Breaking

Kebakaran Melanda Desa Adat Sade Lombok, Warga Terpaksa Mengungsi

Bima Yoga

24 August 2026

Kebakaran Melanda Desa Adat Sade Lombok, Warga Terpaksa Mengungsi
Kebakaran besar melanda Desa Adat Sade, salah satu ikon wisata budaya suku Sasak yang berlokasi di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah

infomalangcom – Kebakaran besar melanda Desa Adat Sade, salah satu ikon wisata budaya suku Sasak yang berlokasi di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026.

Ratusan rumah adat berdinding bambu beratap alang-alang ludes terbakar, memaksa ratusan warga mengungsi ke rumah kerabat maupun lokasi pengungsian yang telah disiapkan pemerintah.

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, mengungkapkan bahwa dampak kebakaran tersebut cukup luas, dengan korban terdampak mencapai 320 jiwa atau setara 120 kepala keluarga.

Selain rumah warga yang ludes terbakar, sejumlah fasilitas seperti masjid, museum, hingga lapak usaha mikro kecil dan menengah turut hangus dilalap api.

“Korban yang terdampak mencapai 320 jiwa atau 120 kepala keluarga,” kata Pathul Bahri usai memimpin rapat koordinasi penanganan dampak kebakaran di Desa Rembitan, Minggu, 23 Agustus 2026.

Baca Juga: Mengenal El Nino, Fenomena Iklim yang Memengaruhi Cuaca Indonesia

Api Cepat Meluas Akibat Material Atap Alang-alang

Pathul Bahri menjelaskan bahwa api dengan cepat menjalar dan menghanguskan bangunan hanya dalam hitungan menit, mengingat sebagian besar rumah di Desa Adat Sade menggunakan material atap ilalang atau alang-alang yang mudah terbakar.

“Terutama karena atapnya ilalang. Ini mungkin menjadi referensi ketika terjadi sesuatu, terbakar habis karena atapnya ilalang. Ke depan tentu harus dipikir lebih jauh,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan musibah yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya, namun penanganannya menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat maupun pemerintah.

Meski evaluasi terkait konstruksi rumah dan penggunaan material yang lebih aman perlu dilakukan, fokus utama saat ini tetap diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar para korban dalam beberapa hari ke depan.

“Yang kita pikirkan hari ini tentang bagaimana menangani dampak dalam waktu dekat, trauma healing anak-anak yang bersekolah. Kemudian kebutuhan akan makan pada saat hari ini dan tiga hari ke depan, menjaga kesehatan,” katanya.

Untuk lokasi pengungsian, pemerintah telah menyiapkan rumah khusus yang sebelumnya telah dibangun dan kini dimanfaatkan oleh warga terdampak, sementara sebagian lainnya memilih tinggal bersama keluarga di sekitar lokasi kejadian.

Posko logistik untuk mendukung kebutuhan pengungsi dipusatkan di gedung Koperasi Desa Merah Putih setempat.

Kepala Desa Rembitan, Lalu Winakse, menyampaikan bahwa penyebab pasti kebakaran hingga saat ini belum dapat dipastikan mengingat api menjalar dengan sangat cepat.

Ia merinci bahwa dari 120 kepala keluarga yang bermukim di kawasan tersebut, sebanyak 89 unit bangunan ludes terbakar, sementara sisanya mengalami kerusakan dengan tingkat kebakaran ringan.

Menyusul kejadian tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, yang baru saja kembali dari misi kemanusiaan penanganan gempa di Nusa Tenggara Timur, langsung bertolak menuju lokasi kejadian untuk meninjau langsung proses penanganan bencana.

Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama di tengah proses pemadaman yang melibatkan tim gabungan Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, serta warga setempat.

“Keselamatan warga yang diutamakan, termasuk penanganan pascakebakaran,” kata Iqbal.

Desa Adat Sade selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya andalan di Pulau Lombok, dengan bangunan rumah tradisional suku Sasak yang masih mempertahankan bentuk aslinya, mulai dari struktur bambu hingga atap berbahan alang-alang.

Kebakaran ini menjadi pukulan berat, tidak hanya bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, tetapi juga bagi upaya pelestarian warisan budaya yang telah berlangsung turun-temurun.

Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan penanganan bencana dapat diakses melalui laman resmi BPBD Provinsi NTB.

Pemerintah daerah bersama berbagai pihak terkait dipastikan akan terus melakukan pendataan dan evaluasi menyeluruh terhadap dampak kebakaran ini, sekaligus menyusun langkah pemulihan jangka panjang bagi warga Desa Adat Sade, termasuk upaya pelestarian kembali kawasan wisata budaya yang telah menjadi ikon Lombok Tengah selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Karhutla Kalimantan Picu Kabut Asap, Operasi Gabungan Ditingkatkan

Author Image

Author

Bima Yoga