UPDATE MALANG RAYA Kabar terbaru, agenda, layanan publik, dan informasi penting untuk warga Pantau Update
THE AUTHORITY OF MALANG RAYA
4 November 2026Malang Raya
Kirim Info Warga
4 November 2026Malang Raya

Kampung Warna-Warni Jodipan Malang Kini Lebih Banyak Dikunjungi Wisatawan Mancanegara

Pemandangan udara Kampung Warna-Warni Jodipan di Kota Malang yang memperlihatkan deretan rumah warga dengan warna-warni cerah di sepanjang bantaran sungai.
Dokumentasi Kampung Warna-Warni Jodipan dari udara yang menampilkan permukiman padat dengan bangunan berwarna-warni. (Dok: Info Malang)

Singkatnya

  • Pengelola memperkirakan sekitar 90 persen pengunjung Kampung Warna-Warni Jodipan kini wisatawan mancanegara.
  • LAKIP Disporapar mencatat kunjungan wisman ke KWJ naik dari 32.063 (2023) menjadi 45.187 (2024).
  • Menurut pengelola, pergeseran ini terjadi setelah pandemi, saat kampung sempat ditutup setahun.

Kenapa

KWJ menyerap sekitar dua pertiga kunjungan wisman yang tercatat di Kota Malang. Perubahan karakter pengunjungnya ikut dirasakan pedagang setempat, yang kini menyesuaikan dagangan dengan selera turis mancanegara.

Kesimpulan

KWJ tetap menjadi andalan wisatawan mancanegara di Kota Malang, sementara pelaku usaha berharap wisatawan lokal kembali ramai.

Ringkasan ini dibantu AI dan ditinjau tim redaksi Info Malang.

Bagikan

14 kali dibaca

MALANG – Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ) di Kota Malang kini lebih banyak dikunjungi wisatawan mancanegara dibanding wisatawan lokal. Kondisi ini berbeda dengan masa awal kampung wisata di tepi Sungai Brantas itu terbentuk pada 2016.

Koordinator KWJ, Agus Kodar, memperkirakan sebagian besar pengunjung saat ini berasal dari luar negeri. “Kampung Warna-Warni ini sekarang 90 persen dikunjungi oleh orang asing,” kata Agus saat ditemui di KWJ, Jalan Ir H Juanda Nomor 9, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Sabtu (31/10/2026).

Dalam Laporan Kinerja (LAKIP) Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, KWJ disebut sebagai destinasi favorit wisatawan mancanegara selama dua tahun berturut-turut. LAKIP 2023 mencatat 32.063 wisatawan mancanegara berkunjung ke KWJ. Sementara itu, LAKIP 2024 mencatat 45.187 wisatawan yang berkunjung ke destinasi tersebut, tanpa merinci asal wisatawannya.

Untuk periode terbaru, pengelola KWJ menyebut ada sekitar 8.300 kunjungan sepanjang Oktober 2026, atau rata-rata sekitar 268 kunjungan per hari. Angka ini berasal dari keterangan pengelola, bukan data resmi dinas, sehingga belum dapat dibandingkan langsung dengan catatan tahunan Disporapar.

Menurut Agus, perubahan komposisi pengunjung mulai terasa setelah pandemi Covid-19. Saat pandemi, kawasan wisata tersebut sempat ditutup selama satu tahun.

“Dari tahun awal itu memang banyak yang lokal, tapi semenjak Corona kita banyak dari orang asingnya,” ujarnya. Sejak itu, kata Agus, jumlah wisatawan lokal berkurang, sementara wisatawan mancanegara terus berdatangan.

Perubahan ini juga dirasakan pelaku usaha di kampung tersebut. Lova, salah satu pelaku UMKM di KWJ, mengatakan wisatawan mancanegara memiliki selera yang berbeda dengan wisatawan lokal.

“Kalau turis itu paling banyak mungkin teh, teh tanpa gula. Terus, pisang goreng,” katanya. Menurut Lova, wisatawan lokal cenderung membeli lebih banyak jenis jajanan.

Erly Naning, warga yang tinggal di Jodipan sejak 1959, menilai kampung itu paling ramai pada masa awal terbentuk. Saat ini, menurut dia, pengunjung masih cukup banyak, termasuk mahasiswa yang kerap berkegiatan di sana.

KWJ bermula dari gagasan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang mengajak warga mengecat permukiman di tepi Sungai Brantas. Ke depan, Agus berharap jumlah kunjungan dapat terus terjaga dengan stabil.

Penulis: Fuad Baswarudin

Editor: Handoyo Tejo Wasito

Bagikan
Arek Malang wajib follow

The Authority of Malang Raya

Mau tahu info akurat, mendalam, dan komprehensif di sekitar Malang? Langsung pantau infomalang.

Tag teman tongkronganmu yang paling sering ketinggalan info.