Infomalangcom – Misi SMA Kolese Santo Yusup Malang (Kosayu) untuk mempertahankan mahkota juara akhirnya tuntas.
Tampil di partai final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South, tim putri Kosayu kembali berdiri sebagai kampiun setelah menaklukkan SMAN 3 Blitar (Smaga) dengan skor telak 59-29 di GOR Ken Arok, Jumat (4/9).
Kemenangan tersebut sekaligus mengukuhkan dominasi Kosayu di East Java-South.
Untuk kali ketiga secara beruntun, mereka berhasil mengangkat trofi juara atau mencatatkan threepeat.
Menariknya, final musim ini kembali mempertemukan Kosayu dengan Smaga.
Kedua tim juga berhadapan di partai puncak musim sebelumnya.
Kala itu, Kosayu memang keluar sebagai pemenang, tetapi pertandingan berlangsung jauh lebih ketat.
Mereka hanya unggul 46-40 setelah sempat tertinggal dalam tiga kuarter sebelum akhirnya melakukan comeback.
Cerita berbeda terjadi musim ini.
Kosayu tidak memberikan kesempatan yang sama kepada Smaga untuk mengembangkan permainan.
Kosayu Langsung Tancap Gas, Smaga Kesulitan Mengejar
Sejak kuarter pertama, Kosayu sudah berusaha mengambil kendali pertandingan.
Mereka menutup periode awal dengan keunggulan 12-9.
Memasuki kuarter kedua, tekanan yang diberikan Kosayu semakin terasa.
Permainan mereka menjadi lebih agresif sehingga margin keunggulan terus melebar.
Smaga pun mulai kesulitan mengimbangi permainan sang juara bertahan.
Hingga halftime, Kosayu sudah menciptakan jarak 13 poin dengan skor 32-19.
Selepas jeda, dominasi tersebut tidak mengendur. Kosayu justru semakin nyaman menjalankan permainan dan terus memperlebar keunggulan.
Smaga berusaha mencari celah untuk mengejar, tetapi pertahanan dan efektivitas serangan Kosayu membuat upaya tersebut tidak mudah.
Pada akhirnya, Kosayu menutup pertandingan dengan skor 59-29.
Selisih 30 poin menjadi gambaran dominasi mereka sepanjang partai final.
Sejumlah pemain Kosayu juga tampil menonjol dan menjadi bagian penting dari keberhasilan mempertahankan gelar.
Hannah Harshita menjadi salah satu sosok yang mencuri perhatian. Ia mencatatkan 9 poin, 16 rebound, dan 9 steal.
Catatan tersebut membuat Hannah hanya berjarak satu steal dari triple-double.
Abigail Natalenta Sachi Sukoco juga menunjukkan kontribusi besar di area bawah ring. Ia membukukan 9 poin dan 16 rebound.
Sementara itu, Audrey Latana Lauda turut memberikan tambahan tenaga bagi Kosayu melalui catatan 9 poin dan 10 rebound.
Di balik keberhasilan Kosayu mempertahankan gelar, ada sosok kepala pelatih Mey Putridiana yang juga memiliki perjalanan panjang di kompetisi DBL.
Mey bukan nama baru dalam dunia DBL. Sebelum menjadi pelatih, ia terlebih dahulu merasakan atmosfer kompetisi sebagai pemain.
Saat masih memperkuat SMAN 8 Malang, Mey pernah meraih gelar juara DBL East Java-South 2008. Pada tahun yang sama, ia juga menjadi bagian dari DBL Indonesia All-Star 2008.
Perjalanannya kemudian berlanjut dari lapangan sebagai pemain menuju sisi lapangan sebagai pelatih.
Ketika menangani SMAN 3 Malang, Mey kembali mendapatkan kesempatan besar.
Ia dipercaya menjadi pelatih Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026.
Kini, prestasinya bertambah setelah berhasil membawa Kosayu menjadi juara DBL East Java-South 2026.
Bagi Smaga, kekalahan di final memang membuat mereka harus mengubur impian mengangkat trofi.
Namun, perjalanan mereka belum selesai.
Status sebagai finalis tetap memberikan kesempatan bagi Smaga untuk melanjutkan langkah ke panggung yang lebih besar.
Bersama Kosayu, mereka sama-sama memastikan tiket menuju Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship.
Babak tersebut akan mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai region dan berlangsung di DBL Arena, Surabaya.
Artinya, perjalanan Kosayu dan Smaga masih berlanjut.
Kosayu datang dengan status juara sekaligus membawa catatan threepeat, sementara Smaga memiliki kesempatan untuk kembali menunjukkan kemampuan setelah sukses menjadi runner-up East Java-South.
Bagi Kosayu, kemenangan 59-29 bukan sekadar hasil dari satu pertandingan.
Ini menjadi penegasan bahwa dominasi mereka di East Java-South belum berakhir.
Tiga musim berturut-turut, tiga kali pula Kosayu berdiri sebagai juara.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 sendiri akan berlangsung di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi Indonesia.
Para student-athlete terbaik dari setiap kota nantinya akan dipantau melalui program DBL Camp untuk mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari DBL Indonesia All-Star.
Selain kompetisi utama, musim ini juga menghadirkan AZA 3X3 Competition dan AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan tema “100% Indonesia”.
Seluruh keseruan pertandingan dapat disaksikan melalui kanal YouTube DBL Play, sementara laga final juga tersedia di YouTube Good Day ID.
Baca juga: Merantau dari Banyuwangi, Salsabila Rozzaq Antar Magma Juara dan Raih MVP












