Infomalangcom – Perjuangan tim putri SMAN 1 Kepanjen Malang di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South memang harus berakhir setelah menelan dua kekalahan.
Namun, dukungan luar biasa dari Ultras Smaneka membuktikan bahwa perjuangan sebuah tim tidak hanya diukur melalui hasil pertandingan.
Pada laga terakhir yang berlangsung di GOR Ken Arok, Malang, Kamis (20/8), SMAN 1 Kepanjen Malang menghadapi Charis National Academy Malang.
Srikandi Smaneka harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 41-2.
Meski hasil pertandingan tidak sesuai harapan, suasana tribun justru menunjukkan semangat berbeda.
Sekitar 1.000 suporter yang tergabung dalam Ultras Smaneka hadir langsung memberikan dukungan kepada tim kebanggaan mereka.
52 Elf Bawa Sekitar 1.000 Suporter ke GOR Ken Arok
Menghadirkan massa dalam jumlah besar tentu membutuhkan persiapan yang tidak sedikit.
M. Airlangga Satria, Capo Ultras Smaneka, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan 52 unit mobil elf untuk membawa para suporter dari sekolah menuju GOR Ken Arok.
Setiap elf diisi sekitar 17 hingga 20 orang.
Dengan jumlah kendaraan tersebut, total suporter yang datang diperkirakan mencapai 900 hingga 1.000 orang.
“Satu Elf itu diisi sekitar 17 sampai 20 orang. Jadi total yang datang sekitar 900 sampai 1.000 orang.
Hari ini berangkat dari sekolah, bahkan bisa dibilang sekolah kosong karena semuanya datang ke sini,” ujar Angga.
Mobilisasi tersebut dilakukan bertepatan dengan jam sekolah.
Karena itu, persoalan perizinan menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi Ultras Smaneka.
Menurut Angga, antusiasme siswa sebenarnya sangat tinggi.
Para pelajar menunjukkan keinginan besar untuk hadir dan mendukung pertandingan secara langsung.
Dukungan juga datang dari pihak sekolah. Sejumlah guru, bahkan kepala sekolah, ikut berada di tribun bersama para siswa.
Kehadiran warga sekolah dalam jumlah besar tersebut membuat atmosfer pertandingan semakin meriah.
Bagi Ultras Smaneka, dukungan langsung menjadi bentuk solidaritas kepada para pemain yang telah berjuang di lapangan.
Totalitas mereka juga terlihat melalui persiapan koreografi.
Enam koreografi 3D disiapkan dan ditampilkan di tribun dengan mengangkat identitas SMAN 1 Kepanjen Malang.
Koreografi tersebut menjadi bagian dari cara Ultras Smaneka membangun suasana sekaligus memberikan energi tambahan kepada tim.
Setiap elemen di tribun dipersiapkan agar dukungan kepada para pemain tetap terasa sepanjang pertandingan.
Namun, perhatian Ultras Smaneka tidak hanya tertuju pada kemeriahan tribun.
Mereka juga mempertimbangkan kondisi fisik para suporter yang hadir dalam jumlah besar.
Sebelumnya, dalam pertandingan terdahulu, beberapa siswi sempat mengalami kondisi fisik menurun hingga pingsan.
Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Ultras Smaneka untuk pertandingan berikutnya.
Pada laga terakhir, mereka mengambil langkah antisipasi dengan membawa tim medis sendiri.
Anggota Palang Merah Remaja atau PMR SMAN 1 Kepanjen Malang turut dilibatkan untuk bersiaga selama pertandingan berlangsung.
“Laga kemarin kan sempat ada yang pingsan sampai empat orang.
Kita enggak mau hal itu terulang lagi. Apalagi hari ini massa kita lebih banyak dari kemarin.
Makanya anak-anak Ultras bawa tim medis sendiri dari anak-anak PMR sekolah.
Jadi kalau ada apa-apa, penanganannya bisa langsung cepat,” terang Angga.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa dukungan suporter tidak hanya berkaitan dengan jumlah massa, chant, atau koreografi.
Aspek keamanan dan kesehatan juga menjadi perhatian ketika sebuah kelompok membawa banyak pelajar ke arena pertandingan.
Bagi Angga, totalitas Ultras Smaneka merupakan gambaran kecintaan warga sekolah terhadap SMAN 1 Kepanjen Malang.
Meski tim basket putri harus mengakhiri perjalanan musim ini, dukungan dari tribun tetap menjadi pengalaman yang berharga.
Ia berharap semangat tersebut dapat terus dipertahankan pada musim mendatang.
Menurutnya, sektor suporter sudah berusaha memberikan dukungan maksimal sehingga kini harapan besar diarahkan kepada perkembangan tim basket.
“Mimpi saya cuma satu. Dari sektor suporter, kita selalu all-out, sekarang tinggal tim basketnya.
Saya berharap tahun depan atau tahun depannya lagi, permainan tim bisa makin bagus dan melesat,” ucap Angga.
Ia juga berharap sekolah dapat memberikan dukungan lebih besar dalam proses menemukan dan mengembangkan bibit-bibit basket potensial.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, SMAN 1 Kepanjen Malang diharapkan mampu kembali bersaing pada musim berikutnya.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 akan digelar di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi Indonesia.
Selain kompetisi basket, DBL Indonesia juga menghadirkan DBL Camp untuk menjaring student-athlete terbaik dari berbagai daerah menuju DBL Indonesia All-Star.
Musim ini turut menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan tema “100% Indonesia”.
Seluruh pertandingan dapat disaksikan melalui kanal YouTube DBL Play, sementara laga final juga tersedia di YouTube Good Day ID.
Baca juga: John 3:16 Bawa Sejarah Kolonial, Panthera Dance Usung Legenda Roro Jonggrang













