Breaking

Smabul Tundukkan Juara Bertahan, Ukir Gelar Perdana DBL East Java-South

jed timo

7 September 2026

Smabul Tundukkan Juara Bertahan, Ukir Gelar Perdana DBL East Java-South
Setelah 17 musim menunggu, SMAN 1 Bululawang (Smabul) akhirnya mendapatkan momen yang selama ini mereka kejar.

Infomalangcom – Setelah 17 musim menunggu, SMAN 1 Bululawang (Smabul) akhirnya mendapatkan momen yang selama ini mereka kejar.

Tim putra Smabul berhasil menundukkan juara bertahan, SMAN 1 Blitar (Smasa), dengan skor 49-42 pada final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South di GOR Ken Arok, Jumat (4/9).

Kemenangan tersebut mengantarkan Smabul untuk pertama kalinya menjadi juara East Java-South.

Trofi ini sekaligus menjadi penebusan setelah mereka dua kali gagal melewati babak Fantastic Four pada edisi 2023 dan 2025.

Perjalanan menuju partai puncak juga tidak datang dengan mudah.

Smabul berstatus sebagai runner-up grup sebelum kemudian menunjukkan mental berbeda di fase gugur.

Satu demi satu lawan dilewati hingga akhirnya mereka kembali berada di pertandingan terakhir.

Di final, Smabul harus berhadapan dengan Smasa yang datang membawa status sebagai juara bertahan. Pertandingan pun berlangsung ketat sejak awal.

Smasa mengawali laga dengan lebih baik dan menutup kuarter pertama dalam posisi unggul 13-11.

Smabul belum menemukan ritme terbaiknya, tetapi mereka tidak membiarkan jarak melebar.

Memasuki kuarter kedua, Smabul mulai memberikan respons.

Pertahanan mereka semakin rapat dan serangan perlahan menemukan bentuknya. Hasilnya, kedua tim memasuki ruang ganti dengan kedudukan imbang 25-25.

Pertahanan Jadi Kunci Penebusan Smabul

Selepas halftime, momentum pertandingan berbalik.

Smabul tampil lebih agresif dan mulai mengendalikan permainan.

Mereka tidak hanya produktif dalam menyerang, tetapi juga mampu meredam sejumlah upaya Smasa untuk mencetak angka.

Keunggulan Smabul terus berkembang hingga mencapai 10 poin.

Pada akhir kuarter ketiga, papan skor menunjukkan 41-31 untuk keunggulan mereka.

Namun, status sebagai juara bertahan membuat Smasa tidak mudah menyerah.

Memasuki kuarter terakhir, mereka terus memberikan tekanan.

Perlahan, jarak kembali terpangkas hingga Smasa hanya tertinggal enam poin.

Dengan waktu pertandingan menyisakan sekitar dua menit, Smasa bahkan mampu mendekat dengan skor 47-41.

Situasi Smabul semakin menegangkan ketika Tristan Sura Prawara harus meninggalkan lapangan karena foul out.

Kehilangan salah satu pemain penting bisa saja membuat momentum berpindah ke tangan lawan.

Akan tetapi, Smabul memilih tetap tenang. Mereka mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir dengan skor 49-42.

Muhammad Sam’un Han menjadi pencetak angka terbanyak Smabul dengan 14 poin dan 6 rebound.

Tristan Sura Prawara menyumbangkan 11 poin dan 7 rebound sebelum akhirnya harus keluar karena foul.

Juno Dante juga menunjukkan performa impresif dengan double-double berupa 10 poin dan 10 rebound.

Sementara Evan Fadilah Sutarman menjadi salah satu pemain penting dalam perebutan rebound dengan koleksi 10 rebound serta tambahan 2 poin.

Di balik keberhasilan tersebut, kepala pelatih Smabul, Bisma Sabda Imanissi, memiliki alasan khusus untuk membuat kemenangan ini terasa semakin emosional.

Gelar perdana Smabul ia persembahkan untuk sang ibu yang sedang berulang tahun, sekaligus untuk sekolah, para guru, orang tua pemain, dan seluruh pendukung yang selama ini memberikan dukungan.

“Selamat ulang tahun ibu saya, jadi champion ini pertama saya persembahkan untuk ibu saya, untuk sekolah, untuk bapak ibu guru di sekolah, untuk orang tua anak-anak, untuk semua pendukung Smabul,” ujar Bisma.

Strategi pertahanan menjadi salah satu senjata utama Smabul di final.

Bisma sudah mengantisipasi salah satu kekuatan Smasa, yakni transisi cepat.

Ia meminta para pemain untuk tidak memberikan kesempatan kepada Smasa mengembangkan permainan melalui situasi tersebut.

“Saya antisipasi transisi mereka, karena dari game-game sebelumnya Smasa transisinya bagus. Saya nekankan ke anak-anak, kalau good offense win the game, tapi good defense win the championship. Dan anak-anak bisa membuktikan itu,” jelas Bisma.

Pesan tersebut akhirnya benar-benar diterapkan para pemain Smabul.

Menariknya, mentalitas untuk melakukan penebusan sudah dibangun bahkan sebelum kompetisi dimulai.

Dalam masa pre-season, Bisma mengajak anak asuhnya menyaksikan film dokumenter basket Redeem Team di Netflix.

Film tersebut menceritakan perjalanan tim basket Amerika Serikat setelah kegagalan di Olimpiade 2004 hingga bangkit dan meraih medali emas pada Olimpiade 2008.

Bagi Bisma, cerita tersebut menjadi gambaran yang tepat untuk perjalanan Smabul.

Mereka pernah mengalami kegagalan di fase-fase penting, tetapi kesempatan musim ini menjadi momentum untuk membalasnya.

“Waktu pre-season saya ajak nonton film di Netflix judulnya Redeem Team. Itu penebusan. Menceritakan USA kalah di 2004 tapi bisa comeback di Olimpiade 2008. Dan ternyata itu terbayar. Tema hari ini penebusan,” ungkapnya.

Kini, penebusan itu benar-benar menjadi kenyataan.

Setelah berstatus runner-up grup, melewati fase gugur, dan menghadapi tekanan di partai final, Smabul akhirnya mengangkat trofi yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya.

Sebagai juara baru East Java-South, Smabul juga berhak melanjutkan perjalanan ke Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship di DBL Arena, Surabaya.

Di sana, mereka akan menghadapi para juara dari region lainnya.

Smabul membawa prinsip nothing to lose dan menjadikan setiap pertandingan sebagai partai final.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 akan berlangsung di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi Indonesia.

Para student-athlete terbaik dari setiap kota juga akan dipantau melalui DBL Camp untuk memperebutkan kesempatan menuju DBL Indonesia All-Star.

Selain kompetisi utama, musim ini menghadirkan AZA 3X3 Competition dan AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan tema “100% Indonesia”.

Keseruan pertandingan dapat disaksikan melalui kanal YouTube DBL Play, sementara laga final tersedia melalui YouTube Good Day ID.

Baca juga: Kosayu Tuntaskan Misi Threepeat, Smaga Takluk 59-29

Author Image

Author

jed timo