infomalangcom – Ribuan mahasiswa politeknik dari berbagai daerah berkumpul di Kota Malang untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) XIV Politeknik Se-Indonesia. Politeknik Negeri Malang atau Polinema menjadi tuan rumah kegiatan nasional yang mempertemukan mahasiswa dalam kompetisi olahraga dan seni.
Porseni XIV merupakan agenda nasional mahasiswa politeknik yang diselenggarakan secara berkala. Berdasarkan informasi dari laman resmi penyelenggara, kegiatan tersebut berlangsung pada 18 hingga 28 Juli 2024. Pembukaan dilaksanakan pada 20 Juli, sedangkan penutupan dijadwalkan pada 27 Juli 2024.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik. Peserta tidak hanya berkesempatan mengejar prestasi, tetapi juga membangun sportivitas, kreativitas, kedisiplinan, dan hubungan antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi vokasi.
Penyelenggara menjelaskan bahwa Porseni Politeknik merupakan ajang multi-event olahraga dan seni tingkat nasional. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan serta mengembangkan prestasi mahasiswa politeknik sekaligus mempererat hubungan antarperguruan tinggi.
Politeknik Se-Indonesia Ramaikan Porseni XIV di Polinema
Porseni XIV menghadirkan kompetisi dari berbagai bidang olahraga dan seni. Cabang olahraga yang dipertandingkan antara lain atletik, basket, bola voli, bulu tangkis, catur, e-sports, futsal, karate, kempo, panjat tebing, pencak silat, taekwondo, dan tenis meja.
Selain olahraga, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan menunjukkan kemampuan melalui sejumlah kategori seni. Nomor yang tercatat dalam penyelenggaraan antara lain fotografi, kaligrafi, karikatur, monolog, puisi, solo song, stand up comedy, dan tari kreasi.
Keberadaan dua bidang tersebut membuat kegiatan memiliki karakter yang lebih luas dibandingkan kompetisi olahraga biasa. Mahasiswa dengan kemampuan fisik maupun kreativitas seni dapat membawa nama perguruan tinggi masing-masing dalam satu agenda nasional.
Berdasarkan laporan SERU.co.id, Porseni XIV diikuti 58 kontingen politeknik. Jumlah peserta yang tercatat mencapai sekitar 2.008 atlet dan artis serta 594 official. Data tersebut menggambarkan besarnya skala kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan Polinema.
Direktur Politeknik Negeri Malang Supriatna Adhisuwignjo menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi dan kerja sama antarperguruan tinggi vokasi. Pernyataan itu menunjukkan bahwa orientasi kegiatan tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan.
Pertemuan mahasiswa dari berbagai daerah juga memberikan pengalaman sosial dan budaya yang berbeda. Peserta dapat mengenal lingkungan pendidikan lain, bertukar pengalaman, serta membangun relasi selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Dalam data yang ditampilkan penyelenggara, Politeknik Negeri Sriwijaya berada di posisi teratas dalam klasemen sementara dengan perolehan 14 medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Sementara itu, Politeknik Negeri Malang sebagai tuan rumah berada di posisi kedua dengan 11 emas, 10 perak, dan 16 perunggu dalam data tersebut.
Capaian medali menjadi salah satu ukuran keberhasilan kontingen. Namun, pengalaman bertanding dan proses membangun karakter juga menjadi bagian penting dari kegiatan. Mahasiswa dituntut menjaga disiplin, menghormati lawan, serta mengikuti aturan pertandingan.
Keikutsertaan berbagai politeknik juga terlihat dari sejumlah laporan daerah. ANTARA memberitakan Politeknik Negeri Banjarmasin mengirim puluhan mahasiswa untuk mengikuti Porseni XIV di Politeknik Negeri Malang.
Bagi perguruan tinggi vokasi, agenda semacam ini dapat menjadi sarana mendukung pengembangan mahasiswa secara lebih menyeluruh. Kegiatan olahraga dapat membantu membangun ketahanan fisik dan mental, sedangkan kompetisi seni memberikan ruang bagi kreativitas dan ekspresi.
Penyelenggaraan kegiatan di Malang juga memberikan kesempatan bagi Polinema menunjukkan kapasitas sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional. Kehadiran kontingen dari berbagai daerah membuat aktivitas kampus dan kawasan sekitar menjadi lebih ramai selama rangkaian acara berlangsung.
Di sisi lain, peserta memiliki kesempatan untuk menguji hasil latihan yang telah dilakukan di kampus masing-masing. Pertandingan menjadi ruang evaluasi sekaligus pengalaman menghadapi kompetitor dari institusi lain.
Dengan mempertemukan ribuan mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menggabungkan prestasi, kreativitas, dan kebersamaan. Ajang ini tidak hanya menghasilkan pemenang di setiap cabang, tetapi juga memberikan pengalaman bagi peserta dalam membangun sportivitas dan jejaring.
Porseni XIV yang digelar di Polinema pada 2024 menjadi salah satu agenda penting mahasiswa politeknik se-Indonesia. Kompetisi olahraga dan seni tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berfokus pada keterampilan akademik dan teknis, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan karakter, kreativitas, prestasi, serta kemampuan bekerja sama.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya ruang kompetisi yang sehat bagi mahasiswa. Melalui pertandingan dan pertunjukan seni, peserta dapat belajar menerima hasil, menghargai kemampuan peserta lain, serta mengembangkan sikap profesional yang dapat berguna ketika memasuki dunia kerja.
Bagi institusi pendidikan, penyelenggaraan kegiatan nasional semacam ini juga dapat memperkuat kolaborasi antarkampus. Interaksi antara mahasiswa, dosen pembina, official, dan pengelola perguruan tinggi membuka peluang terbentuknya hubungan yang lebih luas di lingkungan pendidikan vokasi.
Pada akhirnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda perebutan medali. Pertemuan mahasiswa dari berbagai wilayah menjadi kesempatan untuk memperluas pengalaman, mengembangkan kemampuan, serta membangun semangat persaudaraan di lingkungan pendidikan vokasi Indonesia.
Porseni XIV di Polinema menjadi bukti bahwa kompetisi dapat berjalan bersama dengan nilai kebersamaan. Prestasi yang diraih peserta menjadi bagian dari perjalanan, sementara pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai daerah dapat menjadi bekal penting untuk pengembangan diri di masa mendatang.
Baca juga: Pemkot Tangerang Siapkan 3 Langkah Tangani Anak Tidak Sekolah Terverifikasi














