Breaking

John 3:16 Bawa Sejarah Kolonial, Panthera Dance Usung Legenda Roro Jonggrang

jed timo

22 August 2026

John 3:16 Bawa Sejarah Kolonial, Panthera Dance Usung Legenda Roro Jonggrang
Panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-South di GOR Ken Arok, Malang, kembali menjadi ruang bagi para pelajar untuk menyampaikan cerita melalui gerakan, musik, kostum, dan properti.

Infomalangcom – Panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-South di GOR Ken Arok, Malang, kembali menjadi ruang bagi para pelajar untuk menyampaikan cerita melalui gerakan, musik, kostum, dan properti.

Pada penampilan kali ini, John 3:16 dari Charis National Academy Malang dan Panthera Dance dari SMAN 1 Gondanglegi hadir dengan konsep berbeda.

Keduanya sama-sama mengangkat cerita yang memiliki kaitan dengan identitas Indonesia.

John 3:16 membawa penonton pada gambaran perjuangan bangsa melawan penjajahan, sedangkan Panthera Dance menghidupkan kembali legenda Roro Jonggrang melalui perpaduan budaya lokal dan sentuhan modern.

Dua Cerita Indonesia dengan Kemasan Berbeda

John 3:16, tim dance pendamping putri Charis National Academy Malang, memilih sejarah perjuangan kemerdekaan sebagai dasar pertunjukan.

Mereka mengangkat narasi perlawanan masyarakat Indonesia terhadap penjajahan Belanda.

Cerita tersebut diterjemahkan melalui kostum dan properti yang digunakan para penari.

Busana berwarna biru menggambarkan prajurit Belanda, lengkap dengan senjata sebagai bagian dari visualisasi cerita.

Sementara itu, penari yang mengenakan pakaian berwarna cokelat dengan balutan kain batik menggambarkan prajurit Indonesia yang membawa tombak.

Perbedaan karakter tersebut membuat alur pertunjukan semakin mudah dipahami. John 3:16 tidak hanya mengandalkan koreografi, tetapi juga menggunakan unsur teatrikal untuk memperkuat suasana perjuangan.

Salah satu adegan yang menjadi perhatian adalah aksi penyobekan bagian berwarna biru dari kain tiga warna, yakni merah, putih, dan biru.

Adegan tersebut menggambarkan upaya melepaskan simbol penjajahan sekaligus memperkuat pesan perjuangan menuju kemerdekaan.

Cerita kemudian berlanjut dengan kemunculan sosok Fatmawati.

Dalam pertunjukan tersebut, para penari menghadirkan aksi berlari sambil membentangkan kain merah putih.

Adegan tersebut menjadi representasi perjuangan Fatmawati yang dikenal dalam sejarah Indonesia sebagai sosok yang menjahit Bendera Pusaka Merah Putih.

Pertunjukan John 3:16 kemudian ditutup dengan kemunculan gambar Fatmawati.

Penutup tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap sosok yang memiliki peran dalam sejarah perjalanan kemerdekaan Indonesia.

Berbeda dengan John 3:16, Panthera Dance dari SMAN 1 Gondanglegi memilih cerita yang berasal dari legenda Nusantara. Mereka mengangkat kisah Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso sebagai inti pertunjukan.

Panthera Dance mencoba menghadirkan legenda tersebut dengan pendekatan yang lebih modern.

Cerita tradisional dipadukan dengan musik bergenre Latin Spanish hingga Modern Pop.

Perpaduan tersebut membuat koreografi terasa lebih dinamis sekaligus memberikan warna berbeda dalam penampilan mereka.

Meski menggunakan sentuhan musik yang identik dengan budaya Barat, Panthera Dance tetap mempertahankan unsur Nusantara.

Kostum dan properti yang digunakan tetap merujuk pada karakter serta suasana dalam cerita Roro Jonggrang.

Pilihan konsep tersebut menunjukkan bagaimana cerita tradisional dapat dikemas melalui pendekatan yang lebih dekat dengan selera generasi muda.

Legenda yang telah dikenal secara turun-temurun tetap menjadi dasar pertunjukan, tetapi penyajiannya dibuat lebih atraktif melalui koreografi modern dan pilihan musik yang beragam.

Alur pertunjukan Panthera Dance dimulai dari pertemuan antara Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso.

Cerita kemudian berkembang hingga mencapai bagian akhir yang tragis ketika Roro Jonggrang dikutuk menjadi arca.

Dua penampilan tersebut memperlihatkan cara berbeda dalam menerjemahkan tema “100% Indonesia” yang diusung AQUA DBL Dance 2026-2027.

John 3:16 memilih sejarah perjuangan sebagai sumber inspirasi, sementara Panthera Dance mengangkat kekayaan cerita rakyat Nusantara.

Keduanya membuktikan bahwa panggung dance tidak hanya menjadi tempat untuk menunjukkan kemampuan koreografi.

Melalui kreativitas, para pelajar juga dapat memperkenalkan kembali cerita sejarah dan budaya Indonesia kepada penonton dengan cara yang lebih atraktif.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 akan digelar di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi Indonesia.

Selain kompetisi basket, musim ini juga menghadirkan DBL Camp untuk menjaring student-athlete terbaik dari berbagai daerah menuju DBL Indonesia All-Star.

Rangkaian kompetisi juga diramaikan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan tema “100% Indonesia”.

Seluruh pertandingan dapat disaksikan melalui kanal YouTube DBL Play, sementara laga final juga dapat ditonton melalui kanal YouTube Good Day ID.

Baca juga: Bukan Cuma Siswa, Guru Smanti Turut Kawal Perjuangan Bhawikarsu di DBL

Author Image

Author

jed timo