infomalangcom – Memesan souvenir secara online memang menawarkan kemudahan, tetapi memilih vendor yang tepat tetap membutuhkan ketelitian.
Apalagi jika souvenir dipesan dalam jumlah banyak dan digunakan untuk acara yang memiliki jadwal pasti.
Kini, konsumen tidak harus datang langsung ke tempat produksi untuk menentukan produk, desain hingga kemasan. Konsultasi bahkan dapat dilakukan melalui ponsel, termasuk bagi pelanggan yang berada di luar kota.
Di sisi lain, pemesanan secara online membuat konsumen perlu lebih teliti sebelum menentukan vendor.
Karena itu, rekam jejak usaha, kualitas produk, pelayanan hingga kemampuan vendor memenuhi kebutuhan acara menjadi hal yang penting diperhatikan.
Owner Desouvenir Malang, Citra Ayuna Agustin, mengatakan calon konsumen dapat memulai dengan mencari tahu rekam jejak usaha sebelum memutuskan melakukan pemesanan.
“Kalau order secara online, jangan hanya melihat foto produknya. Cari tahu juga usahanya, lihat hasil pekerjaan sebelumnya dan bagaimana pengalaman customer yang pernah melakukan pemesanan,” ujar Citra.
Jangan Hanya Tergiur Harga
Harga tentu menjadi salah satu pertimbangan ketika seseorang memilih vendor souvenir. Namun, menurut Citra, harga sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan.
Konsumen juga perlu melihat kualitas barang, kesesuaian desain, packaging, pelayanan serta kesiapan vendor menyelesaikan pesanan sesuai kebutuhan acara.

Pertimbangan tersebut menjadi semakin penting karena souvenir umumnya berkaitan dengan acara yang sudah memiliki jadwal.
Pernikahan, kegiatan perusahaan maupun acara keberangkatan haji dan umroh, misalnya, memiliki tanggal pelaksanaan yang perlu diperhitungkan sejak awal.
“Souvenir biasanya punya deadline. Jadi bukan hanya soal produknya bagus, tetapi bagaimana komunikasi dan proses pengerjaannya juga penting,” katanya.
Dengan demikian, harga yang sesuai anggaran perlu dipertimbangkan bersama kemampuan vendor dalam memenuhi kebutuhan pesanan.
Vendor dengan harga yang menarik belum tentu menjadi pilihan yang tepat apabila komunikasi atau proses pengerjaannya tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Baca Juga : Menjawab Kebutuhan Fashion lewat Produk Berbahan Kulit
Review Pelanggan Bisa Menjadi Referensi
Salah satu cara sederhana yang disarankan Citra untuk mengenali vendor adalah membaca ulasan dari pelanggan sebelumnya.
Calon konsumen dapat mencari nama usaha melalui Google Maps, kemudian melihat pengalaman pelanggan yang telah melakukan transaksi.
Hal serupa juga diterapkan Desouvenir. Citra mempersilakan calon pelanggan yang belum mengenal usaha tersebut untuk mencari Desouvenir Malang di Google Maps dan membaca review yang diberikan pelanggan.
“Kalau masih ragu order di Desouvenir, silakan cari kami di Google Maps. Jangan hanya mendengar dari kami. Baca pengalaman customer yang sudah pernah order karena menurut saya review dari mereka justru bisa menjadi referensi yang lebih objektif,” tutur Citra Ayuna Agustin.
Selain review, calon konsumen dapat memperhatikan aktivitas media sosial, portofolio hasil pekerjaan serta konsistensi aktivitas bisnis sebuah vendor.
Berbagai informasi tersebut dapat membantu memberikan gambaran mengenai usaha yang akan dipilih sebelum transaksi dilakukan.
Komunikasikan Kebutuhan Sejak Awal
Setelah menemukan vendor yang dianggap sesuai, komunikasi mengenai kebutuhan pesanan menjadi tahap berikutnya yang tidak kalah penting.
Citra menyarankan calon pelanggan menyampaikan informasi secara detail sejak awal. Jenis acara, jumlah, kisaran anggaran, konsep warna hingga waktu penggunaan dapat disampaikan kepada vendor agar pilihan produk yang diberikan lebih sesuai.
Desouvenir sendiri melayani berbagai kebutuhan mulai dari souvenir pernikahan, corporate gift, souvenir perusahaan dan kantor, kenang-kenangan hingga souvenir haji dan umroh.
Produk serta packaging dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing acara.
“Kadang customer datang belum tahu ingin produk apa. Tidak masalah. Sampaikan acaranya, konsep yang disukai dan budget-nya. Dari situ baru kami bantu memberikan beberapa pilihan,” jelas Citra.
Penyampaian kebutuhan sejak awal juga membuat proses konsultasi menjadi lebih terarah. Konsumen dapat menjelaskan batasan yang dimiliki, sementara vendor memiliki gambaran mengenai produk yang perlu disiapkan.
Baca Juga : Menilik Potensi Industri Kerajinan Kulit di Tengah Tren Fashion
Pesanan dari Luar Kota Bukan Lagi Hambatan
Berbasis di Malang, Jawa Timur, Desouvenir juga menerima pemesanan secara online dan melayani pengiriman ke seluruh Indonesia.

Menurut Citra, perkembangan layanan digital membuat jarak tidak lagi menjadi hambatan besar dalam proses pemesanan.
Namun, kemudahan tersebut tetap perlu diimbangi dengan komunikasi yang jelas antara vendor dan pelanggan.
Karena itu, dokumentasi produk, proses pengerjaan, pelayanan serta ulasan pelanggan menjadi bagian yang dapat diperhatikan konsumen ketika memilih vendor secara online.
“Pada akhirnya yang dibeli customer bukan hanya barang. Ada rasa aman bahwa pesanannya ditangani dengan baik sampai selesai,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa memilih vendor souvenir online tidak hanya berkaitan dengan barang yang akan diterima.
Konsumen juga perlu mempertimbangkan proses di balik pemesanan, mulai dari komunikasi hingga penyelesaian pesanan sesuai kebutuhan acara.
Bagi Citra Ayuna Agustin, kepercayaan dalam bisnis tidak dapat dibentuk hanya melalui promosi. Kepercayaan justru tumbuh dari pengalaman pelanggan yang kemudian menjadi rekam jejak sebuah usaha.
Karena itu, ia mempersilakan masyarakat yang ingin melakukan pemesanan di Desouvenir untuk melihat portofolio, berkonsultasi terlebih dahulu, serta mencari Desouvenir Malang di Google Maps untuk membaca pengalaman pelanggan sebelumnya.













