Breaking

Kapal Jurnalis Hilang Kontak, Pemandu Sempat Kirim Foto Anak Krakatau, 10 September 2026

nathanael gihon

10 September 2026

Kapal yang membawa lima jurnalis dan tiga kru untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian setelah hilang kontak di perairan Selat Sunda. Sebelum keberadaan rombongan tidak diketahui, pemandu kapal bernama Heriyanto sempat mengirim foto yang memperlihatkan kawasan Gunung Anak Krakatau.

infomalangcom – Kapal yang membawa lima jurnalis dan tiga kru untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian setelah hilang kontak di perairan Selat Sunda. Sebelum keberadaan rombongan tidak diketahui, pemandu kapal bernama Heriyanto sempat mengirim foto yang memperlihatkan kawasan Gunung Anak Krakatau.

Rombongan tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas vulkanik.

Menurut keterangan Kantor SAR Banten yang dikutip ANTARA, perjalanan dari Carita menuju kawasan peliputan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua jam. Namun, komunikasi dengan rombongan terputus beberapa waktu setelah keberangkatan.

Kronologi Hilang Kontak Kapal Jurnalis

Sekitar pukul 14.42 WIB, salah satu jurnalis masih sempat mengirimkan share location kepada rekannya di Lampung. Titik tersebut menjadi salah satu petunjuk penting mengenai posisi rombongan sebelum komunikasi terputus.

Kepala Basarnas Banten Al Amrad menjelaskan bahwa komunikasi terakhir dengan jurnalis di Lampung terjadi pada waktu tersebut. Setelah itu, sekitar pukul 15.04 WIB, rombongan dilaporkan hilang kontak dan belum ditemukan.

“Komunikasi terakhir korban dengan jurnalis Lampung atas nama Abay bahwa pada pukul 14.42 WIB mengirim share location terakhir dan pada pukul 15.04 terjadi hilang kontak,” kata Al Amrad dalam keterangan yang dikutip detikcom.

Rombongan terdiri dari lima jurnalis, satu pemandu, satu nakhoda, dan satu anak buah kapal. Dengan demikian, terdapat delapan orang yang berada dalam kapal cepat tersebut ketika berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Baca juga: Kebakaran Gunung Buthak Meluas hingga 300 Hektare, Tim Gabungan Terus Lakukan Pemadaman

Pemandu Sempat Kirim Foto Anak Krakatau

Setelah komunikasi dengan rombongan terputus pada sore hari, muncul informasi mengenai pesan yang sempat dikirim pemandu kapal. Heriyanto dilaporkan masih sempat berkomunikasi dengan istrinya dan mengirim foto sekitar pukul 18.13 WIB.

Foto tersebut menunjukkan keberadaan Heriyanto di sekitar Gunung Anak Krakatau. Dalam foto terlihat gunung dengan asap putih yang mengepul. Informasi mengenai foto itu turut disampaikan keluarga salah satu jurnalis kepada detikcom.

Namun, foto tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk memastikan posisi terakhir kapal secara pasti. Tim SAR masih melakukan pencarian untuk mengetahui keberadaan rombongan dan kapal yang mereka gunakan. Karena itu, informasi mengenai lokasi harus tetap merujuk pada keterangan resmi petugas pencarian.

Upaya Pencarian Terus Dilakukan

Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan memperluas area penyisiran. Pada perkembangan 9 September 2026, operasi dilakukan menggunakan sejumlah armada dan personel dari berbagai unsur. Kondisi perairan, jarak pandang, serta aktivitas vulkanik menjadi faktor yang diperhatikan dalam menentukan strategi pencarian.

Kantor SAR Banten juga menyiapkan dua drone termal yang berada di KN SAR Tetuka untuk membantu pencarian dari udara. Koordinator Operasi SAR Rizky Dwianto mengatakan pencarian melalui udara dengan helikopter atau pesawat belum memungkinkan karena abu vulkanik masih menyebar.

“Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal,” kata Rizky, seperti dikutip detikcom.

Selain menggunakan armada laut, tim SAR berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengantisipasi kemungkinan kapal bersandar di pulau kecil atau dermaga yang tidak terpantau. Informasi mengenai lokasi lain masih diperiksa dan belum dapat dipastikan.

Perkembangan pencarian menjadi perhatian karena rombongan awalnya melakukan perjalanan untuk menjalankan tugas jurnalistik terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Sampai perkembangan yang dilaporkan pada 9 September, keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal masih dalam pencarian.

Situasi tersebut membuat setiap informasi mengenai komunikasi terakhir, titik lokasi, serta pesan yang sempat dikirim menjadi bagian penting dalam proses pencarian. Meski demikian, semua petunjuk tetap perlu diverifikasi oleh tim SAR agar tidak menimbulkan kesimpulan yang belum terbukti.

Bagi publik, perkembangan pencarian sebaiknya mengikuti informasi dari Basarnas dan sumber berita kredibel. Langkah tersebut penting agar informasi mengenai delapan orang yang hilang kontak tidak bercampur dengan kabar yang belum terverifikasi.

Baca juga: SAR Kerahkan 2 Drone Termal untuk Cari 5 Jurnalis Hilang di Sekitar Anak Krakatau