infomalangcom – BPBD Kota Jayapura memperkuat kesiapan Tim Reaksi Cepat (TRC) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai potensi bencana. Penguatan dilakukan melalui peningkatan kapasitas personel, pemanfaatan teknologi drone, serta koordinasi dengan sejumlah unsur yang memiliki peran dalam penanganan keadaan darurat.
Upaya tersebut menjadi penting karena Kota Jayapura mempunyai kondisi geografis dengan beragam potensi ancaman. BPBD menyebut sejumlah risiko yang perlu diantisipasi, mulai dari banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, gempa bumi, hingga kebakaran hutan dan lahan. Situasi tersebut membutuhkan petugas yang mampu bergerak cepat ketika menerima laporan kejadian.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Jayapura, Yayong Badu, menjelaskan bahwa personel perlu memiliki kemampuan menerima informasi secara cepat, melakukan kaji cepat, mengidentifikasi kebutuhan, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat dan instansi terkait juga harus akurat agar tidak menimbulkan kesalahan dalam proses penanganan.
Peningkatan kapasitas menjadi bagian penting dalam membangun sistem respons bencana yang lebih siap. Petugas tidak hanya dituntut mampu mendatangi lokasi kejadian, tetapi juga harus dapat mengumpulkan informasi awal untuk membantu menentukan langkah penanganan berikutnya.
3 Langkah BPBD Jayapura Perkuat TRC
Langkah pertama dilakukan melalui peningkatan kemampuan pemetaan wilayah menggunakan drone. Teknologi tersebut membantu petugas memperoleh gambaran kondisi kawasan dari udara, terutama apabila medan bencana sulit dijangkau secara langsung. Informasi visual yang diperoleh dapat menjadi bahan pendukung untuk memahami kondisi wilayah dan menentukan kebutuhan respons.
Pemanfaatan drone juga dapat membantu petugas melakukan pemantauan terhadap kawasan yang memiliki risiko tertentu. Dengan dukungan teknologi, proses pengumpulan informasi lapangan dapat dilakukan secara lebih efisien tanpa mengharuskan seluruh personel langsung memasuki area yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Langkah kedua adalah memperkuat keterampilan personel. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Jayapura, Rabit Kuncoro, mengatakan peningkatan kapasitas diarahkan agar anggota mampu merespons kejadian dengan cepat, melakukan kajian secara tepat, serta mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat.
Kemampuan tersebut mencakup penerimaan informasi, kaji cepat, identifikasi kebutuhan, koordinasi, dan penyampaian informasi. Keterampilan itu diperlukan karena kondisi bencana dapat berubah dengan cepat sehingga petugas harus mampu menyesuaikan tindakan berdasarkan situasi aktual.
Langkah ketiga ialah memperkuat koordinasi lintas sektor. Penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh BPBD seorang diri. Dalam kegiatan pelatihan sebelumnya, unsur TRC-PB Kota Jayapura melibatkan berbagai instansi, termasuk Polresta Jayapura Kota, Kodam 1701/Jayapura, Basarnas, BBMKG Wilayah V Jayapura, dan unsur terkait lainnya.
Koordinasi lintas lembaga diperlukan agar setiap pihak memahami tugas dan kewenangannya ketika terjadi bencana. Kerja sama tersebut juga dapat mempercepat pertukaran informasi, pengerahan personel, pencarian kebutuhan korban, hingga pelaksanaan tindakan darurat di lokasi terdampak.
Kesiapsiagaan Melibatkan Masyarakat
Penguatan kapasitas TRC tidak terlepas dari kesiapsiagaan masyarakat. BPBD Kota Jayapura sebelumnya juga mendorong penguatan kapasitas kelurahan tangguh bencana sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih mandiri dalam menghadapi risiko.
Masyarakat mempunyai peran penting karena warga di sekitar lokasi biasanya dapat memberikan informasi awal mengenai kejadian. Laporan yang cepat dan jelas dapat membantu petugas menentukan prioritas penanganan serta memperkirakan sumber daya yang diperlukan.
Namun, masyarakat juga perlu memastikan informasi yang disampaikan berasal dari kondisi nyata dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Dalam situasi darurat, informasi yang keliru dapat menimbulkan kepanikan dan mengganggu koordinasi penanganan.
Program pengembangan kapasitas juga telah tercantum dalam dokumen perencanaan daerah. Dokumen APBD Kota Jayapura memuat program pengembangan kapasitas Tim Reaksi Cepat bencana dengan indikator personel lintas sektor yang memiliki kompetensi untuk penanganan awal darurat bencana.
Penguatan kemampuan melalui pelatihan, teknologi, dan kerja sama diharapkan membuat respons terhadap bencana menjadi lebih terarah. Upaya tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kesiapsiagaan perlu dibangun sebelum bencana terjadi, bukan hanya ketika keadaan darurat sudah berlangsung.
Dengan personel yang semakin terlatih, dukungan teknologi pemetaan, serta koordinasi antarlembaga yang terus diperkuat, BPBD Kota Jayapura berupaya meningkatkan kualitas respons awal terhadap berbagai ancaman bencana. Masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam sistem tersebut melalui kewaspadaan, pelaporan cepat, dan kepatuhan terhadap arahan petugas.
Informasi kebencanaan sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi pemerintah dan lembaga kebencanaan. Salah satu rujukan nasional yang dapat digunakan masyarakat adalah Badan Nasional Penanggulangan Bencana, terutama untuk memperoleh informasi dan edukasi terkait kesiapsiagaan serta penanganan bencana.
Baca juga: Demo 27 Agustus di DPR, Empat Kelompok Bawa Tuntutan Berbeda













