedai Kayoe Bakar, Surganya Kuliner Hangat di Tengah Kayutangan Malang

Perjalanan Orem-Orem Arema Sejak 1995

Berdasarkan keterangan Pemerintah Kota Malang, Orem-Orem Arema mulai menjalankan usaha pada 1995.

Alex menyebut dirinya sebagai generasi kedua. Sebelum dikelola olehnya, usaha tersebut dijalankan sang ayah di sekitar Jalan Jakarta. Pada 2000-an, lokasi usaha kemudian berpindah ke Jalan Blitar.

Perjalanan tersebut menjadi contoh bagaimana usaha makanan tradisional dapat beradaptasi dengan perubahan lokasi dan zaman.

Resep serta jenis sajian tetap menjadi bagian dari identitas usaha, sementara pengelolaan diteruskan oleh generasi berikutnya.

Daya Tarik Orem-Orem bagi Pencinta Kuliner

Daya tarik orem-orem terletak pada kesederhanaan bahan dan karakter kuahnya.

Pengunjung tidak perlu mencari hidangan dengan komposisi rumit untuk mengenal makanan khas Malang.

Tempe, ketupat, kecambah, kuah santan, serta pelengkap dapat menghadirkan pengalaman kuliner yang berbeda.

Orem-Orem Arema juga menawarkan pilihan tambahan lauk berupa ayam atau telur asin.

Bagi wisatawan, mencicipi sajian tersebut dapat menjadi salah satu cara mengenal makanan tradisional yang masih dipertahankan oleh pelaku usaha lokal.

Orem-Orem dalam Perspektif Wisata Kuliner

Makanan tradisional dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata karena membawa cerita mengenai daerah asalnya.

Orem-orem memperkaya pilihan kuliner Malang melalui bahan sederhana yang telah dikenal masyarakat setempat.

Keberadaan warung seperti Orem-Orem Arema juga penting untuk memperkenalkan makanan tradisional kepada generasi baru.

Dokumentasi melalui media, penelitian, dan pengalaman langsung pengunjung dapat membantu memperluas pengetahuan tentang kuliner lokal tanpa harus mengubah karakter aslinya.

Sajian ini menunjukkan bahwa makanan sederhana dapat memiliki nilai budaya ketika dikenalkan, dinikmati, dan dijaga oleh masyarakat setempat.

Tips Menikmati Orem-Orem Khas Arema

Pengunjung dapat memilih tambahan lauk sesuai selera, seperti ayam atau telur asin.

Bagi yang baru mencoba, menikmati orem-orem dengan memperhatikan perpaduan tempe, ketupat, kecambah, kuah santan, kecap, dan bawang goreng dapat membantu mengenali karakter sajian.

Informasi dari Pemerintah Kota Malang mencatat Orem-Orem Arema berada di Jalan Blitar Nomor 14 dan pada pemberitaan 2021 buka pukul 09.30 hingga 16.00 WIB serta libur setiap Jumat.

Karena informasi operasional dapat berubah, pengecekan terbaru sebelum berkunjung tetap diperlukan.

Dengan begitu, eksplorasi kuliner Malang dapat berlangsung lebih terencana.

baca juga : Tenthirty Coffee Kota Batu, Kafe di Tengah Hutan Pinus dengan Suasana Sejuk dan Menenangkan

Author Image

Author

rizal habibi